
Hai ketemu kembali teman teman yang aku sayangππππ Tetap Semangat untuk berkarya ya.... ππ walaupun tetap dirumah... Jangan lupa Like yang banyak ya... biar aku semangat.....
Dan para dokter dan suster di suruh mengumpul di ruangan untuk berkumpul nya para dokter untuk membahas masalah rumah sakit.
"hm kamu ya... oke saya peringatkan lagi kalau ada orang yang kurang mampu membayar rumah sakit kalian harus bantu bukannya malah menghilangkan nyawa orang-orang yang kurang mampu dan jangan membedakan setiap orang kaya atau miskin kita sama-sama orang sama ciptaan Tuhan bukannya membedakan miskin dan kaya... ngerti kalian... " ucap Rahmat dengan tatapan tajam
"ngerti Tuan... " ucap mereka dengan kompak sambil menundukkan kepala nya dan mengelap keringat masing-masing padahal ruangan ber-ac tetapi mereka takut kepada pemilik rumah sakit.
"ya sudah, saya mau dokter yang menangani mbak siti nurhaliza segera mempersiapkan untuk melakukan operasi.... ngerti kamu... " ucap Rahmat
"ngerti tuan... " ucap pk. Harun
"iya sudah saya mau kalian lanjutkan pekerjaan kalian dan jangan lupa pesan saya tadi kalau kalian lupa dengan pesan saya tadi, saya akan memecat kalian dan jangan harap kalian bisa makan dan hidup di jalanan... " ucap Rahmat
"baik Tuan, kalau begitu kami permisi untuk keluar Tuan... " ucap pk. Anwar mewakili semua para dokter yang ada disana
"hem... iya udah sana saya juga mau keluar menuju ruang operasinya mbak siti nurhaliza... " ucap Rahmat dengan melangkah keluar dari ruangan tersebut
Sedangkan dokter dan suster masih mengobrol di depan pintu ruangan tadi.
"gini ya teman-teman kita bisa-bisa mati di tangan Tuan Rahmat lagi kalau kita ngga profesional... ya udah yuk kita kerja lagi dan jangan kalian lupakan pesan Tuan Rahmat tadi ya... " ucap pk. Syam
"ya udah yuk... " ucap dokter yang mengobrol disana dengan pak Syam
Sedangkan Rahmat berjalan menuju ruang operasi dan menyusul istrinya yang lagi menemani Anin
"eh, mas darimana aja kamu kok tadi aku cariin ngga ada... aku tanya Bara tadi katanya ada urusan ya... " ucap Hajar dengan pelan dan mendaratkan bokongnya di sampingnya Rahmat
"hem iya tadi aku ada urusan yang... " ucap Rahmat dengan memainkan leher Hajar
"ih udah ah... malu nanti di liatin sama orang lagi dan tu ada calon menantu kamu emang ngga malu apa... " ucap Hajar dengan menggenggam tangan Rahmat biar memberhentikan permainannya bisa-bisa keblabasan lagi
__ADS_1
"iya.. " ucap Rahmat dengan pasrah
"oh iya sayang kamu jangan sedih ya... InsyaAllah ibumu cepat selesai operasinya dan sembuh... nanti kalau kamu sedih ibumu tidak akan sembuh lho... semangat ya... " ucap Hajar kepada Anin
"iya tante... " ucap Anin dengan mengelap air matanya deng kain yang di berikan oleh Hajar "makasih tante... " lanjut Anin
"iya sayang... kamu makan dulu ya ini nanti kamu sakit lho kalau ngga makan ya... mama suapin ya... " ucap Hajar
"iya tante makasih lho aku mau makan sendiri aja... " ucap Anin sambil membuka tupperware yang di berikan Hajar
"oh iya sayang kamu panggil mama aja ya jangan tante.... dan kalau panggil om papa aja ya... " ucap Hajar
"ada-ada saja mama ini huh... " ucap Rahmat di hati
"iya mam dan pap..." ucap Anin
"hem gitu dong sayang... senang liatnya mama... " ucap Hajar
Sampai 2 jam dokter dan suster yang ada di dalam belum keluar juga sama lampu yang ada di atas pintu ruangan operasi belum padam berarti operasi nya belum selesai sampai Anin mondar-mandir kaya gosokan.
sampai akhirnya lampunya padam dan akhirnya yang di tunggu-tunggu adalah dokter
"maaf ada sedikit kendala tadi Tuan... jadi butuh beberapa jam untuk memulihkan tenaga ibu siti nurhaliza untuk di bawa ke ruang inap Tuan... " jelas dokter pk. Harun sambil melepaskan maskernya
"iya sudah... oh iya nanti kamu bawa ke ruang VVIP ya... " ucap Rahmat
"Baik Tuan.. " ucap pk. Harun
sampai 1 jam kemudian ibu siti nurhaliza sudah di pindahkan ke ruang VVIP dan ibu siti nurhaliza sudah sadar.
"nak ini ibu di mana... " tanya Siti nurhaliza dengan memegang kepalanya
__ADS_1
"gimana dokter keadaannya... " tanya Hajar
"oke ibu siti nurhaliza sudah sadar jadi keadaan nya sudah mulai membaik Nyonya Tuan, jadi saya tinggal dulu ya Nyonya Tuan saya ada pekerjaan lain.... kalau ada apa-apa hubungi saya aja... " jelas dokter sambil meninggalkan ruangan VVIP tersebut.
"mbak... mbak ada dirumah sakit... " jelas Hajar dengan memegang tangan siti
"kok mbak ada disini... " ucap siti
"iya tadi aku dapat kabar dari Anin... " ucap Hajar
"oh iya... makasih lho mbak Hajar udah ke sini.. oh iya yang membayar rumah sakit ini siapa nin... " tanya siti
" ehm... tante Hajar bu... "jawab Anin
" hem... kok bisa... oh iya mbak Hajar syarat nya apa ya biar saya bisa bayar hutang saya ke mbak... "ucap siti
" hm... gini mbak... gini Anin ini kan paling di tunggu-tunggu jawaban dari kamu nanti tante mau kenalin anak tante sama kamu ya... gimana Anin maukah kamu nikah sama anak tante... itu mbak syaratnya... "ucap Hajar
" hm... itu ya mbak... kalau gitu ibu restuin kalian buat menikah kan anak Mbak Hajar juga baik kok... yang penting kalian bahagia ibu juga bahagia demi masa depan kamu nak... "ucap siti dengan menggenggam tangan Anin
" hm.. gini tante om kalau aku udah kenalan dulu sama anak om dan tante kalau udah mantap di hati Anin... InsyaAllah Anin Terima... "ucap Anin
" hm... ya udah perkenalan dulu kalau kalian tidak mau ya tidak apa-apa hutang kalian bisa kalian bayar dengan menjadi keluarga di rumah saya... ya"ucap Hajar
"iya tante... makasih ya... " ucap Anin
*BERSAMBUNG*
oke aku hari ini up nya ngga terlambat kaya kemaren... maaf ya teman-teman πππ kalau aku terlambat up... Terima kasih ππππ udah mengikuti novel ini..
Jangan lupa LIKE, KOMEN, DAN VOTE dan jangan lupa kalian memberi bintang ya jika kalian ikhlas dan sesuai hati kalian masing-masing aku ngga maksa kok. Oh iya satu lagi kalau ada yang membaca mencapai 150 lebih dan like sudah mencapai 50 lebih aku hari ini up double ya... Silahkan kalian tambahkan ke favorit ya...
__ADS_1
Salam hangat dari author πππ