Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 18


__ADS_3

Sudah hampir 3 Minggu pak Damar masih sama dengan kondisi sebelumnya tidak ada perkembangan yang pesat bisa dibilang pak Damar bisa bertahan hidup karena bantuan alat medis yang melekat pada tubuhnya.


keyna sudah menyelesaikan ujiannya dengan sangat baik walau keadaan pak Damar masih sekarat, namun keyna percaya suatu saat papanya akan bangun dan Keyna akan menunjukan hasil ujiannya kepada sang papa.


kini hubungan keyna dan Devan semakin dekat, Devan selalu menemani Keyna saat belajar dan menemani keyna saat keyna menjenguk pak Damar di rumah sakit, tak sekalipun Devan meninggalkan keyna sendiri bahkan Devan selalu menemani tidur di kamar keyna karena setiap tengah malam keyna selalu menangis walau dalam keadaan tidur membuat Devan sangat khawatir dengan hal itu.


Semua keluarga saat ini berada di rumah sakit, keyna ingin sekali bertemu dengan pak Damar karena selama 3 Minggu ini keyna hanya bisa melihat pak Damar terbaring lemas di balik jendela.


keyna pun meminta izin kepada dokter untuk menemui pak Damar secara langsung dan dokter pun mengizinkan keyna masuk tapi hanya satu orang dan hanya keyna masuk dan Devan hanya bisa melihat keyna dari balik jendela.


keyna masuk dalam ruang ICU itu lalu mendekati pak Damar, keyna langsung memecahkan tangisnya di lengan pak Damar yang terbaring lemah, keyna menyentuh wajah pak Damar yang sudah sangat terlihat kurus.


"Hallo papa ini keyna, kapan papa bangun apa papa tidak kangen sama keyna" ucap keyna sambil mengusap air matanya yang terus jatuh.


"Apa papa tau keyna sangat kangen sama papa begitu pula dengan mama dan kak Gibran, kami semua mengharapkan kesembuhan papa"


"papa apa boleh keyna jujur sama papa" ucap keyna melihat wajah pak Damar dengan senyumnya.


"sekarang keyna sudah mempunyai sosok yang bisa membuat keyna nyaman belakangan ini dia sangat perhatian dengan keyna, apa papa mau tau juga sepertinya keyna mulai belajar mencintainya " ucap keyna mengusap kembali air matanya lalu tersenyum.


"jadi papa harus bangun, keyna janji sama papa akan membuatkan cucu yang banyak untuk papa, jadi keyna mohon pa bangun keyna sangat kangen dengan papa" ucap keyna menangis histeris sejadi-jadinya ia sudah tidak tahan melihat sang papa yang tidak meresponnya sama sekali.


Devan yang melihat keyna sudah menangis sejadi-jadinya di balik jendela, ia tidak bisa mendengar apa- apa dari luar sana dan menjadi panik sendiri, Devan pun segera meminta dokter untuk mengizinkannya masuk kedalam untuk menemani istrinya dan dokter pun mengizinkannya.


Devan masuk kedalam ruangan, Devan mendekati keyna dan langsung memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"menangis lah bocah kecil aku akan ada untuk mu" ucap Devan lembut.


Keyna pun berbalik padan dan langsung memeluk erat tubuh kekar Devan, hingga keyna menjadi drop dan pingsan seketika. Devan sangat panik ia segera mengendong tubuh mungil keyna, devan berlari dari ruangan ICU seperti orang gila memanggil dokter untuk mengecek kondisi keyna.


dokter pun langsung membawa keyna keruang rawat dan mengecek kondisi keyna.


"kondisinya sangat tertekan karena ia melihat keadaan papanya, gua hanya mengasih saran untuk lo Devan untuk saat ini istri Lo membutuhkan Lo jangan sesekali Lo meninggalnya sendiri " ucap dokter Ical, rumah sakit yang di tepati pak Damar saat ini adalah rumah sakit milik keluarga pak Mahendra.


"Makasi sob gua akan ingat saran Lo" ucap Devan datar lalu mendekati keyna dan memegang kedua tangannya tak terasa air mata Devan jatuh karena melihat kondisi keyna seperti ini.


"Keyna Lo berhasil membuat pria arogan Seperti Devan menjadi lemah, gua baru kali ini melihat Devan serapuh ini karena seorang wanita" batin Ical lalu pergi meninggalkan ruangan Devan.


"Hey bocah kecil bangunlah jangan membuat ku khawatir" ucap Devan mencium tangan keyna berulang kali.


keyna pun perlahan membuka matanya ia memandangi semua ruangan dan mendapatkan sosok Devan yang sedang memegang tangannya dan menangis seperti anak kecil.


Devan yang mendengar suara keyna langsung mengangkat kepalanya , Devan sangat bersyukur keyna tidak apa-apa.


"bocah kecil kau hampir membuat ku menjadi gila dan ingat satu hal di otak kecil mu bahwa kamu tidak sendiri ada aku disini yang menemani mu." ucap Devan mencium tangan keyna bertubi-tubi.


keyna hanya tersenyum menerima perlakuan manis dari Devan entah mengapa hati keyna merasa sangat hangat dengan perlakuan Devan.


"apa kau ingin makan sesuatu" ucap Devan mengusap kepala Keyna.


"Tidak ada aku tidak lapar" ucap keyna dengan senyum yang mengembang di wajah mungilnya.

__ADS_1


"Kau sangat cantik keyna dan kau hampir membuat ku gila melihat kondisi mu seperti ini dan sepertinya tanpa sadar aku sudah mulai mencintai mu bocah kecil ku " batin Devan


tidak lama kemudian pintu ruangan keyna terbuka, Devan dan keyna pun menoleh kearah pintu dan melihat mommy Nayla dan mama Mira. mommy Nayla mendekat kearah keyna dan langsung memeluk tubuh menantunya itu.


mommy keyna sangat menyayangi keyna karena bagaimana pun mommy keyna belum pernah merasakan mempunyai anak perempuan.


"Apa kamu baik-baik saja sayang" ucap mommy Nayla khawatir.


"Aku gak apa-apa mommy " ucap Nayla dengan senyum cerainya.


"Syukurlah kalau begitu mommy dan mama mu sangat khawatir saat mendengar mu pingsan" ucap mommy Nayla mengusap kepala Keyna.


mama Mira pun melihat mommy Nayla sangat menyayangi keyna sangat bersyukur karena anaknya bersama dengan orang-orang yang menyayanginya, mama Mira pun mendekat kearah keyna dan memeluk anak perempuannya itu dengan erat.


setelah itu mommy Nayla dan mama Mira pun keluar dari ruangan keyna karena harus ada beberapa berkas yang di urus oleh mama Mira dan mommy Nayla menemaninya.


Sekarang tinggallah keyna dan Devan di dalam ruangan itu.


"Pak tua apa kamu tidak ke kantor " pertanyaan yang bego untuk di lontarkan keyna pasalnya sekarang sudah menjelang sore, Devan yang mengedar pertanyaan Keyna hanya bisa tersenyum tipis.


"Aku tidak akan ke kantor sampai papa sadar dan aku sudah menyuruh Ivan menangani masalah kantor dan memberikan berkas-berkas kantor ke alamat email ku agar aku bisa mengerjakannya tanpa harus ke kantor" ucap Devan mengusap kepala Keyna.


"Hei pak tua jangan terlalu bersikap manis pada ku, aku bisa-bisa salah paham dengan sikap mu" ucap keyna gugup karena sedari tadi Devan memperlakukan keyna sangat manis.


Devan pun hanya tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah keyna, wajah mereka semakin dekat hingga keyna bisa merasakan hembusan nafas Devan yang begitu harum dan Keyna dengan spontan menutup matanya tak terasa bibir keyna mulai merasakan kembali sentuhan lembut dari bibir Devan.

__ADS_1


next...next ya...🤭🤭


__ADS_2