
maaf telat up ya kemaren 2 hari ngga up hehe maaf ya teman teman aku kapan kapan up 3 episode ya oke masf yaa aku ada urusan yang ngga bisa di tinggalkan oke... 👌👌👌 oke mana semangat nya ya author sayang hehehe 😂😂😂 ngga lucu Thor 😠😠, maaf ya curhatan author bikin kesal kalian... maaf ya author kalau up Dikit ngertiin ya😓😩 aku tambahin karena aku telat up ya.... Ok 👍👌
****************
Sekarang Rifa'i dan orang tuanya bersiap-siap untuk ke rumah Anin.
Sementara Hajar masih berdandan dan Rahmat masih di dalam kamar mandi
"hadeh ini parfum kok aneh ya baunya... " dengan begitu Hajar langsung membuang parfum nya di tempat sampah
Rahmat keluar dari kamar mandi dan Hajar langsung melongo karena melihat Rahmat yang masih berkacak pinggang dan melilitkan handuknya di pinggang
"hm itu tadi udah aku siapkan bajunya tu... " dengan menunjuk baju yang diatas kasur size king
"ya... " jawab dengan singkat
"oh ya mas Rifa'i kan udah menyiapkan semuanya apa kamu bantu juga ngga.... " ucap Hajar dengan memakaikan jam tangan di pergelangan tangan Rahmat
"ya sayang oh iya nanti setelah itu aku mau pergi ya ada urusan kantor yang belum aku selesaikan... " ucap Rahmat
Sebenarnya Hajar pengen sekali marah tetapi Hajar tidak mau memperpanjang masalah karena setiap hari harus berdamai jangan mempersulit masalah yang di hadapinya
"Hem... " dengan berdehem dan Rahmat mengecup bibir Hajar
__ADS_1
"udah ah di liatin para tetangga mu tu lho.... " ucap Hajar dengan melepaskan ciuman nya karena kalau tidak dilepaskan makan akan terjadilah yang sebenarnya
"hm ada aku lho... " dengan begitu mereka langsung melepaskan diri dari pelukan nya masing-masing karena melihat tingkah kekonyolan mereka Rifa'i tidak mau ambil pusing karena dia masih memikirkan gimana nanti lamarannya
"𝘔𝘶𝘥𝘢𝘩-𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪.... 𝘩𝘶𝘩! " batin Rifa'i
Dengan begitu mereka berangkat ke rumah Anin memakai mobil dan ada sekitar 5 mobil yang untuk ke rumah Anin dengan di jaga ketat.
Rifa'i bukan bersama orang tuanya karena nanti papanya sama mamanya pulang dahulu.
Sampailah di depan rumah Anin di sambut baik oleh warga setempat
"assalamu'alaikum pak bu silakan mas masuk aja.... " ucap salah satu bapak-bapak yang sudah paruh baya tersebut.
"Terima kasih pak bu atas kedatangannya mohon di Terima kehadirannya teman-teman dan ibu bapak... " ucap paman Anin dari adiknya ibunya Anin
"ya... " dengan singkat dan akhirnya mereka duduk di karpet
"saya ucapkan terimakasih untuk kehadiran nya maaf kami menyiapkan sepantasnya karena disini juga adatnya begitu jadi mohon di terima dengan baik-baik... " dan paman Anin (Fahri) menyodorkan tangannya berjabat tangan dengan mereka
"ini pak mohon di terima seserahan dari kami, maaf sebelumnya atas kehadiran kami ingin sekali melamar ponakan pak Fahri karena atas izinnya mohon di terima! " dengan sebelum nya mereka menyerahkan seseram mereka
"santai aja pak enjoy jangan terlalu terburu-buru karena ini juga membahas atas dasar keluarga pak, " ucap Fahri dengan menyeruput tehnya
__ADS_1
"mas udah ah malu tau kamu tu ngga bisa apa namanya di ajak becanda dulu apa gimana gitu? " tanya Hajar dengan kesal tetapi dia masih menjaga senyuman nya
"hm begini pak bu mohon izinnya sebentar saya dari keluarga Wijaya Koesoemo kedatangan kami ke sini untuk melamar ponakan bapak yang bernama Anin Fitri Ani dengan anak kami yang bernama Rifa'i Wijaya Koesoemo, nama saya sendiri Rahmat Wijaya Koesoemo dan ini istri saya namanya Hajar Puspita Wijaya Koesoemo Hadi Poernomo dari keluarga Hadi Poernomo. Jadi, bagaimana atas kehadirannya mohon di izinkan! " ucap Rahmat panjang kali lebar karena dia tidak pernah berbicara panjang kali lebar
"ya maaf kami bukan kalangan atas seperti bapak dan ibu, kami cuma kalangan bawah. Jadi, atas ketidaknyamanan mohon di terima! " ucap Fahri
"ya saya mengerti pak bu, saya sendiri memang dulu begitu sama seperti bapak ibu tetapi kami berusaha dan kami mulai dari nol. Jadi, kami tidak sungkan-sungkan untuk datang ke sini karena itu atas permintaan anak saya begitu pak bu... " ucap Rahmat
"𝘵𝘶𝘮𝘣𝘦𝘯 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘦𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘢𝘳.... 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘰𝘱𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢, " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘙𝘪𝘧𝘢'𝘪 dengan mengeluarkan senyuman di wajahnya karena dia pasti ngomong ngga jelas yang ada di pikiran nya
"baik Pak bu kalau begitu ya jugaan makanan kami tidak semewah makanan bapak ibu maaf ya beras tinggal dikit masak tadi juga begitu karena kami ngga panen, panen gagal terus.... beginilah keadaannya kampung kita masih di serang Hama, " ucap Fahri sambil becanda
"ya ngga papa, " ucap Rahmat
Dengan begitu mereka di sertai makan-makan
"eh ini ngga ada apa sayur lodehnya atau sayur rendang masa adanya sayur semur sama kuah ini sama kerupuk, memalukan sekali si Siti ini hadeh, bisa hancur popularitas keluarga kita. " ucap Bi Nanik di dalam hati
Dengan begitu ada yang sengaja menumpahkan sayur supnya
*Bersambung*
maaf ya teman teman aku ngga up 2 hari, karena maklumin saja ya teman-teman, Terima kasih udah ngikutin cerita aku ya 😘😘😘.... oke, ketemu hari jumat lagi ya maaf 😓😩, Maaf ya teman 🙏🙏🙏
__ADS_1