
8 Bulan kemudian kini usia kandungan keyna memasuki trimester ketiga membuat perut keyna terlihat sangat besar sehingga keyna agak kesusahan melakukan aktifitas yang biasa ia lakukan sementara Devan selalu menemani sang istri tidak pernah Devan tinggalkan keyna sendiri dan Devan juga menyuruh Ivan untuk menangani perusahaan sementara sampai kena melahirkan.
Devan dan keyna untuk sementara di rumah mama Mira atas permintaan keyna mau tidak mau Devan pun mengikuti permintaan sang istri dari pada gak di kasih jatah bila Devan membantah ðŸ¤.
keyna melakukan aktifitas paginya seperti biasa ia berjalan pagi mengelilingi kompleks di temani oleh Devan atas saran dokter Melly agar dapat mempermudah jalur lahir kedepannya.
Devan dan keyna menyapa beberapa tetangga kompleks yang juga sedang melakukan aktifitas pagi seperti yang mereka lakukan
Keyna yang merasa kelelahan meminta Devan menggendong nya, yah tentu saja Devan yang mendengar permintaan istrinya itu hanya bisa menghela napas panjang, bila di tolak akan menjadi masalah besar dan jika di terima akan menjadi masalah juga buat Devan, sungguh pilihan yang rumit.
Devan pun dengan membaca bismillah menggendong tubuh istrinya yang sudah sangat besar seperti kuda Nil, dengan sekuat tenaga Devan membawa tubuh istrinya sampai ke rumah mereka untung saja jaraknya sudah lumayan dekat.
Sampainya di rumah Devan menaruh tubuh istrinya dengan pelan di kursi sofa setelah Devan memijit kaki keyna sambil mencari nafasnya yang sudah hampir habis karena menggendong tubuh keyna.
"apa aku seberat itu hubby ?" tanya keyna pada Devan pasalnya ia melihat ekspresi sang suami seperti mengangkat beton yang berukuran 100 kg.
"kenapa pertanyaan itu yang harus di lontarkan, bila salah jawab bisa mati gua saat ini " batin Devan
" hmm... kalau mau jujur ya, tapi walau begitu aku suka kamu seperti ini karena terlihat sangat seksi sayang " ucap Devan mengedipkan sebelah matanya membuat keyna langsung tersipu malu.
"syukurlah bisa selamat dari pertanyaan yang sangat mematikan" batin Devan
saat Devan dan keyna sedang asik mengobrol, Gibran langsung bergabung dengan kedua adiknya dengan memasang muka yang kusut membuat keyna bingung melihat sang Kaka.
"ada apa kak, muka Kaka seperti orang yang tidak makan 3 hari " ucap keyna ia masih menikmati pijatan dari Devan.
"key..." ucap Gibran memanggil keyna sambil memasang wajah memohon.
"hmm ..apa ada masalah lagi dengan Ica " ucap keyna yang sudah tau dari raut wajah dan tingkah laku sang Kaka.
Gibran mengangguk dengan cepat sambil memasang wajah memohon pada sang adik, namun keyna yang melihat wajah sang terlihat begitu lucu dan sangat menggemaskan.
"apa yang lucu " Tanya Devan karena melihat keyna tertawa kecil.
__ADS_1
"apa kamu tidak lihat sayang, lihat lah wajahnya begitu sangat kasihan, apa yang bisa saya bantu tuan Gibran " ucap keyna menahan tawa nya.
"aku dengar dari Ivan kamu yang membantu hubungan nya dengan Tata menjadi baik dan sekarang mereka juga mempersiapkan pernikahan mereka setelah kamu lahiran mungkin mereka akan menikah" ucap Gibran.
"Terus...." tanya keyna sambil menyuruh Devan memijit kaki sebelah nya lagi.
"bisa kha kau membantu Kaka mu ini " Gibran memohon dengan sangat pada keyna membuat Devan menahan tawanya karena ekspresi Gibran yang sangat lucu.
"pasti Kaka yang membuat ulah " tebak keyna.
"sebenarnya sih hanya salah paham, aku beneran gak tau kalau mantan Ku bisa mendatangi kantor ku secara tiba-tiba" balas Gibran menjelaskan kronologi kesalahpahaman Ica padanya.
"apa....apa jalan*g itu masih mengunjungi Kaka " ucap keyna dengan nada tinggi membuat Devan terkejut dan langsung menenangkan istrinya.
"sayang jangan terlalu emosi ingat pesan dokter Melly " ucap Devan lembut mengusap kepala keyna.
" mengapa Ica bisa salah paham pada Kaka apa jal...khmn maksudnya mantan Kaka itu apa yang dia lakukan sehingga Ica bisa salah paham " tanya keyna.
"sebenarnya...."
Gibran yang masih fokus dengan beberapa berkasnya yang begitu banyak menjadi buyar karena keributan di luar ruangannya membuat Gibran langsung keluar dan melihat situasi yang terjadi.
namun saat Gibran keluar ia melihat Siska mantan kekasih Gibran sebelum ia berpacaran dengan Merry.
"kenapa manusia ini ada di kantor ku " batin Gibran.
"ada apa ini " tanya Gibran dengan tegas .
"maaf tuan nona ini memaksa ingin masuk ke ruangan tuan, saya sudah melarangnya untuk masuk karena atas perintah tuan " ucap sekertaris Gibran.
"Gibran kamu masih ingat dengan aku kan, aku Siska pacar kamu yang dulu sangat kamu cintai " ucap Siska langsung berlari memeluk Gibran.
Gibran yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung mendorong tubuh Siska menjauh darinya, Gibran menatap Siska dengan tatapan dingin tanpa ekspresi.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan di sini " tanya Gibran tanpa melihat ke arah Siska.
"aku ingin meminta maaf kepada mu, yah benar aku salah karena sudah mengkhianati kamu tapi dulu aku khilaf dan sekarang aku ingin memperbaiki semuanya, aku masih mencintai kamu Gibran " ucap Siska memegang tangan Gibran namun Gibran langsung menghempaskan nya.
"menjijikkan" ucap Gibran.
"aku tau kau juga masih mencintaiku kan " ucap Siska dengan pede memeluk tubuh Gibran untuk kedua kalinya.
Gibran benar-benar sangat tidak nyaman dengan tindakan Siska ia menghempaskan tubuh Siska dengan kuat sehingga membuat Siska terjatuh di lantai.
"ingat baik-baik di otak mu, pertama aku sudah tidak menyukai mu, kedua aku sudah mencintai wanita lain yang lebih baik dari mu dan yang ketiga jangan pernah datang lagi di hadapan ku karena aku benar-benar jijik melihat wajah mu " ucap Gibran dingin membuat Siska menelan salivanya.
"Bella panggil satpam dan usir dia dari kantor ku sekarang" Ical gibran tegas.
Siska yang mendengar hal itu langsung berdiri dan berlutut memeluk lutut Gibran Siska benar-benar memohon untuk kembali kepada Gibran, kemudian Siska berdiri dan langsung menyerang Gibran dengan mencium bibir Gibran dengan paksa.
Bella yang melihat hal itu tidak bisa melakukan apa-apa ia hanya menutup matanya dengan erat, namun di saat yang bersamaan Ica yang tiba-tiba datang di kantor Gibran melihat hal itu membuat Ica benar-benar marah dan langsung pergi meninggalkan Siska dan Gibran.
Gibran langsung mendorong tubuh Siska saat melihat Ica.
"wanita jalan** " ucap Gibran dengan nada keras kemudian datanglah para satpam yang tadi Bella telfon langsung menyeret tubuh Siska keluar dari kantor.
Gibran langsung mengejar Ica namun Gibran tidak berhasil mendapatkan Ica sama sekali, Gibran pun berusaha menelfon Ica namun Ica tidak mengangkat telfon darinya.
Gibran yang sudah sangat frustasi pun langsung segera pergi menuju ke kediaman Ica, sampainya di sana Gibran langsung mengetuk pintu rumah ica dan tentu di buka oleh pembantunya namun saat Gibran menanyakan Ica pembantunya hanya mengatakan bahwa Ica tidak bisa di ganggu siapapun atas permintaannya sendiri.
Gibran pun pasrah ia berjalan menuju ke jendela kamar Ica sambil berteriak meminta maaf dan kejadian tadi bukan seperti yang Ica bayangkan atau pikirkan.
namun tidak ada sama sekali tanggapan dari Ica, Gibran menunggu di luar sampai tengah malam, ia tetap menunggu Ica sampai Ica membuka jendelanya dan mau berbicara kepadanya.
hingga pada malam itu hujan yang tiba-tiba turun secara deras mengguyur Gibran hingga basah namun Gibran tetap berdiri di depan jendela kamar Ica sampai Ica benar-benar mau memaafkannya namun sampai hujan berhenti pun orang yang di tunggu Gibran tak kunjung keluar.
Gibran yang sudah mulai kedinginan pun segera pulang dan memikirkan kembali apa yang harus ia lakukan untuk Ica mau berbicara kepadanya.
__ADS_1
flash back off .....