
Air mata Rifa'i pun menetes membuat Anin tersenyum dan memencet belum untuk dokternya. Sekarang sudah di ganti dokternya karena Rahmat tidak mau penanganan anaknya sungguh memburukkan bagi Rahmat sendiri.
Dokter dan suster pun masuk ke ruangannya Rifa'i di rawat. Dokter memulai memeriksanya dan Anin ingin sekali melihat Rifa'i tersenyum kembali.
“ Bagaimana keadaan anak saya dok? ” Tanya Rahmat yang di depan pintu dan menghampiri Anin.
“ Iya Tuan kalau keadaan Tuan Muda mulai membaik, Tuan. Kalau begitu kami berdua permisi dulu, Tuan. ” Dokter pun tersenyum dan meninggalkan Anin bersama Rahmat.
“ Allhamdulilah mas akhirnya kamu udah sadar, aku Anin mas istri kamu. ” Dengan begitu Rahmat pun tersenyum dan meninggalkan pasangan tersebut.
“ Siapa emang? Aku aja nggak kenal kok. ” dengan suara seraknya dan Anin mengambilkan gelas yang berisi air putih yang telah di sediakan oleh rumah sakit.
“ Heh emang nggak kenal siapa aku? Ya udah aku pulang aja biar papa yang ngurus kamu. ” Anin pun ingin keluar, tetapi Rifa'i mencegahnya dan Anin jatuh ke pelukan Rifa'i. Rifa'i pun keblabasan mencium bibir Anin. Adakah nyamuk di balik ini semua,
“ Ehm, aduh ini mata papa udah sakit. Kangen mama di rumah. Ya udah papa tidak mau mengganggu kalian, kalian lanjutkan. Papa mau pulang dulu ya, assalamu'alaikum. ” Ucap Rahmat dengan keluar dari ruangan Rifa'i di rawat.
__ADS_1
“ Kan kamu mas, malu tau sama papa. Aku masih marah lho sama kamu, ”Anin pun malu-malu kuceng.
“ Udah papa juga sama malahan lebih parah lagi, ” Rifa'i pun mulai tangannya dan mencoba untuk bangun, tetapi Anin mencegahnya
“ Mas jangan mulai lagi ya, aku nggak mau kamu kambuh lagi. ” Rifa'i pun menggengam tangan Anin dan menciumnya.
“ Maafkan aku bila merepotkanmu nantinya, tetapi aku tidak ingin melihat kamu menderita bila di sampingku. Carilah pasangan yang bisa mendampingi hidupmu sampai akhir hayat, bukankah aku ingin melepaskanmu. Aku ingin melihatmu bahagia di depan mataku sendiri, ”
Ucap Rifa'i dengan meneteskan air mata dan membuat Anin pun menangis.
“ Kamu emang wanita yang sempurna dan melainkan hati ini. Aku mempunyai istri yang sempurna di depanku dan hatiku selamanya untukmu. Aku akan berjanji untuk membahagiakanmu sampai akhir hayat, kita harus melewati semua demi anak dan cucu kita nanti. ” Rifa'i mengelap air mata Anin
“ Iya mas, aku juga berjanji akan menjadi istri yang membahagiakanmu sama seperti kamu membahagiakanku. ” Rifa'i pun tangannya mulai utal-util kemari ke sana.
“ Oh iya mas tadi aku lupa kalau besok mas bisa di bawa pulang. Jika sehat walafiat, ” Ucap Anin untuk memberhentikan pikiran negatifnya.
__ADS_1
“ Iya, aku tau. Tapi ambilkan aku minum dulu, ini haus kerongkongannya. ” Anin menyodorkan gelasnya dan Rifa'i meminumnya sampai habis.
“ Hm, mas aku mau bilang kalau nanti di tanyakan sama mama. Nanti jangan bilang macam-macam ya. Awalnya papa nggak pengen kalau mama nanti keterusan, ” Anin mengingatkan kalau nanti di rumah jangan cerita aneh-aneh kepada mamanya.
“ Iya, oh iya neng kamu nggak tidur. Itu mata kamu udah merah tu, ” Dengan menunjuk mata Anin dan Anin wajahnya langsung merah kepiting rebus.
“ Iya udah kamu tidur aja sama mas, ”
* Bersambung *
wkwkwk 🤣🤣🤣aduh Anin sepertinya mau jatuh ke tanggal 1 malam pertama ini. Di rumah sakit lagi, jangan lupa like, komen, dan vote.
Author ini mau ambyar lagi waduh kisah selanjutnya gimana ini? Author mau beli salonpas biar hangat di badan langsung pegalnya hilang. Strong terus pokoknya... Muahh Muahh lope... lope...
salam pembuat halu...
__ADS_1