
keyna yang menunggu Devan dan Gibran keluar dari ruangannya dengan perasaan gelisah ia ingin sekali melihat wajah suami yang sudah 2 hari ini sangat ia rindukan.
setelah hampir 1 jam Keyna menunggu Devan dan Gibran keluar dari ruangan kerja Devan dan menuju kebawah menuruni tangga, Gibran langsung mendekat kearah Keyna.
ekspresi yang di pasang Gibran pada keyna membuat Keyna bingung karena tiba-tiba sang Kaka memberikan ekspresi sedih.
"ada apa kak" tanya keyna.
"Devan mengatakan semua hal pada ku keyna, kenapa kau meminum obat penunda hamil itu, apa benar kamu tak ingin mempunyai seorang anak" tanya Gibran pelan.
"aku bersumpah kak, aku tidak pernah mengonsumsi obat itu sama sekali" ucap Keyna dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"baiklah, ayo kita pulang Devan menyuruh ku membawa mu pulang ke rumah" ucap Gibran menarik tangan keyna.
Keyna memberontak melepas cengkraman Gibran dari lengannya, ia tidak meninggalkan rumah Devan karena tidak ingin jauh dari Devan suaminya itu.
"aku tidak mau kak lepasin Keyna" ucap keyna.
"ayo pulang Keyna " Ucap Gibran.
"Keyna tidak mau, kalau Kaka mau pulang sendiri pulanglah Keyna tidak mau ikut kaka, keyna mau tetap di sini" ucap keyna dengan lantang.
Devan yang memperhatikan kedua Kaka beradik itu langsung mengangkat bicaranya.
"pulanglah Keyna di rumah mu" ucap Devan datar.
__ADS_1
"Hubby.....apa yang kau katakan aku tidak akan pulang " ucap Keyna menatap Devan.
"pulanglah dan renungan perbuatan di rumah mu " ucap Devan dengan tatapan dingin.
"aku tidak mau pulang, walau kau tidak menegurku sekalipun aku tidak akan pulang meninggalkan mu sendiri" ucap keyna lantang.
"pulanglah keyna aku tidak Sudi melihat wajah lugu mu itu" ucap Devan.
"Hubby....kenapa kau seperti ini apakah cinta mu tidak ada lagi untukku" ucap keyna pelan.
"kecewa ku pada mu sudah mengelabui ku, pergilah " ucap Devan membelakangi Keyna.
"aku tidak akan pergi dari sini, aku akan tetap disini walau kau sudah mengusir ku berapa kali pun aku akan tetap di sini bersamamu" ucap keyna.
tak berapa lama perdebatan antara keyna dan Devan, Gibran tak berani berbicara karena ia tak mau ikut campur dalam permasalahan rumah tangga Devan dan Keyna.
"sayang aku kangen " ucap wanita itu dengan manja.
Keyna dan Gibran melihat hal itu kaget bukan kepala karena tidak ada penolakan dari Devan malahan Devan memeluk pinggang wanita itu dengan erat.
"Hubby..." ucap keyna pelan.
"pergilah keyna, kau yang duluan tidak mau memiliki anak dengan ku maka aku akan mencari anak dengan wanita lain " ucap Devan dingin.
"brengs** kau Devan, kau anggap Keyna apa, memang benar adik ku bersalah pada mu tapi bukan berarti kau mencari wanita lain " ucap Gibran langsung melayangkan tinju ke wajah Devan membuat sudut bibir Devan mengeluarkan darah.
__ADS_1
Devan yang tidak terima Gibran memukulnya langsung membalas pukulan Gibran hingga terjadilah perkelahian antara kedua lelaki itu membuat Keyna berusaha menghentikan mereka.
"stop" teriak keyna lantang.
kemudian Keyna menatap mata Devan ia tau Devan tidak akan mungkin melakukan hal ini padanya.
"tatap mata ku hubby" ucap keyna pelan.
Devan pun langsung menatap mata keyna dengan tatapan dingin, keyna tidak menemukan cinta di mata Devan saat menatap dirinya.
"apa kau sudah puas pergilah dengan Kaka mu itu, besok aku akan mengirim semua barang-barang mu ke rumah mu" ucap Devan.
"marilah Keyna, kau tak pantas dengan lelaki brengs** seperti dia" ucap Gibran langsung menarik tangan Keyna.
keyna yang tadinya memberontak menjadi lunak saat melihat kenyataan bahwa Devan tidak mencintainya lagi.
saat meninggalkan rumah yang penuh kenangan manis bersama Devan, keyna menangis sejadi-jadinya di dalam mobil Gibran ia sungguh tak sanggup hidup.
"sudahlah jangan menangisi lelaki seperti dia " ucap Gibran mengusap kepala Keyna.
"aku masih tidak percaya dia seperti itu kak hiks...hiks..aku ingin Kita balik di rumah Devan keyna mohon kak hiks...hiks.." ucap keyna memohon kepada Gibran.
"untuk apa kau mau ke sana, apa kamu ingin melihat keromantisan antara Devan dengan wanita seksi itu " ucap Gibran kesal.
saat mendengar ucapan Gibran Keyna bagai tersambar petir, ia baru mengingat wanita seksi yang memeluk Devan dengan sangat erat, keyna pun kembali menangis sejadi-jadinya membuat Gibran langsung menelfon Ica untuk datang ke rumahnya agar bisa menemani keyna.
__ADS_1
"Hubby.....aku sangat merindukan mu, apa benar kau sudah tak mencintai ku " batin keyna
udahan ya....next...next ..😫😫😫