Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Di Rumah Calon Istri


__ADS_3

🌹ulalala jangan lupa follow instagram aku ya


🌹dindafitriani0911🌹 Oke, nanti kalau udah follow aku follow kembali jangan lupa tinggal kan komentar biar aku follow instagram kalian terlebih dulu baru kalian yang memfollow instagram aku ya, tinggal nama akunnya aja di komentar.


Happy Reading


____________________________


Rifa'i pun menunggu Anin dan memakan cemilan yang di sediakan oleh ibunya Anin (Calon ibu mertua).


"Ternyata enak juga ya, kuenya yang di buat calon ibu mertuaku. Huh, " dengan begitu Rifa'i memberhentikan makannya karena Calon ibu mertuanya sudah kembali.


"Hm, bentar ya nak. Anin lagi bangun tidur tadi telat bangun jadi, ya gitu. " Karena tadi mau dinas pakai pakaian biasa karena acara cuma berkumpul jadi Rifa'i batalkan untuk jalan bareng sama Anin.


"Iya, bu. Ini kue buatan ibu enak banget lho. Padahal cuma kue kukus tapi lebih enak dari masakan mama, lho. " Dengan memuji kue ibunya Anin

__ADS_1


"ngga kok nak. Itu cuma bahannya apa aja. Oh iya bagaimana keadaan Mbak Hajar sama mas Rahmat? " Tanya Siti


"baik kok, " karena dari kemarin sampai pagi tadi Rifa'i belum melihat papa sama mamanya.


___________________


Anin langsung memakai baju dan kerudung. Sebelumnya memoleskan bedak sedikit di pipinya. Anin pun mencatolkan handuk ke jemuran belakang dan melewati dapur.


"Wih, masakan ibu menggoda banget nih. Ah udah mau temuin calon suami kamu ngga. " Dengan melangkah ke ruang tamu yang rumahnya semua bertema kayu jadi dari lantai dan dinding, semuanya dekorasi rumahnya kayu nampak lah sebuah rumah sederhana dari depan tetapi di dalam rumahnya tertata rapi barang-barang yang terbuat dari kayu yang dahulunya kakek dari ayahnya ibunya Anin itu Arsitek yang mempelopori tentang kayu. Semua yang di bangun elegan tetapi fantastik.


"Assalamu'alaikum pak, " dengan duduk di samping ibunya.


"baik Pak, oh iya tante Hajar sama om Rahmat. Bagaimana keadaan beliau? " tanya Anin karena Rifa'i sekali ke sini dia pasti bawa pengawal apa ngga orang tuanya.


"Hm, baik kok. " Dengan meminum teh

__ADS_1


"oh iya nak. Kamu udah makan? kalau, belum ayuk makan sama kita! ibu udah masak banyak lho. Pas aja nak Rifa'i ke sini. "


"iya, bu. Tadi cuma sarapan pakai roti. Jadi, belum kenyang. " Jawab Rifa'i


"oh iya lho mas, masakan ibu tu emang jos markotop kalau di bandingkan keluarga ibu sih. Ibu yang juara. " Timpal Anin dengan menyadari perkataannya tadi, Rifa'i tersenyum mengejek kepada Anin.


"Hm, coba aku cobain. Tetapi, tadi kue kukus nya aja enak banget apa lagi masakannya? huh, kayaknya jos markotop nih. " Dengan mengelus perutnya karena melihat masakan ibu Siti emang langsung tancep gas. Ambil piring, ambil nasi, ambil sambel terasi, ikan bakar, dan lalapan nya.


"Huh, enaknya muantap poll. Sambel terasi nya aja kayak sambel jos. " Dengan begitu Anin dan ibunya tersenyum karena melihat orang kaya tetapi tingkahnya kalau makan kok jadi ke mana-mana.


Rifa'i pun dengan pdnya karena langsung tancep gas aja, ngga di persilakan dulu malah makan dulu. Emang yang punya rumah itu siapa? kok, langsung tancep gas aja kayak ngga pernah makan selama 1 tahun.


"Iya, tu kayak ngga pernah di kasih makan sama mamanya selama 1 tahun tu. " Dengan begitu Rifa'i pun tersedak dan Anin langsung mengambilkan minum untuk Rifa'i.


*Bersambung*

__ADS_1


Pesan : Nih yang jomblo hatinya meronta-ronta, huh dasar lho kok ngga di lanjut Hajar sama Rahmat. Sabar besok. Nungguin kelanjutannya simpan ke favorit jangan lupa!.....


woy author nih masih sakit kok jadi semangat empat lima ya, jangan lupa bayar jempol kalian buat like, komen, dan vote.


__ADS_2