
Pagi hari ini cerah menyinari jendela ruangan Rifa'i di rawat. Anin sedari tadi sudah bangun dan Anin sekarang lagi membantu Rifa'i ke kamar mandi.
“ Hati-hati mas nanti bisa jatuh lho, ” Dengan memegang tangan Rifa'i dan Rifa'i pun tersenyum melihat kekhawatiran Anin.
“ Udah nggak papa kok, ini juga udah mendingan. Kamu mau ikut aku di kamar mandi, emang nggak malu. ” Anin tersipu malu dan memilih untuk keluar sambil menunggu Rifa'i.
“ Aku kok begini ya, ya udah lah terima apa adanya. Daripada aku nggak bisa ngap-ngapa, ”
pintu kamar mandi pun terbuka dan Anin pun terkejut.
“ Ehm kamu lagi mikirin apa coba? Jangan aneh-aneh ya! ” Rifa'i pun keluar dari kamar mandi dan Anin mengekori Rifa'i.
“ Oh iya mas, sekarang kamu boleh pulang. Nanti di jemput supir, mas. Aku cari makanan dulu, ya mas. ”
“ Iya, mas mau siap-siap dulu. Hati-hati ya, ” Anin menyalami tangan Rifa'i dan Rifa'i mencium kening Anin.
“ Assalamu'alaikum, ”
__ADS_1
“ Waalaikumsalam, ” Jawab Rifa'i dengan tersenyum dan Anin keluar dari ruangannya Rifa'i. Ternyata ada papa yang sedang berjalan ke ruangan Rifa'i,
“ Eh nak kamu mau kemana? Papa bawakan makanan buat kalian ini, Rifa'i itu tidak suka yang namanya makanan di rumah sakit. Katanya, ” Ucap Papa mertua dengan menyerahkan rantang tupperware dan minumnya di tupperware.
Anin pun menyalami papa mertuanya dan menerima sarapannya. Papa mertuanya pamit untuk pulang karena tadi ke sini cuma menyerahkan sarapan. Katanya ada meeting di kantor. Anin kembali ke ruangannya Rifa'i, Rifa'i ternyata mengecek barang yang biar tidak ketinggalan.
“ Mas ini tadi papa bawakan sarapan buat kita, kamu makan ya mas. Ini juga masih anget lagi,”
Anin membuka tupperware dan meletakkan satu-satu ada sayur sop dan sambal telur gelundung.
“ Oh iya neng ambilkan gelas di meja itu, ” Anin mengambil gelasnya dan menyerahkan ke Rifa'i.
“ Oh iya neng kamu nggak makan, katanya tadi lapar. Ini masih banyak lho, ” Rifa'i menyantap makanannya dan Anin masih bengong.
“ Neng kamu kenapa? ” Tanya Rifa'i dengan membuyarkan lamunan Anin dan Anin menyadari bahwa dari tadi ingin sekali minum.
“ Nggak papa kok mas, iya aku makan ini. ” Anin pelan-pelan makannya biar nggak kesedak. Anin mengambil sayur sopnya saja karena ingin mendapatkan cairan.
__ADS_1
Setelah selesai makan, akhirnya Rifa'i ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan Anin mengambil gelas yang di pakai oleh Rifa'i tadi.
Karena prinsip Anin adalah ; istri nabi Muhammad SAW saja pernah minum bekas Rasulullah SAW.
Anin dengan cepat dan Rifa'i tersenyum kepada Anin. Baru saja dari kamar mandi dan Anin pun tersedak.
“ Uhuk uhuk,”
“ Astagfirullahalazim neng, kamu itu jangan malu! Sebab dari tadi mas perhatikan kamu mau minum tapi nggak bilang sama mas, ” Dengan mengelus-elus pundak Anin dan Anin seperti merah tomat.
“ Iya mas, maaf tadi neng mau minum tapi neng malu sama mas. ”
“ Iya neng, gimana udah enakan apa belum? ” Tanya Rifa'i dan Anin mengangguk. Rifa'i duduk di kursi menunggu sopir. Ternyata sopir sudah sampai di ruangan Rifa'i.
* *Bersambung
Jangan lupa like, komen, dan vote. Kalau mau mampir silakan follow instagram author,
__ADS_1
@dindafitriani0911
Terima kasih atas semua dukungan teman-teman dan silakan bagi yang mau mampir ke grup!! Di tunggu, lanjut terus**