
Dor....Dor.....
Reyhan yang terkena tembakan membuat lengannya mengeluarkan darah yang sangat banyak hingga benda yang di pegangannya tadi terjatuh dan berhamburan di lantai.
"Maaf kami terlambat" ucap Ivan yang melayang tembakan hingga berhasil mengenai Reyhan.
"apa kalian berdua baik-baik saja" tanya Gibran pada Ica dan Tata.
"kenapa kamu bisa disini"tanya Ica pada Gibran.
"apa kau pikir aku sebodoh itu tidak mengetahui apa yang kau lakukan selama ini hmm.....jangan bertindak gegabah lagi untuk melindungi keluarga ku sendiri" ucap Gibran lembut sambil melepas ikatan Tata dan Ica sementara Ivan dan Devan sedang sibuk membersihkan para pengawal Rika.
"maafkan aku" ucap Ica pelan.
"kak Gibran cepat bawa keyna ke rumah sakit, wajah keyna tersiram air keras yang di berikan oleh kak Reyhan" ucap Tata.
"apa, sialan berani kau menyentuh istri ku" ucap Devan dengan amarah.
Devan saat ini benar-benar sangat marah ia melihat Reyhan langsung berlari melayangkan tinju kearah Reyhan dengan membabi buta memukul wajah Reyhan hingga Reyhan sendiri tak mampu membalas pukulan dari Devan.
"Bangsa** kau pantas mati terima ini" ucap Devan sambil melayang kan tinju Kearah Reyhan.
Ivan yang melihat hal itu langsung berlari mengentikan Devan.
"hentikanlah Devan, segera bawa keyna di rumah sakit dia yang harus kau perhatikan saat ini, biar pria ini aku yang mengurusnya" ucap Ivan.
mendengar nama keyna, Devan langsung berdiri dan melihat tubuh keyna yang terbaring sambil meringis kesakitan dan melihat mayat seorang lelaki yang berlumuran darah di samping keyna yang ternyata adalah ayah kandung Rika yaitu pak Hendra Jaya.
"Devan" ucap Rika pelan.
"menyikingkir lah dari hadapan ku" ucap Devan dingin.
"aku tidak melakukan hal itu pada keyna, dia yang bersalah, berani bersengkokol dengan Reyhan" ucap Rika pelan, entah apa yang di pikirkan Rika yang masih berani mencari alasan untuk menutupi kesalahannya di hadapan Devan.
__ADS_1
"Dasar wanita sok suci" ucap Ica lantang.
"Devan apa kau masih mencintai keyna, lihat wajahnya hahahaha......dia sudah tidak cantik lagi lebih baik kau bersama wanita lain seperti diriku yang pantas untuk mu" ucap Rika dengan penuh percaya diri.
"apa kau pikir kau pantas hidup bersama dengan ku....! hanyalan mu terlalu lucu bila terjadi dan ingat dalam otak licik mu bagaimana pun bentuk wajah istriku aku tetap mencintai nya " ucap Devan dengan dingin.
"jadi jangan terlalu berhalusinasi dengan pikiran mu" ucap Devan kemudian ia berjalan mengendong tubuh keyna, Devan sangat sedih melihat keyna yang sudah jatuh pingsan dengan wajah yang sudah rusak.
"Ivan bereskan mereka semua, jangan sampe mereka hidup karena sudah berani menyentuh istri ku dan membuat wajahnya hancur seperti ini " ucap Devan.
"baik tuan " ucap Ivan.
"Devan sialan aku yang lebih dulu mencintai mu di bandingkan dengan wanita jala**, dia tidak pantas bersama mu Devan dan akulah yang pantas untuk mu bukan wanita dengan wajah buruk rupa seperti itu " ucap Rika lantang.
Devan yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya saat berjalan mengendong tubuh mungil milik keyna.
"jangan membandingkan dirimu dengan istriku karena pada kenyataannya dirimu istriku lebih bain darimu, dia tidak pernah mengkhianati sahabatnya dan melukai sahabatnya sendiri" ucap Devan dingin.
"yah.......aku tidak pernah menganggap keyna sahabat ku apa kau tau itu ,dan ini juga semua salah keluarga mu karena tidak mau menerima perjodohan dari ayah ku " ucap Rika.
"Hahahaha Mengapa kau juga masih mempertahankan wanita dengan wajah yang sudah buruk rupa seperti itu" ucap Rika dengan tawa yang lantang.
"Rika sadarlah, apa kau melakukan hal sebodoh ini karena seorang pria yang melirik mu saja tidak apalagi mencintai mu" ucap Tata.
"Damn.......tutup mulut mu, aku tau Devan mencintai ku" ucap Rika.
"Dasar wanita gila, dia sudah sangat terobsesi pada Devan " ucap Ica.
Devan yang malas menggubris ucapan Rika ia terus berjalan sambil mengendong tubuh keyna, namun Rika yang sudah tidak waras saat itu langsung mengarahkan pistol di kearah Devan.
"karena aku tidak memiliki Devan maka kau juga keyna harus tidak memiliki nya " ucap Rika langsung meletupkan pistol kearah Devan.
Dor....dor.....
__ADS_1
Devan yang mendengar tebakan itu langsung berbalik tapi entah mengapa badan Devan tidak merasakan apapun dan tidak mengeluarkan darah.
"Ica....." Teriak Gibran.
yah Ica berlari saat Rika sudah mengarahkan pistol kearah Devan dan Keyna, tanpa pikir panjang saat Rika menembakkan pistol kearah Devan Ica langsung menadahkan badannya untuk melindungi suami dari sahabatnya itu.
setelah Rika menembakan pistol kearah Devan ia langsung meletakkan pistol di kepalanya dan mengucapkan kata-kata terakhirnya.
"maaf....aku mencintaimu Devan " ucap Rika langsung menembakkan pistol di kepalanya sendiri.
"Rika...." ucap Tata berlari kearah Rika.
sementara Gibran berusaha menutup luka darah yang keluar pada tubu Ica.
"dasar gadis bodoh... mengapa kau melakukan hal ini" ucap Gibran.
"aku tidak apa...." ucap Ica pelan.
"aku mohon bertahan lah, aku akan segera membawa mu kerumah sakit" ucap Gibran langsung menggendong tubuh Ica.
"maafkan aku ..." ucap Ica pelan.
"jangan banyak bicara, simpanlah tenaga mu untuk mu sendiri" ucap Gibran kemudian ia berlari membawa tubuh Ica begitu pula Devan.
sementara Ivan membersihkan lokasi dengan team khusus milik Devan, Reyhan segera akan di bawa di kantor polisi sementara jenazah Rika dan papanya akan di kuburan segera.
"Rika....kenapa kau melakukan hal bodoh seperti ini hiks...hiks..." ucap Tata.
"sudahlah sayang semua yang dia lakukan atas kemauannya sendiri" ucap Ivan pelan mengusap punggung Tata.
"tapi bagaimana pun dia adalah sahabat ku..hiks...hiks..." ucap Tata menangis memeluk Ivan.
"sudahlah ayo kita ke rumah sakit, Ica dan Keyna membutuhkan mu saat ini" ucap Ivan pelan.
__ADS_1
akhirnya Ivan dan Tata pun menuju kerumah sakit saat lokasi semuanya sudah beres tidak ada jejak apapun semua orang suruhan Rika yang bersengkokol dengannya di masukan dalam jeruji besi begitu pula dokter yang mereka tahan selama ini.
Next.....next....next.....🥺🥺🥺