Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Terbongkar


__ADS_3

🌹Jangan lupa like, komen, dan vote🌹


🌹Jangan lupa follow instagram author ya,


"dindafitriani0911" 🌹


Author selalu menunggu kalian semua untuk bergabung ke instagram nanti author follow balik deh biar seneng. Eh, itu semua pemaksaan Thor, huhuhu pemaksaan nanti di tuntut balik huhuhu. Jangan pada demo ke author ya nanti kalian pada demo ke author, jadi author ngga maksa buat mau follow atau tidak kan yang punya akun kalian bukan author, Oke👌👌👌. Di kolom komentar silakan buat nama akun kalau mau author follow instagram kalian. Maaf author sukanya maksa ya. Sebagai permintaan maaf author, Author kasih bonus buat kalian semua tetapi jempol kalian buat like, komen, dan vote di gunakan ya, Jangan pelit-pelit Oke! HEHEHEHEHE maaf author salah kata lagi. Waduh kebanyakan curhat ni author, kapan mulainya. Ini dibaca,


Happy Reading


______________________________


Hajar pun mendekat dan telinganya untuk mendengarkan pembicaraan mereka dan meletakkan senternya di sampingnya. Hajar duduk jongkok. Percuma saja kalau ruangan tersebut kedap suara jadi yang di luar tidak dengar, kalau didalam terdengar. Hajar pun mendekati pintu sekarang dan mengintip dari balik pintu.


"Astagfirullahalazim, ya allah. Hah-hah. " Dengan nafas tersenggal-senggal. Hajar pun berlari ke arah tidak bertujuan karena gelap dan tidak ada penerangan sama sekali. Sampai Hajar pun ketauan sama anak buahnya Rahmat.


"Siapa kamu, kalau kamu lari maka saya tembak? " dengan cepat Hajar pun terdiam kikuk karena kata-kata yang begitu pedihnya di hati. Pengawal tersebut mendekat ke Hajar dan membius nya. Membawanya ke ruangan yang begitu gelap dan tidak ada penerangan sama sekali.


"Duduk kamu, di sini. Bro, tali ini perempuan. " Perintah Pengawal tersebut.


Dengan begitu Hajar di tali dan tidak sadarkan diri karena di bius oleh 2 pengawal tersebut.

__ADS_1


"Apa kita laporkan kepada Tuan, ya? " ucap pengawal tersebut


"ya, kita laporkan aja sama Tuan. Nanti kita akan apakan dan semua itu nanti akan ada balasannya. " Ucap pengawal 2


"ya, lho yang jaga perempuan ini! " dengan membuka pintu


"hm, " jawab pengawal 2.


Pengawal tersebut ke ruangan yang di tempati Rahmat tadi.


"Maaf Tuan, ada seorang perempuan yang menyusup di ruangan ini. Tuan, " kata pengawal tersebut dengan menundukkan kepala.


"Ha, siapa? kok saya ngga pernah ya namanya perempuan itu kecuali istri saya sendiri. " Dengan perasaan ngga enak. Rahmat pun berjalan menuju ruangan tersebut. Pintunya pun terbuka.


"Keluarkan saya dari sini, saya sudah tau kalau kalian semua disini Psikopat. Lepaskan saya! " Pengawal tersebut menyumpalkan lakban di mulut Hajar.


"Saya minta lampu di hidupkan biar penerangan lebih jelas, Siapa perempuan ini? " dengan memikir-mikir kayak suara istrinya tetapi tidak pikir Rahmat.


Dengan begitu pengawal langsung menghidupkan lampu nya


'klik' Suara dari saklar lampu dan Rahmat sama Hajar sama-sama terkejut.

__ADS_1


"Dasar kurang ajar kamu ya mas, aku setiap hari temani kamu tetapi apa balasannya kamu mengingkari janji kamu untuk melepaskan ini semua. Tetapi apa ha, " dengan begitu Rahmat pun melepaskan ikatan Hajar dan membawa Hajar ke ruangan rahasia Rahmat. Karena saking emosi Rahmat pun mengenggam pergelangan tangan Hajar dengan kuat. Hajar pun di banting ke sofa dan Rahmat pun dengan kuat membanting guci yang mahal.


"Apa yang kamu lakukan mas? yang marah siapa kok kamu yang marah bukannya aku yang harus marah sama kamu, " dengan begitu Hajar ingin sekali menangis tetapi apa dayanya perempuan yang begitu mencintai laki-laki yang telah bersanding sekitar 24 tahun membina rumah tangga.


Dengan begitu Rahmat pun mencekal tangan Hajar dan Hajar pun mundur sampai ke tembok.


Rahmat pun mau menampar pipi Hajar, tetapi Hajar pun mencegahnya


"Apa mau tampar silakan, tetapi jangan pernah sentuh aku lagi. Aku ingin kamu tinggalkan rumah tangga ini yang sekitar 24 tahun kita bina. Apa yang terjadi? " dengan menangis


_______________________


Pagi hari ini cerah dan indah. Rifa'i siap-siap untuk berangkat bekerja. Rifa'i pun mampir ke rumah Anin. Sampai di rumah Anin


"eh ada mas ganteng, mau cari calon istrinya ya? " kata Siti


"ya bu, ada? "


"ada kok, bentar ya mas ganteng tak pangilin dulu. " Siti menggedor pintu kamar Anin dan Anin sekarang bangun kesiangan tetapi setelah sholat subuh tadi dia tidur kembali.


*Bersambung*

__ADS_1


oke, aku up ni buat kalian tetapi jarang like, komen, sama vote ..... hehehe maaf jangan di masukkan hati.... Author juga badannya masih sakit sih, tetapi buat kalian author bakalan up. Jaga kesehatan ya. Oke👌👌👌


__ADS_2