Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 69


__ADS_3

sepanjang perjalanan Gibran hanya terdiam memandang keluar jendela sambil berpikir dengan ucapan yang di lontarkan Merry padanya.


Ivan dan Devan hanya saling menatap melihat Gibran yang terdiam karena mereka juga mendengar perdebatan antara Gibran dan Merry, tapi Devan sangat tau bahwa apa yang di bicarakan Merry hanya sebuah provokasi untuk Gibran.


"jangan terlalu mendengar kan apa yang di ucapkan Merry" ucap Devan, mendengar ucapan Devan Gibran langsung menatap kearah Devan dengan tatapan bingung.


"apa kau mencintai pasangan mu, kalau memang kau mencintai nya maka percayalah padanya" ucap Devan santai.


"C.K...kau menasehati ku seperti kau sangat memercayai Keyna " ucap Gibran sinis.


"aku sangat percaya padanya" ucap Devan dingin menatap Gibran.


"kalau memang kau memercayai nya lalu mengapa kau mengusirnya dari rumah mu " ucap Gibran.


"aku tidak mengusirnya, aku melindungi istriku dengan cara ku sendiri" ucap Devan.


"apa yang kau maksud" tanya Gibran.


"Ivan " ucap Devan datar.


Ivan yang mengerti dengan arah pembicaraan langsung memperlihatkan sebuah video yang menampilkan sosok sepasang suami istri yang berusia paru baya yang sedang menjerit-jerit meminta makanan.


"apa kau mengerti" ucap Devan.


"bukankah ini pak Udin dan bi Sumi pelayanan di rumah mu " ucap Gibran saat melihat dengan jelas wajah kedua orang itu.


"Bingo, ternyata kau masih cerdas " ucap Devan mengejek.

__ADS_1


"sial, bisa kau ceritakan pada ku apa sebenarnya yang sedang terjadi di rumah mu" ucap Gibran menatap Devan.


****Flash Back**** On .....


setelah perdebatan yang terjadi antara Devan dan Keyna, Devan langsung masuk kedalam ruangan kerjanya menghempas semua peralatan kerjanya.


"sial, sebenarnya apa yang terjadi" ucap Devan dengan nada menahan amarah.


kemudian Devan melihat CCTV yang ada di dalam ruang kerjanya dan segera memeriksa kamera CCTV nya yang setiap hari pak Udin berikan padanya namun saat Devan mengecek tidak ada satupun hal yang mencurigakan.


namun Devan menonton terus CCTV itu secara berulang-ulang dari CCTV tiga bulan yang lalu hingga saat ini, namun ada satu hal yang membuat Devan mengganjal.


sehingga Devan mengingat bahwa dia menyimpan salah satu kamera CCTV tersembunyi yang pernah ia suruh pada Ivan untuk menaruhnya di berbagai sudut rumahnya.


Devan pun keluar dari kamarnya namun ia tidak melihat sosok keyna, kemudian Devan melangkah menuju kamarnya melihat keyna sedang tertidur dan segera mendekat kearah Keyna.


Devan menatap wajah keyna yang nampak begitu sedih dengan air mata yang sudah full membasahi pipi keyna.


kemudian Devan memberikan Keyna selimut untuk menutupi tubuh mungil keyna karena udara malam yang semakin dingin.


Devan pun keluar kamar keyna dengan menutup pintunya begitu pelan agar tidak menggangu tidur keyna dan Keyna tidak mengetahui kedatangan Devan.


Devan pun mengambil beberapa kamera CCTV kecil yang Ivan taruh terutama di depan kamar, di dalam kamar dan di dapur.


setelah mengambil semua kamera CCTV kecil itu Devan segera masuk kedalam ruangan kerjanya dan betapa terkejutnya Devan saat melihat Bu Sumi menaruh sesuatu di makanan keyna setiap saat dan hanya di berikan pada makanan keyna dan minuman yang keyna konsumsi.


setelah itu Devan mengecek lagi dan melihat Bi Sumi masuk kedalam kamar Devan dengan pak Udin yang menunggu di luar membuat Devan sangat geram saat menonton video itu ternyata mereka adalah orang suruhan dari orang yang mengincar keyna.

__ADS_1


Devan langsung meraih ponselnya dan berbicara kepada Ivan untuk memberikan hukuman kepada Bi Sumi dan pak Udin.


"kalian semua akan hancur di tangan ku" ucap Devan geram.


2 hari pun berlalu Devan masih cuek kepada keyna Karena Devan tau bahwa mereka saat ini sedang di awasi sehingga Devan harus berpura-pura akting dan menyuruh keyna untuk pulang ke rumah agar istri tercintanya itu bisa aman.


Devan dengan tega mengusir keyna dan menyuruh seorang wanita seksi agar membuat keyna bisa menjauh darinya itulah rencana yang sudah Devan susun agar terlihat Akamai bahwa dirinya sudah tidak mencintai keyna.


setelah kepergian keyna, Devan mulai duduk di sofa sambil menaikan kakinya dan memanggil pak Udin dan bi Sumi, pak Udin dan bi Sumi yang di panggil Devan pun tanpa rasa curiga langsung menghampiri tuanya itu.


"Hahaha" tawa Devan menggelegar di seluruh rumahnya.


"apa kalian tau kenapa saya memanggil kalian ke sini" ucap Devan sinis menatap kearah dua orang itu.


"maafkan kami tuan, kami tidak tau apa yang tuan maksudkan" ucap pak Udin.


Devan pun tersenyum devil kemudian melemparkan sesuatu kearah bi Sumi hingga benda itu berserakan di lantai yang membuat bi Sumi kaget.


"masakan mu beberapa hari ini sangat nikmat bi apa karena kau memasukkan racikan ini kedalam masakan mu" ucap Devan berdiri dan mendekat kearah bi Sumi.


"ah...atau kau hanya memasukan nya kedalam makanan istriku" ucap Devan.


"anu....tuan.... maafkan saya, saya tidak mengerti apa yang tuan maksudkan" ucap Bu Sumi yang mulai panik sementara pak Udin masih terlihat tenang.


"hahahaha kalian sangat setia pada tuan kalian walau nyawa kalian sudah di ujung tanduk" ucap Devan dengan tawanya yang menggema di seluruh ruangan.


"Ivan " ucap Devan, Ivan yang memang sedari tadi berdiri di samping Devan mengerti dengan kode yang Devan berikan, kemudian Ivan menyalahkan layar monitor yang begitu besar menampilkan kejahatan yang dilakukan BI Sumi dan pak Udin.

__ADS_1


"bisa jelaskan pada ku " ucap Devan dingin menatap kearah bi Sumi dan pak Udin.


Next....next....next...😱😱


__ADS_2