Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Kisah Pemulung


__ADS_3

Pada pagi hari burung berkicauan di pohon besar samping rumah Anin dan sinar matahari masih tenggelam berarti masih fajar. Anin bangun dan mengucek matanya melihat jam bahwa jam 5 pagi masihan. Anin langsung merapikan dan membersihkan kamarnya, dengan mengambil handuk yang di cantolkan di belakang pintu kamar Anin. Anin mandi dan membantu ibunya memasak


"bu aku bantu ya... " dengan duduk di kursi


"ngga usah nak kamu jemur pakaian ya tadi ibu mau jemurkan bajunya tapi ibu lupa mau masak jadi ya ibu masak aja, oh iya kamu ada kelas pagi ngga.... " ucap Siti dengan mengulek bumbu


"ngga ada kok bu jugaan aku hari ini libur karena kampus lagi ada acara pertemuan dengan pemilik kampus.... " ucap Anin dengan menjemur pakaian di samping dapur yang sebelah nya luar dari dapur


"oh gitu, yaudah kalau gitu oh iya nak ibu sampe lupa lho mau mengantarkan makanan buat bude kamu, nak tolong antarkan makanan ini ya ke bude kamu,... " dengan menyodorkan rantang yang berisi nasi, sambal gereh, tempe oseng, dan telur dadar karena keluarga dari bude tatik itu ada 5 orang dan tidak bisa membiayai makan buat anak-anaknya karena semenjak meninggalnya pakde edi, bude tatik cuma mulung sampah kerjaannya jadi ngga bisa membiayai makan dan sekolah anaknya.


"iya bu... oh iya nanti aku mau ke pasar dulu ya jugaan


sayuran nya habis bu buat jualan nanti... " dengan menaiki sepeda


"iya nak hati-hati... "


*Anin POV*


aku mengayuh sepeda ini menuju ke rumah bude tatik tempatnya di seberang jalan sana samping TPS ( Tempat Pembuangan Sampah) dan akhirnya sampai di rumah bude tatik


"assalamu'alaikum bude... " aku melangkah masuk ke gubuk ini bisa di katakan rumah tetapi tidak layak pakai

__ADS_1


"waalaikumsalam eh ada kak Anin... " Ucap bocah tersebut namanya (Silvi) bocahnya cantik dari ke tiga saudaranya ya di bilang cantik sih cantik tetapi lebih cantikkan Silvi


"oh iya Sil bude mana kok ngga ada? " tanyaku kepada Silvi


"iya ibu tadi lagi mulung sampah..... " jawab bocah ngga ada sopan santunnya main nyelonong aja namanya Mona


"oh gitu ya, ehm kalian udah pada makan belum ini kakak bawakan sayur nih... " ucapku sambil membuka rantang tadi yang ku bawa dari rumah ke piring plastik


"ehm, kalian jangan makan dahulu ya tungguin ibu dulu,.... " ucapku


"assalamu'alaikum eh ada kak Anin... " dia sambil menyalamiku namanya Sofi


"iya mana ibu? " tanyaku kepada Sofi


"oh gitu... " pada akhirnya datanglah bude tatik


"assalamu'alaikum, eh ada kak Anin... " dia main meluk aja


"ngga papalah jugaan aku bersyukur karena ada yang di bawah derajat rezeki ku, ya mudah-mudahan bude tatik di beri kesehatan buat mencari rezeki demi anaknya... " gumamku


"oh iya nin ini makanan darimu? " tanya bude tatik

__ADS_1


"iya bude, makan aja kalau begitu... aku pamit dulu ya bude... jugaan aku mau ke pasar buat belanja kebutuhan nanti buat jualan... assalamu'alaikum, " ucap ku


"hm, jangan dong ini buat gue...! " ucap ada didalam mereka selalu bertengkar karena soal makanan


"iya udah lah kalian ini, ibu setiap hari pusing lho dengar kalian ribut aja kalau soal makanan.... " ucap bude tatik tetapi aku juga dengar


*Author POV*


Sementara Rifa'i sekarang ada dinas di kantor polisi


"Hai bro, udah lama ngga ketemu lho... lho kemana aja? " tanya Rifa'i dengan Irwan teman baik Rifa'i dari sewaktu SMA


"hm, itu lho aku lagi mengurus pernikahan aku... " ucap Irwan


"lah lu nikah sama siape kok gua ngga tau... " dengan duduk Rifa'i langsung menyerobot makanan cemilan Irwan


"bukan sama siapa-siapa kok jugaan lu ngga kenal.... " ucap Irwan sambil memakan cemilannya


"hm, gitu ya oke fixs jugaan nanti tau kok, yaudah gue ke ruangan ku dulu ya... " dengan melangkah keluar ruangan Irwan dan melangkah ke ruangan dirinya. Rifa'i terkejut ada pemandangan yang tidak menyedapkan di hati


*Bersambung*

__ADS_1


oke jangan lupa like, komen, dan vote ngga maksa...


__ADS_2