
oke lanjut maaf kuota habis hehehe 😂😂😂🤣🤣 jadi agak telat up nya author nya butuh istirahat....
Oh iya besok dan sampai hari sabtu aku telat up ya biasalah ada urusan yang penting do'ain mudah-mudahan author berhasil menyelesaikan urusan pentingnya biar bisa up kembali maaf nanti kalau kata nya sedikit ya tolong di mengertikan.... 😘😘😘
*****************
Hujan akhirnya reda waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya Rifa'i mau ke hotel karena ingin mempersiapkan lamarannya
"bi nanti kalau mama tanya Jawab aja ke hotel ya bi..! " perintah Rifa'i kepada bi isah
"ya aden nanti bibi sampaikan... " ucap bi isah sambil merapikan meja makan karena Rifa'i sudah selesai makan.
"assalamu'alaikum bi... " dengan mengucap salam kepada semuanya
"waalaikumsalam... " Jawab bi isah
Rifa'i membuka pintu mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang pada akhirnya Rifa'i sampai di depan hotel dan Rifa'i di sambut oleh pelayan di Sana tetapi Rifa'i tidak memberikan senyuman nya.
Rifa'i menyiapkan lamarannya di hotel yaitu hotel Wijaya Koesoemo yang merupakan hotel dari keluarga Wijaya Koesoemo dan hotel tersebut berbintang.
__ADS_1
Rifa'i berbincang dengan Direktur hotel atau orang kepercayaan ayahnya untuk mengurus hotel
"hm gimana hotel nya ada masalah atau tidak?" tanya Rifa'i
"tidak Tuan muda semuanya insyaallah berjalan dengan normal... " jawab Direktur
"oh ya sudah tapi nanti kalau ada Masalah biar di selesaikan papa saya... " krena Rifa'i tidak mau langsung turun tangan tetapi ada bantuan dari papanya
"baik Tuan Muda... " dengan menjabat tangan Rifa'i
Rifa'i meninjau keadaan hotel masih di hias, dibersihkan, dirapikan, semuanya serba berbeda dari yang sebelumnya dan hotel ini khusus untuk keluarga besar Wijaya Koesoemo.
"hah bener-bener lelah aku mau mandi aja lah jugaan ini keringet napa nempel mulu... " dengan kesal Rifa'i membuka pintu kamar mandi dan dia ingin sekali berendam di bathup dengan menginginkan otaknya yang telah berpikir keras.
***********
Hajar terkejut karena ada Rahmat di depan pintu sambil meletakkan tangannya di saku celananya
"hm mas mau ke sini oke silakan mas... " dengan begitu Hajar mempersilakan Rahmat dan ingin lari dari Rahmat namun dicegah oleh Rahmat
__ADS_1
"kamu masih marah sama aku ya mas, yaudah tolong lepasin tangan mu... "
dengan begitu Rahmat langsung memeluk tubuh Hajar dengan begitu Hajar penuh tanda tanya
"𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘰𝘬 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘪𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘨𝘪𝘵𝘶-𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘰𝘩 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯... "
"yang aku kangen sama kamu semalem ngga tidur karena pingin tidur sama kamu maafin mas ya... kemaren marah-marah sama kamu... " dengan mengecup kening Hajar karena kenikmatan suami dan istri begitulah
"hm... " ucap Hajar dengan berdehem sebenarnya dia masih kesal
***************
Sementara Anin masih memikirkan Siska dia lebih baik daripada Siska karena kasus pembunuhan atas papah dan mamanya jadi begini dengan begitu Siti melihat Anin lagi menyembunyikan sesuatu dari balik itu semua
"nak ada apa kok wajah kamu sedih gitu... " karena tekanan batin ibu dan anak itu sama kuat jadi bisa merasakan apa yang sama dia rasakan
"bu kasihan Siska dia itu nggak punya orang tua tapi itu semua ada di balik dalang atas pembunuhan ini pasti ada sangkutannya dengan kakek dan neneknya karena mereka meninggalkan Siska di sini tanpa memberikan Siska uang untuk hidup di sini... " dengan begitu Siti terkejut karena sama persis yang di alami oleh sahabat dekatnya
*Bersambung*
__ADS_1
ketemu besok kembali jangan lupa tambahkan ke favorit ya maaf cerita gantung terus dikit author agak ngantuk sebenarnya tapi buat kalian author usahakan... Semangat berkarya 💪💪💪