Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 96


__ADS_3

4 bulan telah berlalu kini si baby Aditya semakin lincah dan sangat cerdas membuat keyna agak sedikit kerepotan mengurus baby yang super aktif ini.


" Kaka A gak boleh seperti itu, kalau makan harus di telan gak boleh di mainkan " ucap wanita yang berusia 21 tahun itu sambil membersihkan mulut Aditya yang sudah di penuhi makanan.


namun baby Aditya membalasnya dengan senyum manisnya sambil mengoceh tidak jelas dan hanya bisa di mengerti oleh bayi.


pembantu di yang bekerja di Minsion ikut tertawa melihat tingkah lucu Aditya yang menang lagi aktifnya di usia nya sekarang.


"asalamualaikum sayang" ucap Devan baru datang membawa setenteng mainan membuat keyna menggelengkan kepalanya melihat seorang lelaki yang baru saja menyandung status seorang ayah.


"hubby kamu membawakan mainan lagi " tanya keyna


"cuman ini sayang dan coba lihat mainannya bagus bukan " Devan memperlihatkan mainan yang baru ia beli tadi.


"bagus sih tapi lihat lah hubby di dalam kamar Abang A sudah banyak mainan di sana dan sekarang kamu membelikan lagi mainan baru, usia Aditya juga baru 4 bulan belum bisa main kaya ginian "ucap keyna sambil menggendong Aditya.


belum lama Devan keyna berdebat Tata dan Ivan datang di rumah membawakan juga mainan yang membuat keyna semakin pusing.


"Hai Aditya tampan Auty bawakan mainan baru loh" Tata menyerahkan mainan kepada Keyna.


"kenapa sih Ta belikan mainan tuh lihat mainan di sana aja sudah bertumpuk karena ulah Daddy nya " keyna melirik Devan yang masih asik memamerkan mainan baru Aditya pada Ivan.


"tadi gua sama Ivan singgah ke mall tadi rencananya mau belikan Aditya baju eh pas ternyata gua lihat dong mobil-mobil ini bagus banget cocok untuk anak Auty yang tampan ini " Tata mencium pipi gembul Aditya yang begitu buntal.


"iya...iya makasi Auty Tata," balas keyna meniru suara anak kecil.


"oh iya kapan resepsi kalian berdua " Tanya keyna.


"Astaga key Lo pikun atau memang terlalu sibuk urus Aditya sih sampai lupa tanggal resepsi gua" Tata menepuk jidatnya.


"hehehe.... sorry baru ingat gua lusa kan acaranya" ucap Keyna sambil tertawa.


"Hmm.....awas aja Lo enggak datang " ancam Tata.


"Gua pasti datang... ngomong-ngomong nih anak satu di mana katanya mau datang tapi sampai dunia sekarang pun belum juga nongol tuh batang hidungnya " ucap keyna.


"Lo kaya gak tau pengantin baru aja Key," Tata tertawa kecil.


tidak lama orang yang keyna tunggu pun datang bersama Gibran.


"OMG....my baby...." Ica berlari kecil memeluk baby Aditya dalam gendongan Keyna.

__ADS_1


"hmmm...bagus sudah nikah enggak ingat sama adenya lagi " ucap keyna menyindir Gibran.


Gibran mendekat kearah Keyna dan langsung megambil Aditya dari gendongan Keyna.


"maafin Kaka ya " Gibran mengusap kepala Keyna.


"Lo juga gak datang ke rumah gua sudah hampir sebulan...." keyna menatap tajam kearah Ica.


"yah maaf key....Lo tau sendiri Kaka Lo gimana gak bisa jalan gua kalau dia sudah alasan minta jatah " ucap Ica langsung mendapatkan senyuman dari keyna.


"berapa ronde biasanya kak Gibran minta Jatahnya" tanya Keyna penasaran.


"khmn...khmn...mohon pembahasan 21+ jangan dulu di bicarakan ada gua nih masih polos " ucap Tata mendengar percakapan keyna dan Ica mulai enggak beres.


"Astaga gua lupa, makanya Ta cepetin halalnya enak tau.. rasanya tuh hmm anjim banget hahahaha " Ica menggoda Tata.


"hahaha...... udah nikah otaknya jadi gesrek nih.." Keyna tertawa mendengar ucapan Ica.


akhirnya siang itu mereka berenam makan bersama di rumah Keyna sampai sore mereka bermapitan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


malamnya harinya keyna sudah menidurkan baby A dan menaruhnya di box bayi dekat ranjang mereka, setelah itu keyna masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


setelah membersihkan badannya keyna segera keluar dari kamar mandi dan menuju ke meja riasannya untuk memakai perawatan yang sudah menjadi rutinitas nya setiap malam.


Devan yang baru masuk kedalam kamar melihat keyna tersenyum sambil memegang sebuah kertas entah apa tulisannya tapi itu ampuh membuat Devan penasaran.


"sayang kertas apa yang kamu pegang " tanya Devan memeluk Keyna dari belakang.


"hubby" kaget keyna saat Devan tiba-tiba memeluknya dari belakang.


"apa kertas itu begitu lucu Samapi membuat mu tersenyum seperti tadi " apa Devan mulai cemburu dengan sebuah kertas,pikir keyna dan langsung berbalik menghadap Devan.


"cobalah baca tulisan dalam kertas ini " keyna memberikan Devan kertas yang tadi keyna pegang.


"bukankah ini perjanjian kita setelah menikah " ucap Devan kaget melihat kertas perjanjian mereka dulu membuat Devan ikut tertawa saat mengingat kejadian itu.


"hahahaha....kamu yang menulis semua persyaratan itu hubby, tapi kamu juga yang melanggarnya" ucap keyna.


"bagaimana aku tidak melanggarnya, aku harus berhadapan dengan makhluk secantik dirimu" ucap Devan mengecup kepala keyna.


"gombal dulu aja aku di bilangin body datar kaya papan seluncur anak TK " Ical Keyna.

__ADS_1


"sayang itu kan dulu sekarang kamu cantik...cantik banget" Devan memeluk Keyna.


"oh sekarang cantik ya jadi dulu keyna enggak cantik gitu masih cantik mantan-mantan kamu" ucap keyna namun ampuh membuat Devan mulai takut memang sih keyna berapa hari ini sensitif dan suka marah-marah.


"enggak....enggak....dulu sampai sekarang kamu tetap cantik kok sayang...sumpah aku gak bohong Mommy A paling cantik " ucap Devan memeluk erat tubuh keyna dan mencium keyna bertubi-tubi.


"hmm..... " ucap keyna.


"hmm saja nih " tanya Devan.


" maunya" tanya keyna.


"cium dong Daddy A iri loh dari tadi Abang A dapat cium terus dari kamu" keyna langsung memandang Devan sambil menaikan satu alisnya.


"apaan sih hubby" ucap keyna.


"ayolah sayang cium...cium...cium" ucap Devan ampuh membuat keyna merasa geli melihat tingkah suaminya yang berubah beberapa hari ini.


"kamu sakit tingkah kamu beberapa hari ini agak berbeda" ucap keyna.


"berubah...tidak kok sayang" Ucap Devan namun entah mengapa perut Devan tiba-tiba merasa tidak enak.


Devan berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang tadi ia makan.


"hubby apa kamu tidak apa-apa, aku panggil dokter Ical ya " ucap Keyna khawatir sambil mengusap punggung belakang Devan.


"tidak usah," ucap Devan mulai mengatur nafasnya.


"tapi lihat kamu muntah seperti ini pasti kamu salah makan ya tadi " .


"enggak usah sayang, aku ada kok obat yang ampuh " ucap Devan.


"obat.." keyna menatap Devan langsung tau maksud suami mesumnya.


"ya sayang aku pengen" ucap Devan manja dan tentu mendapatkan anggukan dari keyna.


akhirnya malam ini terjadi pertempuran yang dahsyat seakan tenaga Devan tidak ada habis-habisnya menggauli istrinya beberapa ronde.


setelah keyna benar-benar kelelahan dan tertidur pulas Devan menyelesaikan permainan mereka dan memeluk tubuh mungil istrinya dan ikut tertidur menghampiri keyna yang sudah masuk ke alam mimpi.


bersambung...

__ADS_1


next...


__ADS_2