
oke teman-teman ini bonus buat kalian semua ya... Maaf ya teman-teman... aku jadikan bonus buat kalian semua mana jempol kalian buat like biar author tetap semangat walaupun di rumah aja...
*******
Mereka semua pulang ke rumah dan akhirnya sampai rumah
"selamat malam Tuan, Nyonya, dan Tuan Muda silakan masuk... " sapa pengawal sambil membukakan pintu
"hem terimakasih... " ucap Hajar dengan senyuman kepada pengawal tersebut dan sekilas Rahmat langsung menarik Hajar ke dalam pelukannya, Rifa'i pun menggeleng gelengkan kepalanya melihat papa nya yang cemburu dengan tingkah mama nya tadi.
"oh iya nak kamu tidur aja dahulu papa mau nemanin mama mu dulu... " perintah Rahmat dengan mengusir Rifa'i
"hem.. " dengan deheman Rifa'i langsung menapaki tangga dan masuk ke kamarnya karena tidak betah melihat keromantisan papa nya yang selalu menempel di dalam hati papa nya.
"huh kamar aku kangen deh sama kamu... " ucap Rifa'i dengan merebahkan badannya ke kasur size king yang tidak lama di pakai dengan diri nya karena selama ini dia tidak pernah pulang di rumah ini.
Dengan begitu Rifa'i langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berendam di dalam bathup dengan air hangat.
Sementara papa dan mama nya masih nonton TV biasa orang lagi romantisan padahal setiap hari ketemu lagi,
"pa kita besok ajak Anin ke sini aja buat makan bersama malam nya dan siang nya Rifa'i sama Anin kan menyatakan cinta nya masing-masing, apakah ngga kecepatan pa... " ucap Hajar dengan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minum dan cemilan
"ya ngga lah ma masa kecepatan sih... " dengan mengikuti langkah Hajar kemanapun pergi.
"hem pa jangan ngintilin aku aja sih papa nih ngga malu apa di liatin sama pengawalnya... hem, " ucap Hajar dengan mengaduk kopi yang dia buat dan teh
"biarkan emang masalah nya apa, orang mereka di gaji kok kalau nggak ya mereka bisa papa pecat terus jadika makanan buaya apa ngga harimau di hutan papa... ucap Rahmat dengan memeluk Hajar dengan erat kemudian para pengawal yang ada disana melarikan diri masing-masing
" ih papa jangan gitu dong... mama ngga mau tidur sama papa selamanya kalau papa masih bunuh orang dengan tangan sendiri apa ngga asisten papa tu... "ucap Hajar dengan bergidik ngeri karena suami nya masih melakukan seperti itu lagi.
" ih kok gitu sih ma... Maaf papa salah ya... muach, "tanpa Aba-aba Hajar pun langsung menapok bibirnya Rahmat
" hem papa kok gitu sih ngga ngomong dulu kalau mau cium ya mama mana tau tiba-tiba tangan pengen rasanya napok bibirnya papa... "ucap Hajar dengan kegirangan
" ih sayang bukannya gitu lho ah... kan sakit bibirnya papa langsung biru nih... "ucap Rahmat dengan memegang bibirnya padahal cuma pura pura agar istrinya langsung panik, tetapi tidak buat Hajar karena Rahmat pasti mau mengerjai nya dengan begitu Hajar pun langsung menyuapi nya dengan roti menyumpalkan roti itu ke mulut Rahmat dengan begitu mulut Rahmat penuh dengan roti karena saking banyaknya.
" tuh makan roti... "ucap Hajar dengan kesal karena malam-malam begini masih bisa mengerjai nya
Dengan begitu Rahmat pun langsung menggendong Hajar ke kamarnya dan membawanya ke ranjang dengan kejadian panas.(maaf aku ngga jelaskan he..he.. he maklumin deh) .
Pagi hari yang cerah dan menyinari jendela kamar pasangan yang romantis tadi malam beberapa ronde udahan.
Sementara Anin dan ibunya lagi makan bersama
" bu... aku berangkat ke kampus dulu ya... "ucap Anin
dengan melangkah ke arah ibunya
" iya nak belajar yang rajin muach, "dengan mencium pipi Anin dan menyalami Anin
__ADS_1
Sementara Rifa'i lagi mempersiapkan dirinya untuk Dinas hari ini. Dengan langkah keluar dari kamar dan menuju ke meja makan sambil menuruni tangga.
" oh iya Bara ehm papa sama mama mana kok belum turun juga.... "ucap Rifa'i dengan mendaratkan bokongnya di kursi makan
" ehm ngga tau Tuan Muda... "ucap Bara sebenarnya dia tau pasti Tuan dan Nyonya nya lagi di kamar sambil melakukan adegan panas.
" oke kalau begitu... "ucap Rifa'i dengan mengoleskan selai nanas ke dalam roti dan untuk di makan nya
Rifa'i sambil menunggu orang tua nya di meja makan
" huh kok belum turun juga sih... hah aku berangkat dulu ah dari pada nungguin orang yang lagi romantisan di kamar... "gumam Rifa'i
" eh.. Bara nanti izinkan aku sama papa mama ya aku udah duluan Dinas ya... "ucap Rifa'i melangkah keluar
" iya Tuan Muda... "ucap Bara
Sementara Rahmat dan Hajar masih di ranjang belum juga bangun dan pada akhirnya Hajar pun bangun
dengan melihat jam yang ada di meja samping nya
" hah udah jam 9 ... mas bangun... hei bangun, "dengan menepuk pipi Rahmat dan menggunakan suara khas nya.
" hem ada apa sih yang... "dengan suara khas orang bangun tidur
" nih udah jam berapa... "dengan menghadapkan jam alarm kecil ke Rahmat
" bugh " suara kayak di pukul
"aduh sakit banget... " dengan memegangi pinggangnya dan suaranya pun menggelegar di seluruh rumah sampai pengawal dan pelayan berdatangan di kamar Rahmat
"tok-tok" suara dari luar
"Tuan ada apa Tuan... " ucap salah satu pengawal dengan berani
dengan cepat Hajar pun langsung membukanya
"ada apa Nyonya kok suara Tuan sampai ke bawah lho... " ucap salah satu pengawal
"itu ngga ada apa apa kok silakan kalian lanjutkan perkerjaan kalian ya... " ucap Hajar dengan cepat menutup pintu kamar nya
dengan cepat Hajar langsung membantu berdiri Rahmat dan langsung membawa nya ke ranjang
"aduh mas kamu ini ada ada saja... berat juga ya mas kamu... " ucap Hajar dengan membantu Rahmat berjalan sambil memegangi pinggang nya
"ih yang kok gitu sih... sakit tau.... pijitin punggung mas.... kamu sih.... " ucap Rahmat dengan memegang pinggangnya
"ih kok aku sih kamu aja udah tau terlambat tapi malah encok kan jadi nya... bentar aku cari minyak pijat nya... " sambil mencari kotak obat tetapi ngga ada minyak pijat nya
" mas minyak pijat nya ke mana sih kok ngga ada sama sekali.... coba aku tanyakan di bawah ya.... "ucap Hajar dengan melangkah ke bawah tetapi di cegah oleh Rahmat dengan memegangi pinggangnya yang encok
__ADS_1
"eh jangan aku malu sama pengawal aku... " ucap Rahmat dengan menggaruk kepala nya padahal tidak gatal
"etdah mas.... kamu ini ngga usah malu aku mau ke bawah dulu ambil minyak pijat, " ucap Hajar dengan membantu Rahmat ke ranjang dan melangkah keluar.
Dengan menuruni tangga dan tanya ke pada pembantu disana
"bi... bibi tau di mana minyak pijat bi... tolong ambilkan ya bi... " ucap Hajar dengan pelan sampai ngga kedengaran pembantu nya
"apa Nyonya saya ngga dengar... " ucap Lina
"etdah busyet apa kuping apa cantolan wajan sih bi... bibi punya minyak pijat.... denger ngga.. " ucap Hajar dengan nada agak keras jadi pelayan lain sampai kedengeran dengan ketawa di hati "ngga biasanya Nyonya cari minyak pijat... Hi.. Hi.. Hi, " ucap mereka di dalam hati
"oke, ngga tau Nyonya emang Nyonya mau cari minyak pijat buat siapa? " tanya Lina
"ehm... ngga buat siapa-siapa pokoknya saya butuh minyak pijat ada ngga... " ucap Hajar
"setau saya sih ngga ada Nyonya di rumah ini... " ucap Lina
"terus cari dimana.... " ucap Hajar
"cari di Supermarket atau Apotek Nyonya... " ucap Lina
"oke kalau begitu, Bara kemana dia... " ucap Hajar
"hahahaha... apa tuan Bara apa mau dia di suruh buat cari minyak pijat... " batin Lina sambil membayangkan
"heh Lina ngapain sih busyet dah kalau membayangkan sampai Amerika... haduh, " ucap Hajar sambil menepuk jidat
"eh ya Nyonya, ehm tuan Bara tadi ada di depan Nyonya... " ucap Lina
"hem ya udah kalian ngapain nguping ya, " ucap Hajar sambil menunjuk pelayan
"ngga kok Nyonya ya udah kami permisi dulu Nyonya.." ucap mereka berlima
"haduh gara-gara minyak pijat aja kayak gini jadinya... " ucap Hajar dengan berjalan menuju teras rumah untuk menghampiri Bara, sampai di depan pintu
"eh sama siapa tu Bara kok ngga ada pengawal lain sih di depan... " ucap Hajar di dalam hati
*Bersambung*
oke teman-teman aku up lagi buat kalian ya maaf sekali ini bonus buat kalian sebenarnya aku masih sedikit pusing tapi aku tetap semangat buat kalian.... oke mana jempol, komen dan vote kalian ya oke aku ngga maksa kok. oh ya kalau kalian mau liat Visual nya silakan follow instagram aku ya
πdindafitriani0911π
silakan bagi yang tidak cocok boleh chat instagram aku ya. oh iya akun aku privat jadi kalau aku ngechat kalian untuk proses konfirmasi silakan di jawab ya...
Salam hangat dari author πππ
Author sayang kalian semua πππ₯°π₯°
__ADS_1