
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit Devan dan Keyna pun sudah sampai di rumah sakit yang di tepati Tata saat ini, kemudian Keyna dan Devan segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah sakit menuju ke ruangan Tata.
Saat keyna membuka pintu ruang rawat Tata ia tidak sengaja melihat Tata dan Ivan yang sedang asik berciuman membuat keyna langsung menutup pintunya kembali dengan pelan.
"Ada apa sayang, kenapa pintunya di tutup kembali " tanya Devan bingung
"Stttt......jangan berisik kita tunggu sebentar di luar " ucap keyna pelan sambil menaikan jari telunjuknya di bibir.
Tak berapa lama Ica dan Rika pun datang mereka memang sudah janjian untuk menemui Tata hari ini, mereka berdua melihat keyna dan Devan duduk di luar merasa bingung.
"Key Napa Lo gak masuk" ucap Ica.
"Rahasia " ucap keyna dengan senyum yang mengembang.
"Lo main rahasia sekarang " ucap Rika.
"Bukan gitu tapi....gimana ya gua jelasinnya" ucap keyna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ada apa sih sayang di dalam " ucap Devan yang penasaran sejak tadi langsung membuka pintu ruangan dan menemukan adegan yang di lihat oleh keyna.
Devan pun langsung tersenyum jahil ingin mengerjai Ivan karena terpergok berciuman dengan Tata.
"Halalkan dulu anak orang baru main nyosor " ucap Devan dengan lantang membuat Ivan dan Tata kaget langsung melepas ciuman mereka.
Keyna, Ica dan Rika pun langsung tertawa melihat ekspresi wajah Ivan dan Tata seperti orang yang tertangkap basah oleh kepolisian.
"Tuan sejak kapan Anda samapi ke sini" ucap Ivan tunduk.
"Apa kau tau sejak tadi"ucap Devan santai.
"Kenapa tuan tidak mengabari ku " ucap Ivan.
"Apakah harus setiap saat aku mengabari mu Ivan" ucap Devan.
"Ti....tidak tuan " ucap Ivan gugup.
__ADS_1
"Sudahlah sayang, Tata bagaimana kabar Lo" ucap keyna menghampiri Tata.
"Alhamdulillah gua baik-baik saja hanya kaki gue mati rasa" ucap Tata lemas.
"Maafin gua ya ta, kalau bukan karena gua Lo gak akan seperti ini " ucap keyna memeluk Tata.
"Hei jangan seperti ini, seandainya kalau gua dalam bahaya posisi lo apa Lo hanya diam melihat gua terluka atau nolongin gua hmm " ucap Tata.
"Ya jelas gua nolongin Lo lah sahabat macam apa yang hanya bisa melihat tanpa ada usaha membantu" ucap keyna.
"Nah itu sama kaya gua" ucap Tata dengan senyumnya.
"Oh baiklah kami berdua gak di anggap nih, ya udan kami pulang dulu " ucap Rika kesal.
"Oh ya ampun gua lupa ada Rika Lo sih gak kelihatan hahaha" ucap Tata dengan tawa.
"Ta nih kami bawain buah segar di makan sampai habis ya " ucap Ica.
"Lo gak sama kak Gibran ke sini " tanya Tata
"Enggak dia lagi sibuk meeting jadi aku barengan Rika aja " ucap Ica.
Tak berapa lama Rika dan Ica berpamitan pulang duluan karena malam semakin larut, sementara keyna masih asik bercerita dengan Tata.
"Ta gua temenin Lo nginap di sini aja ya " ucap keyna.
"Enggak usah gua sudah ada kak Ivan kok yang jaga, lagian nih Lo harus istirahat dengan baik untuk kesehatan si baby " ucap Tata mengusap perut keyna.
"Oh ya atau Lo alasan kan agar gua gak ganggu Lo sama kak Ivan bermesraan seperti tadi " bisik keyna di telinga Tata.
"Key..." Ucap Tata malu memukul bahu sahabatnya itu.
"Hahaha makanya cepetan bilang kak Ivan cepetan halalkan, nih kaya gua kan " ucap keyna tertawa.
"Iya kaya Lo cepat bunting " ucap Tata dengan tawa kecilnya
__ADS_1
"Ye Lo sih belum rasain sih enak tau hahahaha " ucap keyna tertawa
"Dasar keyna mesum" ucap Tata kesal.
Keyna pun meminta izin pulang ke rumahnya karena memang malam sudah sangat larut di tambah keyna merasa lapar dan ingin mencari makan yang ia inginkan.
setelah memenuhi keinginan keyna makan Devan dan Keyna pun segera pulang namun suatu kejadian terjadi, Devan memerhatikan kaca spion mobilnya sepertinya mereka sedang di ikuti namun Devan bersikap santai di hadapan keyna.
Devan pun menyalakan ponsel miliknya dan mengirimkan pesan pada team khusus Devan karena perasaannya sangat tidak nyaman hingga bunyi suara tembakan pun di layangkan ke arah mobil Devan.
Duar.....duar.....
tembakan dua kali yang pas mengenai ban mobil Devan hingga membuat Devan segera menepikan mobilnya dan melihat kondisi keyna yang sudah sangat panik.
"apa yang terjadi" tanya keyna panik.
"tenang lah sayang, jangan kemana-mana duduk tenang di sini ok " ucap Devan mengusap wajah keyna.
Devan pun segera turun dari mobil dan melihat beberapa orang berbaju hitam memakai topi dan memakai masker turun dari mobil.
"Bnags** " batin Devan.
salah satu mereka mengangkat senjatanya dan Devan hanya tersenyum sinis melihat mereka.
"siapa bos kalian " ucap Devan dengan lantang karena memang jarak mereka agak sedikit jauh.
"kami tidak memiliki bos ini keinginan kami ingin membunuh mu dan istri mu " balas salah satu penjahat tadi.
Duar...Duar...suara tembakan pun berbunyi langsung mengenai lengan Devan membuat Devan meringis kesakitan namun ia mampu menahannya, sementara keyna yang mendengar suara tembakan itu langsung keluar dari mobil dan melihat lengan Devan yang mengalir darah begitu deras.
"pak tua " ucap keyna berteriak.
"apa yang kau lakukan di sini aku menyuruh mu untuk tetap di dalam" ucap Devan memegang lengannya yang terluka.
keyna tanpa mempedulikan bicaranya Devan ia segera merobek baju dress yang ia pakai lalu menutupi luka Devan dengan tangannya yang gemetaran, para penjahat pun itu tidak menyia-nyiakan waktunya langsung mengarahkan pistol ke arah keyna hingga suara letupan senjata pun di layangkan
__ADS_1
Duar....Duar...Duar.....
ah tidak next....next...😣😣😣