
"keyna ...." ucap wanita itu yang ternyata adalah Ica, satu tahun yang lalu hampir saja Ica kehilangan nyawanya namun Tuhan berkehendak lain dan membuat kondisi kesembuhan Ica membaik.
"Ica...." ucap keyna berlari memeluk sahabatnya sekaligus Kaka iparnya.
"key .....kenapa kamu enggak bilang kamu akan balik ke Indonesia" ucap Ica.
"aku sengaja enggak bilang pada kalian ini adalah suprise" ucap keyna semangat.
"apa kak Gibran sudah mengetahui kamu ada di Indonesia" tanya Ica.
"belum...aku belum memberitahukan kedatangan ku" balas keyna dengan senyum manisnya.
"dan Tata apa kau sudah mengabarinya" tanya Ica kembali.
keyna pun membalas dengan menggelengkan kepalanya sambil mengedipkan matanya.
"Ivan pasti akan memberitahukan nya, kau tau sendiri kan, Ivan adalah sekertaris pribadi suamiku otomatis apapun kegiatan Devan, Ivan pasti akan tau "
mendengar penjelasan keyna Ica pun langsung menganggukkan kepalanya.
"kalau gitu mama akan masak yang banyak untuk menyambut kedatangan kalian, dan bagaimana dengan mommy Nayla aku tidak melihatnya sejak tadi " ucap mama Mira.
"mommy tadi langsung pulang bareng papa " ucap keyna.
"oh iya ma keyna bantu masak ya, sudah lama keyna enggak masak, gara-gara Devan selalu melarang ku melakukan hal ini dan itu" adu keyna pada mama Mira.
"sayang aku melakukannya karena aku gak mau kamu kecapean" ucap Devan lembut.
"yah baiklah aku tau." ucap keyna.
"sambil menunggu masak lebih baik kamu Devan istrahatlah di kamar Pati kamu kecapean saat perjalanan tadi" ucap mama Mira lembut.
"iya ma, Devan naik keatas dulu" ucap Devan.
"enggak apa-apa kan aku tinggal istrahat sebentar" ucap Devan lembut mengusap kepala Keyna.
__ADS_1
keyna pun membalas dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis layaknya seperti anak kecil.
"jangan memasang ekspresi seperti itu, bisa-bisa aku akan khilaf sayang" bisik Devan di telinga keyna.
keyna yang mendengar perkataan Devan langsung memukul lengan Devan dengan pelan, Devan pun hanya bisa tertawa saat melihat ekspresi keyna setelah itupun dia segera pergi ke kamar keyna untuk beristirahat.
"aku akan menelfon Gibran sebentar untuk makan malam bersama " ucap Ica meraih ponsel di saku celananya.
"tapi jangan beritahu dia bahwa aku ada disini " ucap keyna.
"baiklah" balas Ica.
akhirnya mama Mira, keyna dan Ica memasak bersama sesekali keyna bercerita tentang dirinya dan Devan saat di Korea dan sesekali mereka tertawa.
tak berapa lama pintu rumah Keyna di ketok oleh seseorang yang membuat Ica langsung segera membuka pintu.
"Tata" ucap Ica.
"Dasar mana keyna, berani sekali dia tidak memberitahukan ku tentang kedatangannya di Indonesia" ucap Tata yang merasa kesal.
Tata pun langsung masuk dan saat melihat keyna tata langsung melempar sepatunya hingga mengenai keyna.
"kenapa kau tidak memberitahukan kabar kepulangan setelah hampir 1 tahun kau tidak pernah mengontak kami " ucap Tata kesal.
"maaf Ta ok.....jangan dulu marah...ambil napas dalam-dalam dan keluarkan " ucap keyna yang mulai panik melihat kemarahan sahabatnya itu.
Tata yang merasa kesal dengan keyna langsung berlari menuju kearah Keyna dan memberikan pelajaran sementara keyna yang mengetahui niat Tata melarikan diri agar tidak mendapatkan amukan dari Tata.
"sini Lo key.....jangan kabur " ucap Tata.
"aku minta maaf Ta.....," balas keyna sambil menghindari Tata.
sementara mama Mira dan Ica yang melihat tingkah Tata dan Ica hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka seperti anak kecil.
"seandainya kau Rika tidak mengambil keputusan bodoh seperti itu" batin Ica mengingat Rika yang sudah meninggal kan mereka sejak setahun yang lalu.
__ADS_1
Tata yang sudah kelelahan mengejar keyna akhirnya menyerah dan langsung beristirahat di atas sofa sambil menyandarkan tubuhnya.
"sini Lo key " ucap Tata dengan nafasnya yang sudah ngos-ngosan.
"Haha Lo makin tua aja Ta......" ucap keyna langsung duduk di samping Tata.
keyna yang duduk di samping Tata langsung di peluk oleh Tata dan membuat keyna kaget saat tau bahwa sahabatnya itu langsung menangis.
"keyna... kenapa enggak beritahu kalau akan datang ke Indonesia hiks...hiks..., apa kau tau selama ini aku dan Ica sangat kahawatir pada mu hiks...hiks.." ucap Tata.
"maafkan aku tidak pernah mengontak kalian secara langsung...maaf..don't cry ok" ucap keyna mengusap air mata Tata.
"hey...apa kalian berdua melupakan ku" ucap Ica.
Tata dan Keyna pun menatap kearah Ica dan memanggil Ica untuk bergabung dan akhirnya ketiga sahabatnya itu pun saling berpelukan dan menumpahkan kerinduan mereka dalam tangisan.
...****************...
malam harinya mereka semua berkumpul makan malam, Gibran sangat kaget saat ia pulang melihat keyna adik kesayangannya itu dan langsung memeluk dan mencium pucuk kepala Keyna, untung saja saat itu Devan sedang berada dalam kamar kalau tidak pasti Devan akan terbakar oleh api cemburu.(Devan....Devan Lo posesif amat π€£π€£π€£) ( Devan: damn....authorπππͺπͺπͺ) ( du...duh...duh...ππππππ kabur )
makan malam yang sangat ramai karena semua keluarga berkumpul menyambut kedatangan keyna dan Devan, dokter Ical dan Melly pun di undang makan malam bersama dengan mereka, namun entah mengapa tingkah Ical dan Melly agak berbeda mereka terlihat seperti canggung dan malu-malu.
keyna yang merasa ada hal aneh pada mereka berdua langsung spontan bertanya.
"apa kalian sudah pacaran....." tanya keyna membuat Ical yang mendengar pertanyaan keyna langsung tersedak oleh makannya begitu pula Melly
semua orang yang ada di meja makan mendengar pertanyaan keyna langsung menatap kearah Ical dan Melly, mendapatkan tatapan dari semua orang membuat Ical mau tidak mau memberitahu hubungan mereka.
"akhirnya Lo enggak jomblo...tapi gua bingung kenapa Melly bisa suka sama Lo ya " ucap Ivan.
"kampret Lo Ivan....Melly suka sama gua karena gua ganteng lah" ucap Ical dengan penuh percaya diri.
sementara semua orang spontan tertawa mendengar jawaban dari Ical, membuat suasana menjadi hangat.
Next......next.....next.....π₯³π₯³π₯³
__ADS_1