
Bulan pun berganti kini keyna dan Devan selalu datang berkonsultasi dengan dokter Melly untuk memiliki seorang bayi yang sangat di impikan oleh kedua insan itu.
namun belum berbuahkan hasil sama sekali sejak kejadian keguguran yang Keyna alami kandungan keyna mengalami sedikit masalah.
"aku takut " ucap keyna menatap Devan.
"apa yang kau takutkan sayang" ucap Devan masih fokus menyetir.
"aku takut kita tidak akan memiliki anak hubby" ucap keyna.
Devan yang mendengar perkataan keyna pun langsung menepikan mobilnya di tempat yang aman.
"kenapa kau berkata seperti itu sayang " ucap Devan mengusap wajah keyna.
"apa kau tidak dengar apa yang di ucapkan dokter Melly kandungan ku sedang bermasalah saat aku pernah mengalami keguguran " ucap keyna menundukkan wajahnya.
"hei sayang dengar aku, aku yakin kita akan memiliki anak yang lucu-lucu percaya pada ku dan dokter Melly juga bilang kita masih punya harapan besar kan untuk memiliki anak" ucap Devan lembut.
"dan kalau seandainya kalau kita belum juga memiliki seorang anak hubby " ucap keyna menatap kearah Devan.
"Jangan mengatakan hal itu sayang, kita sama-sama berdoa agar Allah memberikan kita seorang anak " ucap Devan mengusap kepala Keyna.
"aku kan mengatakan seumpamanya hubby kalau kau tidak memiliki anak dariku apa kau akan mencari wanita lain " ucap keyna menatap maniak mata milik Devan.
Devan yang mendengar ucapan Keyna langsung menarik nafasnya dengan panjang kemudian menyentuh wajah keyna dengan kedua tangan kekarnya.
"dengarkan aku sayang, bagaimana pun dirimu, bagaimana kondisi mu aku menerimanya dan tidak ada dalam pikiran ku untuk mencari wanita lain karena semua kehidupan dan hati ku sudah penuh terisi hanya untuk keyna istri kecilku yang manis" ucap Devan menatap mata sang istri yang di cintai nya.
"apakah itu benar sayang" ucap keyna.
"apa kau perlu bukti " ucap Devan dengan senyum lembutnya.
__ADS_1
"baiklah aku percaya" ucap keyna langsung memeluk Devan.
Devan pun langsung mencium bibir keyna dengan sekilas sehingga berhasil membuat keyna malu dan menutup kedua wajahnya dengan tangannya.
"aku akan mengantar mu pulang dan setelah itu aku harus balik lagi ke kantor, tidak apa kan sayang" ucap Devan mengusap kepala Keyna.
"tidak apa sayang"balas keyna dengan senyum manisnya.
setelah mengantar keyna pulang Devan pun langsung menuju ke kantor untuk mengurus beberapa urusan perusahaan yang belum ia selesaikan.
sesampainya di kantor Devan langsung menuju ke dalam ruangannya untuk menemui Ivan karena harus ada yang Devan bahas bersamanya.
"Ivan bagaimana dengan kondisi 3 orang itu"tanya Devan.
"mereka sudah di tangani oleh dokter Ical namun sayangnya nyawa mereka tidak tertolong begitu pula dengan orang yang pernah aku bawa tuan " ucap Deva. menunduk.
"apa Ical mengatakan sesuatu" tanya Devan.
"katanya dia akan datang di sini untuk membahas masalah ini " ucap Ivan.
tak berapa lama Ical datang dan langsung masuk kedalam ruangan Devan.
"hai bro" ucap Ical langsung duduk di sofa.
"apa yang kau lakukan di sini " ucap Ivan.
"aku sedang membawa informasi yang sangat penting Devan ini serius" ucap Ical menatap kearah Ivan dengan serius.
"baiklah katakan " ucap Devan.
"ketiga orang yang Ivan bawa pada ku mereka semua sudah tidak bernyawa" ucap Ical.
__ADS_1
"lalu " ucap Devan sambil menaikan alis matanya.
"mereka sepertinya tercandu suatu obat seperti narkoba tapi bedanya narkoba bila si pemakai tidak menggunakannya maka mereka merasa cemas dan halusinasi yang berlebihan sementara obat yang di berikan kepada tiga korban ini jika mereka tidak memakai obat itu secara otomatis mereka akan mati " ucap Ical.
"Mati" ucap Ivan.
"Ya mereka akan mati, sepertinya orang yang kalian hadapi ini sangat mengerti dengan dunia medis Devan, apa kau masih ingat dengan kasus kematian pak Damar yang pernah aku jelaskan pada kalian " ucap Ical menatap kearah Ivan dan Devan.
"aku masih mengingatnya dengan jelas " ucap Devan menahan emosinya jika mengingat kematian pak Damar.
"yah itu juga karena obat yang di berikan pelaku, membunuh dengan alami menggunakan obat yang di Indonesia sendiri sangat jarang di gunakan dalam dunia medis" ucap Ical.
"brengs** siapa sebenarnya orang itu" ucap Devan meninju tembok yang ada di ruangannya dengan keras.
"aku akan mencarinya secara cepat tuan, maafkan kelambatan saya dalam mencari informasi" ucap Ivan menunduk karena sampai saat ini pelakunya Ivan belum di temukan.
"dan apa kalian tau kematian orang yang menembak keyna pada saat itu " ucap Ical.
"apa dia juga mengonsumsi obat itu "ucap Ivan.
"Bingo, dia juga mengonsumsi obat itu, aku mengambil beberapa sampel darah yang ada pada tubuhnya karena aku mencurigai sesuatu dan hasil mengatakan bahwa dia juga memakai obat yang sama dengan 3 orang itu " ucap Ical.
"sial " ucap Devan mengepalkan kedua tangannya.
"dan aku ingin mengatakan sesuatu tentang kondisi keyna Devan" ucap Ical.
"ada apa dengan istriku " ucap Devan lembut saat mendengar nama keyna.
"dokter Melly tidak berani mengatakan kebenaran pada mu karena dia sangat takut sehingga dia memberitahu kan pada ku " ucap Ical.
"apa yang di katakan dokter Melly" tanya Devan penasaran.
__ADS_1
"Sebenarnya keyna......" ucap Ical.
udah ya next...yuk next....😊😊😊