Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Ijab kabul


__ADS_3

Bagi yang tidak minat ataupun ada kesalahan mohon maaf, ke depannya saya perbaiki. Tetapi saya mau mengulang kembali nanti saya nggak bisa up lagi. Pusing dan saya sudah merasakan bagaimana sakitnya menjadi author, saya sudah merasakannya sekarang. Tetapi untuk hobi saya buat novel ini saya akan perbaiki kembali kalau udah ada waktu ataupun bagaimana?


~Curhatan Author~


********


~Pagi Hari~


Anin sekarang bersiap-siap untuk ke hotel yang untuk melaksanakan upacara panggih


"Oh iya mbak sekarang bagaimana


perasaannya? Jangan terlalu gugup buat menikah ya, mbak! " Ucap Rika (anak dari adiknya ibunya Anin)


"Iya dek, mbak dari kemarin udah gugup benget. Mbak dari semalam ngga bisa tidur. " Ucap Anin dengan deg-degan


"Iya mbak. Kalau begitu kita ke depan aja kayaknya udah pada ngumpul semua, " Rika pun menggandeng Anin dan membawanya ke depan.


"Allhamdulilah, kalau begitu kita berangkat dan sebelum itu kita berdo'a, mudah-mudahan selamat dalam perjalanan. Berdo'a dimulai, " ucap ustadz


Dengan begitu semua pun berangkat dan semuanya menuju ke hotel.


Sampailah di hotel dan calon mempelai wanita di arahkan ke jalan yang berbeda ke arah kamar.


"Oke, kalau begitu kita rias. Oh, iya mbak sekarang mbak ganti baju dahulu dan mbak Nur akan membantu mbak buat ganti baju. " Anin pun masuk ke dalam kamar mandi dan ganti baju pun di bantu oleh mbak Nur.

__ADS_1


Anin sudah selesai berganti baju dan sekarang waktunya untuk di rias oleh MUA (make-up artist)


"Mbak mau duduk atau tidur? kalau tidur, tidur aja di ranjang dan kami akan merias mbak. Oh iya mbak, mau bulu matanya di potong apa ngga? " Tanya mbak Sania


"Tidur aja mbak. Bulu matanya ngga usah di potong. " Jawab Anin


"Ya mbak. " Dan mbak Sania sama mbak Nur pun merias Anin. Sampailah Anin sudah selesai.


******


Tibalah waktunya untuk ijab kabul dan Anin sekarang keluar di gandeng oleh sesepuh wanita. Sama dengan Rifa'i keluar dan menuju ke kursi yang di sediakan untuk pengantin


Di sana sudah ada penghulu, orang tua ke dua mempelai, dan saksi-saksi menikah.


" BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, Alhamdulillahirabbil alamin, Wassolatu wassalamu ala asrofil ambiya I walmursalin. Wa’ala alihi wasohbihi ajmaiin. Amma ba’du.


Yang saya hormati kepada Pak Edi dan bu Siti sebagai orang tua calon mempelai wanita yang bernama Anin Fitri Ani.


Sekali lagi yang saya hormati lagi kepada keluarga Wijaya Koesoemo. Bapak Rahmat Wijaya Koesoemo dan Ibu Hajar Wijaya Koesoemo, orang tua dari Rifa'i Wijaya Koesoemo sebagai calon mempelai pria.


Yang saya hormati Bapak dan Ibu para hadirin undangan yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, dan


Yang saya cintai dan sayangi kedua mempelai Ananda Rifa'i Wijaya Koesoemo dan ananda Anin Fitri Ani.


Pertama sekali marilah kita panjatkan puji syukur ke Hadhirath Allah SWT., yang telah memberikan limpahan Rahmat dan karunia kepada kita semua, antara lain berupa nikmat kesehatan dan kelapangan waktu sehingga bisa berkumpul menghadiri acara resepsi pernikahan, ananda :

__ADS_1


~Rifa'i Wijaya Koesoemo dan Anin Fitri Ani~


Selanjutnya Shalawat dan Salam marilah kita sampaikan kepada junjungan kita, Baginda Rasulullah Muhammad SAW, kiranya kelak di hari yaumil akhir kita mendapat syafaat dari Beliau. Amin Ya Robbal Alamin.


Para hadirin undangan yang terhormat,


Perkenankanlah kami atas nama keluarga besar Bapak Rahmat Wijaya Koesoemo dan Ibu Hajar Wijaya Koesoemo sebagai orang tua dari ananda Rifa'i Wijaya Koesoemo, serta bapak Edi dan Ibu Siti Nurhaliza sebagai orang tua dari ananda Anin Fitri Ani.


menyampaikan sepatah dua kata sebagai pidato penyambutan. Untuk itu kami mengucapkan Selamat Datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak-ibu, hadirin undangan yang terhormat, karena telah sudi meluangkan waktu dan meringankan langkah untuk menghadiri ijab kabul ini.


"Oke, sekarang acara pertama kita akan mulai ijab kabul. " Ucap pembawa acara


Penghulu pun mulai bicara dan di tengah-tengah pun mulai becandaan supaya kedua mempelai tidak canggung.


"Sudah siap ananda Rifa'i, kalau sudah siap silakan jabat tangan bapak Edi. " Bapak Edi pun membawa kertas dan untuk menjadi wakil wali menikah atas wali ayah dari mempelai wanita.


"Ananda Rifa'i Wijaya Koesoemo, " dengan begitu Rifa'i adem panas dan harus hafal


"Ya saya sendiri, "


" Saya nikahkan engkau dengan keponakan saya yang bernama Anin Fitri Ani dengan mas kawin dua kain kafan, cincin seberat 50 gram, dan seperangkat alat sholat di bayar dengan tunai. "Ucap Pak Edi dan Rifa'i mulai satu tarikan


" Saya terima nikahnya Anin Fitri Ani dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. "Ucap Rifa'i dengan satu tarikan


" Bagaimana para saksi sahhh.... "

__ADS_1


*Bersambung *


besok lagi, ini buat kalian semua. Aku curi-curi waktu buat nyempetin up novel ini. Jangan lupa like, komen, dan vote.


__ADS_2