
sementara Devan yang sedang sibuk dengan meeting dengan para kliennya mendapatkan notif pesan yang membuat Devan geram ia tidak menyangka pelakunya akan muncul secepat ini.
Devan pun menghentikan rapatnya dan langsung keluar dari ruangan rapat menuju ke ruangannya yang di ikuti oleh Ivan, Devan pun menelfon pengawal pribadi keyna untuk menjaga istrinya lebih ketat tapi tanpa di sadari oleh orang-orang di sekitarnya.
"Baiklah aku akan mengikuti permainan mu " batin Devan sambil tersenyum Devil.
Devan pun mengirim pesan kepada Gibran untuk hati-hati dan lebih waspada karena orang yang ingin menghancurkan Devan dia akan lebih dulu menghancurkan orang-orang yang ada di sekitanya dan orang yang paling berharga bagi istrinya.
"apa yang harus ku lakukan, aku belum percaya bahwa dia pelakunya" batin Gibran mengusap wajahnya dengan kasar sambil bersandar di kursi kebesarannya.
...****************...
keyna dan teman-temannya setelah sarapan di kantin mereka masuk kedalam kelas mereka masing-masing keyna satu jurusan dengan Tata sementara Rika dan Ica mereka berbeda jurusan.
Tata tampak terlihat cemas entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, Keyna yang melihat ekspresi Tata langsung menyenggol sahabatnya itu yang sedang fokus memandang ke luar jendela.
"Lo kenapa Ta " bisik keyna.
"enggak apa-apa" balas Tata gugup kemudian mereka fokus kembali dengan dosen yang ada di hadapan mereka.
setelah jam pelajaran selesai keyna segera pulang karena ingin beristirahat, hari ini keyna sangat lelah karena padatnya mata kuliah yang harus keyna ikuti.
"mau aku antar " tawar Reyhan yang tiba-tiba saja datang.
"tidak terimakasih kak Reyhan, aku sudah menelfon supir untuk menjemput ku" ucap keyna dengan senyum.
"baiklah kalau begitu aku duluan ya " ucap Reyhan meninggalkan keyna.
tak berapa lama kemudian supir keyna pun datang menjemput keyna. keyna pun masuk kedalam mobil dan merebahkan badannya, dering handphone keyna berbunyi membuat keyna segera mengangkat nya.
__ADS_1
"Hallo sayang" ucap Devan si sebrang telfon.
"hallo my hubby, ada apa telfon kangen ya sama saya pak tua " ucap keyna masih memanggil Devan dengan pak tua.
"kangen banget sayang, oh iya malam ini aku agak lembur jadi kalau kamu istirahat duluan jangan menunggu ku " ucap Devan lembut.
"baiklah sayang " ucap keyna santai karena memang beberapa hari ini Devan sangat sibuk karena perusahaan Devan akan membuat proyek baru bersama rekan barunya.
"oke kalau gitu aku tutup dulu telfonnya, I LOVE YOU my little wife" ucap Devan.
"I love to my hubby" balas keyna langsung menutup telfonnya.
keyna pun kembali menyimpan handphone di dalam tas lalu menyandarkan kepalanya di jendela sambil menatap keluar, keyna melihat penjual buah yang membuatnya begitu ngiler dan Keyna pun menyuruh supirnya untuk segera berhenti.
keyna keluar dari mobil dan membeli beberapa buah segar dari toko buah yang ia lihat tadi, keyna membeli banyak sekali buah hingga beberapa kantong, pak supir yang melihat belanjaan nona mudanya langsung turun dari mobil dan segera membantu membawa belanjaan keyna dan di masukan kedalam bagasi mobil, keyna sangat tidak sabar untuk mencicipi buah yang sudah ia beli dan segera melahap semuanya.
setelah sampai di rumah keyna berteriak memanggil pembantunya untuk membantu nya membawa buah-buahan dan di tatah di dalam kulkas dengan rapi.
sangat lahap ya keyna sangat lahap memakan semua buah yang ia beli, bi Tati saja sampai menggelengkan kepalanya melihat istri dari tuanya sangat lahap memakan buah tanpa memakan nasi dahulu.
" nona jangan terlalu banyak makan nona nanti anda bisa sakit perut " ucap Bi Tati pelan.
"aku pengen bi, rasanya sangat tidak enak kalau melihat buah-buahan itu hanya duduk manis di dalam kulkas " ucap keyna manja sambil memanyunkan bibirnya.
bi Tati hanya bisa tersenyum melihat tingkah nona mudanya yang begitu lucu dan sangat ramah kepada pembantu di rumah ini.
tak berapa lama keyna sedang menikmati makanannya kedua tangan besar menutupi mata keyna hingga membuat senyum keyna melebar dan segera melepas tangan itu dari matanya, keyna segera berbalik langsung segera mencium bibir pria itu yang ternyata adalah Devan.
Devan yang mendapatkan ciuman mendadak dari istrinya langsung kaget entah mengapa belakangan ini keyna lebih agresif terhadap dirinya.
__ADS_1
"kamu bilang hari ini lembur " ucap keyna.
"yah tadinya gitu tapi setelah mendengar suara istri ku entah mengapa aku kangen sekali hingga memilih untuk segera pulang " ucap Devan langsung duduk di samping keyna dan memeluk keyna dengan erat, Devan yang melihat kulit buah yang berantakan di atas meja membuat Devan menatap keyna dengan menaikan satu alis matanya.
"aku yang makan semuanya" ucap keyna santai.
"what sayang apa perut mu tidak sakit memakan buah sebanyak ini " ucap Devan khawatir melihat istrinya memakan buah sebanyak ini.
"aku pengen sayang, apa aku nggak boleh makan ya " ucap keyna menundukkan kepalanya lalu menangis.
astaga ini lah yang paling Devan benci belakangan ini keyna menjadi lebih sensitif jadi Devan sangat berhati-hati dalam berbicara.
"bukan begitu maksudku sayang, aku hanya khawatir dengan perut kecil mu yang harus memuat buah sebanyak ini" ucap Devan sambil mencium pucuk kepala Keyna.
"tapi kalau kamu mau aku akan membelikannya lebih banyak dari ini " ucap Devan menatap keyna.
"beneran sayang " tanya keyna bersemangat.
"iya " ucap Devan.
"kalau gitu sekarang aja aku ingin lagi makan buah, buah yang aku beli tadi sudah habis semua " ucap keyna.
"astaga sayang " ucap Devan menepuk kepalanya.
"kamu nggak mau " ucap keyna memasang raut wajah yang sedih.
"tidak sayang kalau begitu let's go kita cari buah yang kamu suka " ucap Devan menarik hidung istrinya itu.
"entahlah apa yang terjadi pada istri kecil ku tapi kenapa dia semakin manis ya " batin Devan
__ADS_1
cie ..keyna perubahan drastis 😲😲
next lagi yuk