
paginya hari pun telah tiba Devan membuka dan mengusap matanya dengan pelan lalu melirik kearah keyna yang masing nyaman tertidur di bidang dada Devan dengan lengan sebelahnya sebagai bantal untuk keyna Devan berbalik sehingga berhadapan dengan keyna lalu mencium kening keyna dengan singkat.
"Good morning little wife " ucap Devan pelan ia tidak ingin keyna terbangun karena suaranya, tapi ternyata keyna sudah bangun dari tadi ia mendengar Devan memanggilnya little wife langsung membuka matanya dan membuat Devan kaget.
"good morning my hubby" ucap keyna mencium kilas bibir Devan.
Devan yang senang karena keyna memanggilnya bukan pak tua melainkan panggilan romantis yang membuat Devan langsung menyerang keyna dengan menciumnya bertubi-tubi, keyna merasa geli dengan ciuman Devan menyuruh Devan segera berhenti.
Devan yang masih mencium keyna terhenti saat handphone Devan berbunyi, Devan pun meraih ponsel miliknya lalu mengangkat telfon dan menjauh dari jangkauan keyna.
keyna yang melihat Devan mengangkat telfon ya jauh darinya membuatnya sangat penasaran sebenarnya siapa yang menelfon Devan sehingga harus menjauh darinya.
keyna masih menatap punggung Devan yang membelakangi nya tak lama kemudian Devan menutup telfonnya dan segera berbalik, Devan menatap keyna dengan wajah yang sangat sedih membuat keyna bingung.
Devan mendekati keyna dan langsung memeluk tubuh mungil keyna dengan erat, keyna masih bingung dengan perilaku Devan yang berubah drastis.
"Ada apa " tanya keyna penasaran menatap Devan.
"kamu janji dulu sama aku " balas Devan.
"janji apa pak tua aku sama sekali tidak mengerti " ucap keyna yang memanggil Devan kembali dengan sebutan pak tua.
"kamu janji setelah mendengar berita ini kamu harus kuat ingat aku ada selalu untuk mu " ucap Devan memeluk kembali tubuh keyna
"Iya aku janji" ucap keyna.
__ADS_1
"papa sudah sehat papa tidak akan merasakan sakit lagi " ucap Devan tak terasa air matanya jatuh.
"apa papa sehat kamu serius pak tua kalau gitu cepat kita ke rumah sakit untuk melihat papa" ucap keyna dengan semangat mendengar papanya kembali pulih.
"Bukan sayang papa sudah tenang' di alam sana dan papa tidak akan merasakan sakit lagi" ucap Devan memeluk erat keyna
keyna mendengar perkataan Devan langsung lemas ia merasa hening seketika kepalanya terasa pusing air matanya tak terasa lolos begitu saja, ia tidak bisa membayangkan papanya akan pergi meninggalkan nya begitu saja.
"Pak tua kamu jangan berbohong pada ku papa tidak akan pergi meninggalkan ku tidak akan PAPA keyna sayang papa kenapa papa pergi secepat ini hiks...hiks...hiks.." ucap keyna menangis histeris di pelukan Devan sambil memukul dada Devan berulang kali, Devan menerima pukulan demi pukulan yang melayang di dadanya itu, karena menurut Devan lebih sakit melihat keyna sedih di bandingkan dengan pukulan kecil keyna.
"Hei tenang lah sayang kamu harus ikhlas hmm setidaknya papa tidak akan menderita dengan penyakitnya selama ini" ucap Devan lembut sambil mengelus kepala Keyna.
"Tidak papa tidak akan meninggalkan ku hiks...hiks.." ucap keyna masih menangis dalam pelukan Devan.
setelah beberapa menit kemudian Keyna mulai tenang dan Devan pun mengajak keyna untuk ke rumah sakit dan melihat papanya untuk terkahir kali.
Gibran adalah satu-satunya penampung hidup untuk kedua ratunya Sekarang tidak ada lagi sosok ayah yang akan menemani hari-hari yang akan mereka lalui.
para dokter pun membuka peralatan medis yang terpasang di badan pak Damar yang sudah terlihat kurus dan sangat pucat, keyna yang melihat kondisi papanya sangatlah sedih ia kembali menangis di pelukan Gibran.
Gibran sangat tegar walau hatinya saat ini sangat rapuh tapi dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan kedua wanita yang sangat Gibran sayangi.
Jenazah pak Damar pun di masukan kedalam mobil ambulan dan di bawa ke kediaman rumah pak Damar.
sampailah di kediaman pak Damar rumah duka mereka sudah terlihat penuh dengan banyaknya para teman-teman perusahaan pak Damar dan kerabat dekat pak Damar dan mama Mira.
__ADS_1
keyna masih setia memeluk Devan sambil melangkah dengan berat, Devan yang memeluk erat tubuh istrinya memberikan kekuatan agar keyna tidak boleh lemah.
teman-teman keyna pun ternyata datang dan menghampiri Keyna, keyna pun melihat teman-teman nya langsung memeluk mereka bertiga dengan erat.
Ica, Rika dan Tata pun menangis bersama di pelukan keyna, sambil mengusap punggung keyna dan memberikan semangat kepada keyna.
"kalian tau dari mana kalau papa gua sudah meninggal " ucap keyna dengan suara parau ya karena menangis.
"Kami tau dari Ica yang memberitahukan " ucap Rika.
"Gua tau dari papa gua " ucap Ica dan di anggukan oleh keyna.
setelah jenazah pak Damar di mandikan, di kafani dan di menghajikan, jenazah pak Damar segera di solat kan oleh imam yang berada di kompleks itu.
setelah itu jenazah pak Damar pun segera akan di kebumikan, saat jenazah pak Damar di bawah pergi mama Mira dan Keyna teriak histeris membuat mommy Nayla segera meraih kedua wanita itu kedalam pelukannya dan teman-teman keyna pun langsung memeluk keyna.
sementara Devan , Gibran dan pak Mahendra mengantar jenazah pak Damar hingga ke pemakaman.
jam sudah menunjukan pukul 5 sore Gibran, Devan dan pak Mahendra pun sudah pulang dari pemakaman dan para kerabat dan tamu pun sudah pada pulang kini tinggal keyna, Devan, mama Mira, mommy Nayla ,pak Mahendra dan teman-teman keyna yang masih setia di rumah keyna.
tak lama kemudian Devan pun mengajak keyna masuk kedalam kamar untuk menenangkan istri kecilnya, mommy Nayla menemani mama Mira di kamarnya, pak Mahendra yang mengerti suasana saat ini terpaksa tidur di kamar tamu dan Gibran duduk berdua dengan seorang gadis yang ternyata adalah pacar Gibran dan teman-teman keyna sudah meminta izin untuk pulang.
"Sayang..." ucap wanita itu menyentuh tangan Gibran dan Gibran yang sudah tidak tahan menahan tangisannya segera langsung memeluk tubuh wanitanya dengan erat dan menumpahkan kesediannya di tubuh kecil wanita itu.
"menangis lah jangan menahannya aku ada disini " ucap wanita itu mengusap kepala Gibran.
__ADS_1
Next...next...😭😭😭
kira" nih siapa pacar Gibran ayo tebak ya 😊🙏