
Maaf teman-teman ke depannya, part-part alurnya bikin kesal ya. Oke, author akan perbaiki kembali nanti ya.
___________________________
"Oke, acara sudah selesai dan di lanjutkan upacara midodareni nanti malam. Saya persilakan untuk pak Edi dan Ibu Siti silakan istirahat. Mempelai wanitanya pun di persilakan untuk istirahat." Ucap pembawa acara dan keluarga pun istirahat.
Anin ke kamarnya dan nanti upacara midodareninya di rumahnya Anin dan untuk upacara panggih di laksanakan di hotel.
"Bu, capek juga ya. Adat Jawa, sebenarnya bikin momen-momen yang membahagiakan ya,
bu. "Anin memeluk ibunya dan ibunya menangis dalam diam karena anak satu-satunya harus dia relakan untuk suaminya.
" Ya, nak. Mudah-mudahan kamu sama suami kamu bisa menjadi impian ibu, untuk bahagia dan bersamanya sampai ajal menjemput kamu ya. Nak, "Ucap Bu Siti
" ya, Bu. Aku akan selalu mengingat perkataan ibu untuk menjadi istri dan kewajiban istri yang harus melayani suaminya. Suami pun sama bu. Harus menafkahi secara lahir dan batin. "Ucap Anin dengan menangis
" udah, nak. Kamu menghadapi semuanya dan harus menaati, apa yang di perintahkan dan larangan suamimu. Ya, nak. "Ibu menyuruh Anin untuk beristirahat dan di luar ada acara makan-makan.
Anin POV
" Aku, ingin rasanya menangis dan aku selama ini di urus oleh ibuku sendiri. Dahulu, ayahku telah menghianati ibuku. Sekarang aku sedih dan ingin mengungkapkan rasa hati ini yang begitu pilu untukku. Selama ini ayahku tidak pernah mengunjungi ku dan tidak pernah membiayai hidupku selama ini. Suatu ketika ada kecelakaan yang menimpa ayahku, ayahku terjun ke jurang dan selama 5 tahun. Belum juga jasad ayahku di temukan. Oleh itu kasusnya di tutup dan istri yang kedua dari ayahku, menikah cuma menumpang hidup dan anaknya pun sama dengan ibunya. " Kisah cerita dari Anin
Author POV
Sekarang sudah waktunya ashar dan Anin mengambil mukena untuk sholat. Anin membuka pintu dan menutupnya kembali.
"Nin, kamu mau kemana? " tanya bi Sarah
"mau sholat ashar bi, dan sholatnya di masjid bi. " Jawab Anin sambil melangkah keluar
__ADS_1
"ya udah. Kalau begitu yang mau sholat ke masjid, silakan! bagi yang tidak ada halangan suatu apapun, sholat di masjid. Ibu-ibu boleh sholat ke masjid yang berhalangan boleh di sini. Ada yang mau sholat di rumah, juga ngga papa" Ucap bi Sarah
"ya, " ucap mereka serempak
~Jam 6 sore~
Sekarang waktunya untuk melaksanakan upacara midodareni untuk ke dua mempelai.
*******
Rifa'i sekarang sudah siap-siap untuk ke rumah Anin. Untuk melaksanakan upacara midodareni di rumah Anin.
"Astagfirullahalazim, anak aku yang paling ganteng ini sudah mau punya istri. Mama aja pangling sama kamu. Jangan lupa pesan Papa sama mama! karena papa sama mama udah mengikhlaskan kamu untuk kebahagiaanmu, nak. Mama titip Anin ya, " Ucap Hajar dengan memeluk Rifa'i.
Ada suara ketukan pintu dan ada seseorang yang masuk ke dalam kamar Rifa'i
"bu, kita mau berangkat sekarang. Semuanya sudah siap, bu. " Ucap Pak Romi
"Oke, mempelai prianya sudah siap. Apakah mempelai prianya sudah siap untuk di tanyakan dengan keluarga mempelai wanitanya? " tanya pembawa acaranya
"InsyaAllah siap. " Jawab gugup Rifa'i dan keringat bercucuran di kening kepalanya. Hajar pun mengelap keringat Rifa'i.
"Oke, di buat santai sama woles aja ya. Mas, " ucap pembawa acara
"hahaha, iya Pak. Semuanya harus santuy kagak bikin deg-degan nanti. Kalau deg-degan di petikan kelapa dijadikan es degan nanti. Hehehe, " dengan begitu mereka tertawa dan Rifa'i menghafalkan ijab kabul untuk besok pagi.
"Ya, udah. Kita berangkat sekarang, " ucap mang Jalal.
Mereka rombongan dari mempelai pria pun berangkat ke rumah Anin bersama-sama dan mereka membawa seserahan untuk kegunaan barang keperluan sehari-hari.
__ADS_1
Sampailah di rumah Anin dan di sambut dengan baik di sana. Rifa'i tambah gugup dan Rahmat menenangkannya
"udah, ngga usah di buat gugup. Emang kamu ngga malu sama keluarganya Anin? " Rahmat menggandeng Rifa'i dan Hajar sama di samping kiri Rifa'i. Keluarga dari mempelai pria pun di persilakan untuk duduk.
Pembawa acara pun membawakan acara pertama sampai akhir.
"Para hadirin yang terhormat dan yang kami muliakan. Acara pertama adalah Jonggolan dan kami persilakan untuk keluarga mempelai wanita dan pria untuk saling berhadapan. " Ucap pembawa acara
Sekarang tibalah waktunya untuk acara Jonggolan.
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, saya ucapkan dan sekali lagi kami datang ke sini untuk suatu tujuan. Saya sendiri sebagai wakil dari keluarga Wijaya Koesoemo. Nama saya Rahmat Wijaya Koesoemo dan istri saya bernama Hajar Wijaya Koesoemo. Kami bertujuan ke sini untuk menunjukkan bahwa anak kami yang bernama Rifa'i Wijaya Koesoemo telah bersedia dan memantapkan hatinya untuk calon mempelai wanita bernama Anin Fitri Ani. Silakan untuk anak kami yang akan berbicara. " Ucap Rahmat
"waalaikumsalam warohmatulohi wabarakatuh, silakan untuk calon mempelai prianya untuk memantapkan hatinya kepada calon mempelai wanitanya. " Ucap pembawa acara dengan mewakilkan keluarga calon mempelai wanitanya.
"Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarakatuh, saya sendiri allhamdulilah sehat walafiat dan saya ke sini bertujuan untuk memantapkan hati saya kepada calon mempelai wanita bernama Anin Fitri Ani. Saya sebagai calon mempelai pria ingin mengucapkan kesungguhan hati saya sepenuhnya untuk mbak Anin.
Maukah mbak Anin untuk menjadi istri saya untuk selama-lamanya dan sampai ajal menjemput kita. Saya sendiri ingin melakukan pernikahan ini atas dasar cinta saya kepada mbak Anin yang sudah siap untuk menjadi istri saya untuk selamanya. Dalam susah maupun senang. Ada kala baiknya setiap di dunia pastilah roda akan selalu berputar dan mengelilinginya. Arti kata ada yang selalu bahagia dan ada yang susah.
Terima kasih atas semuanya, saya meminta maaf bila ada kata kurang dan lebihnya mohon di maafkan. " Ucap Rifa'i dengan gugup
"terimakasih saudara Rifa'i yang telah menyuarakan hatinya untuk kejujurannya. " Ucap pembawa acara
"Sekali lagi, apakah keluarga dari calon mempelai wanita sudah menerima dan ikhlas untuk selamanya? " tanya pembawa acara
"InsyaAllah akan siap untuk menerima segalanya dalam kekurangan dan kelebihan. " Ucap pak Edi
"Oke, sekarang waktunya untuk menyerahkan seserahannya yang di bawa dalam jumlah ganjil untuk kehidupan sehari-hari. Calon mempelai pria silakan untuk di ruang tamu dan untuk calon ibu mertuanya membawakan air putih. Untuk di suguhkan ke calon mempelai pria. " Ucap pembawa acara
*Bersambung*
__ADS_1
Oke, besok di lanjut lagi. Jangan lupa like, komen, dan vote. Maaf udah nggak up 2 kali 2 hari ini ya teman-teman. Yang sudah setia novel ini, Terima kasih udah menunggu 🙏💕