Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Curiga Dengan Dokternya


__ADS_3

Happy Reading


********


“ Selamat malam Tuan, Nona. Saya mengabarkan kalau kondisi Tuan muda semakin memburuk, Nona dan Tuan. ” Jelas suster dengan tertawa gembira di hati.


“ Apa kalian tidak becus menjadi dokter? Apa bagaimana? ” Dengan emosi Rahmat pun meledak-ledak kepada suster tersebut.


“ Iya Pak, tapi keadaannya seperti begitu. Karena kami cuma menjalankan tugas kami sebagai dokter dan suster. Kami cuma semampu kami pak. Tetapi bapak malah menyalahkan kami yang tidak-tidak pak... ” Ucapan suster tersebut menohok di hati Anin. Sampai dia terkejut dan ingin sekali menampar mulut suster tersebut karena telah berbicara kasar dengan orang tua.


“ Iya saya agak curiga ya, sama kalian. Kenapa tadi kata-katanya bikin saya gregetan ya? Coba ulang sekali lagi, biar kalian akan di pecat oleh pemilik rumah sakit ini. Karena saya sendiri adalah orang yang memiliki rumah sakit ini, saya juga tidak segan-segan untuk memberitahukan kepada semua orang biar kalian semua jadi gelandangan yang luntang-lantung di jalan. Tidak jelas kemana hidupnya? Saya sungguh memiliki harga diri sebagai orang tua, saya juga berhak karena 80% dari rumah sakit ini adalah milik saya dan 20% saya sumbangkan kepada pengurus rumah sakit ini. Silakan keluar dan saya sudah urus semuanya! Oh iya satu lagi kamu tolong bawa dokter yang bernama Burhan tadi, untuk angkat kaki dari rumah sakit ini. ” Rahmat pun kesal dan masuk ke ruangannya Rifa'i.


“ Heh emang tadi siapa sih? Orang kok sok berkuasa banget, ” Tanya suster tadi yang bernama Linda kepada suster lainnya.

__ADS_1


“ Saya sendiri mendapat kabar kalau emang bener sih tadi. Apa yang di ucapkan bapak tadi bener kok? Karena siapa sih yang tidak tau dengan bapak tadi? ” Jawab santuy suster tersebut dan suster Linda pun kaget karena dia cuma menjalankan tugasnya saja untuk memberikan kabar buruk kepada orang itu tadi yang di maksud Anin.


“Aduh gimana ini? ” Dengan begitu suster Linda pun angkat kaki keluar dari rumah sakit ini.


*********


Anin POV


Aku pun masuk ke ruangan mas Rifa'i dan aku tidak mau ikut campur karena dadaku sakit untuk mendengarkan perkataan suster tadi.


“ Oh iya nak. Kamu mau makan dulu atau gimana? Papa tadi beli di restoran mampir tadi dan sekalian ke sini. Kalau kamu udah ngantuk, ya udah tinggal tidur seranjang sama Rifa'i. Papa mau ke kamar sebelah, ” Tanya Papa mertuaku


“ Nggak pa, udah kenyang tadi. Aku mau tidur aja. Udah ngantuk ini, ”

__ADS_1


“ Iya udah kalau begitu, papa ke kamar sebelah ya. Kalau ada apa-apa tinggal panggil papa sama pengawal di depan. ”


Aku pun mengangguk dan papa keluar dari ruangan ini. Aku masih tetap sama mengelus pelan tangan dan rambut mas Rifa'i.


“ Mas aku mau kita selesaikan bersama ya mas, karena aku sudah berjanji untuk menjalankan hidup susah, senang, bahagia, dan duka kita jalankan bersama. ” Aku pun mencium kening mas Rifa'i dan aku tersadar karena ada air mata yang menetes di mata mas Rifa'i.


**Bersambung


Jangan lupa like, komen, dan vote. Author mau bye-bye dulu... Mau up di lapak sebelah,


Jangan lupa follow instagram author ya :


@dindafitriani0911

__ADS_1


Terima kasih teman-teman udah mampir, salam lope-lope buat kalian**,


__ADS_2