
Assalamu'alaikum kakak-kakak semuanya, kembali lagi di sini... Maaf ini masih ada lanjutannya ya sekitar 3 part ke depannya....
Oke season-2 nanti di umumkan ya... Oke,
Semangat terus..... Mudah-mudahan selalu sehat walafiat.... Amiin ya robbal alamiin
🌷Happy Reading 🌷
Setelah sholat maghrib, akhirnya Anin siap-siap untuk ke rumah ibunya. Anin menggunakan hijab dan baju gamis syar'i, yang di beli pada saat sebelum menikah dengan Rifa'i. Anin sudah siap dan Anin menyiapkan beberapa pakaian untuk menginap di rumah ibunya.
“ Oh iya mas, ini kopernya aku bawa ke mobil dulu ya. Kamu siap-siap aja. ” Sedangkan, Rifa'i menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang berwarna hitam. “ Nggak usah, nanti sekalian aku bawa. Nanti kamu keberatan, ” Rifa'i meletakkan jam tangannya di laci dan menyisir rambutnya.
__ADS_1
Anin pun keluar dari kamar, Anin menuruni anak tangga dan menuju ke dapur untuk mengambil minum. Anin mengambil gelas dan menuangkan airnya, bi Ijah lewat dari kamarnya
“ Non mau apa? Apa mau di bantu, Non? ” Tanya bi Ijah, “ Nggak usah bu, bibu ke kamar aja. Istirahat, jugaan kita mau ke rumah Ibu. ” Jawab Anin. Rifa'i menuruni anak tangga dan membawa koper. Rifa'i menuju ke dapur dan mendekat ke Anin. “ Ayuk, yang! Kita pergi, ini udah malem jugaan. ” Ucap Rifa'i dengan menggandeng tangan Anin dan Anin menghempaskan dengan pelan, “ Apaan kamu ini, aku mau ambil minum dulu. ” Rifa'i menunggu dan akhirnya Anin bangkit dari kursi.
“ Bu kita berangkat dulu ya, assalamu'alaikum. ” Ucap Anin menyalami bi Ijah,
“ Waalaikumsalam, Hati-hati nona sama Tuan. ”
Anin benar-benar merasa kesal, untung saja Rifa'i keluar.
Rifa'i melihat Anin sedang duduk di lantai, padahal lantainya kotor. Dengan tidak merasa bersalah, “ Yang kamu kenapa? Kok duduk-duduk begitu, ” Tanya Rifa'i dan Anin menghela napasnya. “ Kenapa? Kenapa? Nggak tau apa sini itu berdiri sampai lumutan ini kaki. Jelas-jelas sini nggak bisa masuk ke mobil, huh tenagaku terbuang begitu saja. ” Ucap Anin dengan kesal dan Rifa'i cengengesan, “ Hahaha, iya maaf aku lupa tadi. Soalnya penting urusannya, ” Ucap Rifa'i dengan nada tidak bersalah dan mengecup bibir Anin secara singkat. “ Eh siapa yang bolehkan kamu buat nyosor ini bibir? Ha, ” dengan begitu Anin langsung mencubit perut Rifa'i dengan kuat dan Rifa'i meringis. “ Ampun yang, aduh sakit ini. ” Dengan menunjuk bagian yang sakit adalah bibirnya, padahal dia ingin kesempatannya tidak terlewatkan. “ Mau apa itu bibir, monyong-monyong kek gitu. Cepet buka, daripada kita terlambat nanti. ” Ucap Anin dan Rifa'i cemberut, dengan cepat Anin menciumnya. Rifa'i akhirnya semangat empat lima,
__ADS_1
Rifa'i membuka pintu mobil samping kemudi dan Anin masuk ke dalam mobil. Rifa'i memutar arah dan masuk ke kursi kemudi. Rifa'i memasang sabuk pengaman dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata, “ Mas nanti beli itunya diskonan aja ya, kalau di mal mahal-mahal soalnya. Aku aja satu kali masuk langsung kaget dengan harganya, ” Rifa'i menoleh ke hadapan Anin. “ Emang itu di pasar. Iya kalau di mal itu kayak di pasar nggak papa, malahan cepet bangkrut itu mal. Dengan melayani para pembeli, yang setiap hari minta diskon. ” Ucap Rifa'i dan Anin cengengesan.
“ Hehehe, soalnya aku pernah tau temenku itu pakek diskon kalau di mal. Tapi nggak bangkrut juga malnya. ” Ucap Anin
*Bersambung*
Hahaha iya nin kalau di mal minta diskon setiap hari, mening ke mal aja daripada di pasar ya... Hahaha diskon itu emang bikin bahagia dan bikin ngakak sama penjualnya, tawar terus pokoknya.... Sampek sukses bro,
Bagi yang mau mampir, silakan mampir ke instagram author ya... Di jamin bakal di follback, okekkke👌👌👌
@**dindafitriani0911
__ADS_1
Salam manis dari author**