Menikahi Pria Tua

Menikahi Pria Tua
Bab 53


__ADS_3

Setelah kepergian dokter Ical Devan langsung memeluk kembali tubuh keyna yang sangat ia rindukan selama 1 bulan ini.


Lalu Devan pun memanggil perawat untuk membawakan sarapan buat keyna agar keyna bisa meminum obat yang di berikan oleh dokter Ical.


Devan menyuapi keyna secara perlahan walau keyna tidak suka dengan masakan rumah sakit yang menurut keyna begitu hambar namun demi kesehatannya ia terpaksa memakannya.


Setelah makan Devan segera memberikan Keyna beberapa pil obat untuk keyna minum dan setelah meminum obat itu keyna segera berbaring kembali dan mengistirahatkan tubuhnya.


"Dev, aku merasa ada hal yang aneh " ucap keyna mengusap perutnya memang sedari tadi ia merasa ganjal dengan kondisi perutnya yang sudah sangat rata.


"Sudahlah istirahat dulu jangan terlalu banyak bicara" ucap Devan lembut mengusap kepala Keyna.


"Sayang apa ada hal yang kau sembunyikan pada ku aku bisa melihatnya dengan jelas dari mata mu " Ucap keyna pelan.


"Aku tidak menyembunyikan apapun dari mu sayang" ucap Devan mengecup pipi keyna.


"Jangan berbohong pada ku " ucap keyna dan Devan pun tidak bisa mengelak lagi untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


"Tapi janji pada ku jangan menyalahkan dirimu" ucap Devan menaikan jari kelingkingnya.


"Katakan dulu sebenarnya apa yang terjadi" ucap keyna .


"Anak kita sudah tiada sayang, dia sudah berada di surga bersama papa " ucap Devan memeluk tubuh keyna.


Keyna pun mencerna dengan baik apa yang di katakan Devan padanya bahwa anak mereka telah tiada di dunia ini membuat jantung keyna berdebar kencang.


"Jangan berbohong padaku sayang anak kita baik-baik saja di dalam perut ku" ucap keyna melepas pelukan Devan dan menyentuh perutnya.


"Sayang kamu baik-baik saja kan dalam perut mommy, kamu tidak akan meninggalkan mommy kan sayang" ucap keyna dengan air matanya yang mulai mengalir deras.


"Sayang" Ucap Devan memeluk keyna ia sangat tidak tega melihat keyna seperti ini.

__ADS_1


"Tidak sayang anak ku baik-baik saja hiks....hiks..hiks... Dia baik-baik saja lihatlah aku masih merasakan ada kehidupan di dalam perut ku " ucap keyna berusaha melepas pelukan Devan namun Devan tambah memeluk keyna lebih erat.


"Ikhlaskan anak kita sayang, aku tau itu sangat berat untuk mu " ucap Devan mengecup kepala Keyna.


"Apa yang kamu katakan anakku baik-baik saja " ucap keyna Dengan lantang namun dengan suara parau karena menangis.


"Hei sayang jangan seperti ini aku mohon " ucap Devan menyatukan dahinya dan dahi keyna.


"Maafkan aku hiks...hiks...hiks... aku tidak bisa menjaga anak kita dengan baik " ucap keyna.


"Tidak sayang ini bukan salah mu " ucap Devan kembali memeluk keyna dan mengusap kepala istrinya itu dengan lembut.


"Semua ini sudah kehendak Tuhan, kita hanya bisa mengikhlaskan kepergian anak kita " ucap Devan lembut.


"Tidak semua ini salah ku hiks...hiks..aku tidak menuruti bicara mu seandainya aku tidak keluar rumah anak kita pasti baik-baik saja hiks ..hiks.." ucap keyna.


"Pukul aku Dev, ayo pukul aku hiks.. hiks...aku salah Dev, aku membunuh anak ku sendiri" ucap keyna memegang tangan kekar Devan dan memukuli mukanya Dengan tangan milik Devan.


"Kau tidak bersalah sayang percayalah padaku aku tidak menyalahkan mu" ucap Devan pelan.


Setelah puas menangis akhirnya keyna tertidur pulas di pelukan Devan, Devan pun dengan perlahan membaringkan tubuh keyna di atas ranjang pasien kemudian mengusap kepala Keyna dan mencium bibir keyna dengan lembut.


"Tidurlah dengan nyenyak my little wife" ucap Devan pela kemudian Devan mengingat kejadian 1 bulan yang lalu saat dirinya menjadi gila mendengar kabar kematian anaknya.


Flash back ON


Keyna yang berada dalam ruangan IGD membuat semua keluarga menjadi sangat khawatir, Mommy Nayla, pak Mahendra dan mama Mira yang mendengar kabar keyna mereka pun dengan segera menuju ke rumah sakit.


Gibran pun datang bersama Ica dan Rika saat mendengar kabar bahwa keyna mengalami insiden yang sangat tragis.


Mommy Nayla pun langsung memeluk putra tunggalnya itu dengan erat ia sangat tau perasaan anaknya sekarang.

__ADS_1


"Kamu harus kuat sayang untuk istri dan anak mu doakan yang terbaik untuk mereka " ucap mommy Nayla dengan lembut dan mendapatkan anggukan dari Devan.


Pak Mahendra pun memeluk putra tunggalnya itu dengan erat seakan menyalurkan kekuatan untuk putranya itu.


Gibran pun mendekat pada Devan dan mengajaknya untuk ke musholla karena waktu Zuhur sudah masuk, Devan Ivan dan Gibran pun pergi ke mushola untuk melaksanakan solat Zuhur setelah solat Devan berdoa dengan khusyuk pada Allah untuk keselamatan keyna dan anaknya.


"Aku baru pertama kali melihat tuan Devan serapuh ini" ucap Ivan pada Gibran yang sudah selesai melaksanakan solat.


"Apa kamu sudah mencari tau tentang orang yang menembak keyna " tanya Gibran.


"Aku sudah mencari tau semuanya tanpa melewati hal sekecil apapun" ucap Ivan.


"Memang kamu sangat bisa di andalkan Ivan " ucap Gibran memukul bahu Ivan dengan pelan.


"Terimakasih atas pujiannya tapi itu memang sudah tugas saya " ucap Ivan.


Setelah Devan berdoa ia segera berbalik badan dan melihat Gibran dan Ivan yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Maaf aku kelamaan" Ical Devan datar.


"Tidak apa " ucap Gibran.


"Tuan ada hal yang ingin saya sampaikan masalah pelaku yang menembak keyna" ucap Ivan.


"Baiklah jelaskan pada ku " ucap Devan datar.


"Pria itu bernama pak Ibrahim dia bekerja sebagai seorang buru di pelabuhan dan selama beberapa bulan ini dia dikabarkan menghilangkan dan keluarganya pun tidak tau keberadaan pak Ibrahim" ucap Ivan.


"Namun ada hal aneh yang saya temukan tuan " ucap Ivan .


"Hal aneh apa " tanya Devan.

__ADS_1


"Tuan sepertinya pak Ibrahim ini....."


next.....next...next....😫😫


__ADS_2