Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Hari membahagiakan


__ADS_3

Anin sekarang lagi di kamar, dia lagi memikirkan bagaimana nanti lamaran sama pernikahannya


"ah udah ah males mikirin kayak gitu jugaan ujung-ujungnya nikah juga sama dia... " gumam Anin dengan mengambil handuk untuk mandi


"palingan nanti juga gitu.... " gumam Anin dengan mandi, ternyata shampo habis


"bu shampo nya habis to bu... " ucap Anin


"oalah nak iya ibu lupa tadi mau beli sampo kamu aja main mandi.... bentar ibu ke warung dulu ya... " ucap Siti Nurhaliza


"haduh bu ini gimana udah main cebar-cebur aja nih bu.... " ucap Anin dengan kesal


"iya bentar ibu ke warung dulu... " dengan melangkah lewat belakang rumah karena warungnya di belakang


"mbak... " sapa Bu Patmi


"iya mbak... " jawab Siti dengan tersenyum


Sesampainya di warung


"mbak arek golek opo..... " ucap Mbak Atun dengan logat bahasa Jawa ( mbak mau cari apa)


"hm, tuku sampo Pantene mbak karo tuku sayuran... kemau neng pasar anakku malah gor tuku opo emau.... " ucap Siti dengan memilih sayuran (hm, beli sampo Pantene mbak sama beli sayuran..... tadi di pasar anakku bahkan cuma beli apa tadi... " dengan mengingat sayuran yang di beli


"oalah yo wes di pileh sayuran ne ijek seger-seger lho..." ucap Atun


"iki karo iku, oh yo aku tuku endok yo sekilo wae.... " ucap Siti dengan memilih sayuran kangkung, terong, sawi, tahu, tempe, dan labu (ini sama itu, oh ya aku beli telur ya satu kilo aja... ")


"karo opo meneh mbak? " tanya Atun ( sama apa lagi mbak.... ")


" hm udang gedi-gedi opo enek seng warnane abang... lak enek setengah kilo wae... "jawab Siti ( hm udang besar-besar apa ada yang warnanya merah... kalau ada setengah kilo aja... )


" enek ngko ndimek yo tak jikok ke.... " dengan melangkah mengambil udang merah di kolam (ada bentar ya tak ambilkan... ")

__ADS_1


" hm, oh yo tun karo lombok e seperempat wae.... campur lombok abang yo.... " ucap Siti (hm, oh ya tun sama cabe nya seperempat aja.... campur cabe merah ya...)


"uwes mbak... " ucap Atun dengan menghitung belanjaannya Siti (udah mbak)


" oh yo sampo Pantene ne uwes di jikok ne urong..."


ucap Siti memastikan sampo Pantene nya (oh ya sampo Pantene nya udah di ambilkan belum... )


"uwes dadine 45.000." ucap Atun ( udah jadinya 45.000)


"oke... "


Sementara Anin di kamar mandi


"ih mana sih ibu kok lama amat ke warung aja sampe aku kedinginan ni lho... " ucap Anin dengan kesal


"assalamu'alaikum nak... oh ya lupa ibu tadi masih ngobrol sama bu Ratmi jadi begini deh... " ucap Siti Nurhaliza


"hm... " dengan berdehem


"hm, aku masak apa ya udang aja ya kan enak kayaknya... " dengan mengambil udang tadi dan di bersihkan


*********************


Hajar sekarang lagi menyirami bunga kesayangan nya di taman belakang


"mandi yang seger ya bunga ngga kaya majikan mu itu setiap hari kerjaannya cuma di perusahaan aja ngga ada namanya nyentuh bunga sama sekali palingan megang bunga ngga tau cuma megang perusahaan aja kerjaannya... " curhat Hajar dengan bunga padahal bunga ngga bisa ngomong eh malah di ajak ngomong hehehe


"bi ini di bersihkan ya rumputnya jangan sampai nyentuh bunga aku ya! " perintah Hajar


"baik Nyonya... " jawab bi Isah


"hm hah gitu aja udah keringetan ya gini-gini juga orangnya aneh ya masa keringetan aja ngeluh apalagi pelayan di rumah ini terus pengawal bagaimana keadaan nya... oh oh aku pokoknya harus gerak ngga boleh ada yang gerak sama sekali... " ucap Hajar

__ADS_1


"bi udah ah ngga usah kalau begitu biar saya aja yang cabutin rumputnya kan bunga punya saya masa iya di rawat oleh orang lain... " dengan melangkah kemudian mencabuti rumput


"bunga oh bunga kenapa kamu begini ya yang punya siapa tapi kok yang ngerawat siapa... " ucap Hajar


Dengan begitu Rifa'i melihat mamanya di taman belakang


"bi mama kenapa tu kok bicara sendirian? " tanya Rifa'i


"itu aden katanya Nyonya kalau ngga bisa rawat bunganya malah di rawat oleh orang lain begitu aden... " jawab bi Isah


"oalah... " dengan menggeleng gelengkan kepalanya


melihat tingkah mamanya jadi seperti ini


"ma napa di situ biasanya aja sama ibu ibu arisan kok jadi berubah ya ma... " ucap Rifa'i dengan cekikikan


"heh anak ngga tau diri sini napa bantuin mama... " ucap Hajar


"ogah mama sih main kotor kotoran... " sebenarnya dia mau mengerjai mamanya gimana reaksinya tapi dia mau mamanya harus merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri


"heh anak bocah tengil lu sama bapak sama ngga ada bedanya... " dengan begitu Hajar langsung melempari tanah ke arah Rifa'i


"ya kan buah jatuh juga dari pohonnya ma... begitulah namanya juga anak sama aja dengan bapaknya... " ucap Rifa'i


"oh gitu ya... dasar anak ngga tau diri... " ucap Hajar


Sebenarnya Rahmat sudah pulang ke rumah dan mencari keberadaan Hajar


"hm, Dan lho tau Nyonya ngga... " ucap Rahmat


"itu Tuan Nyonya ada di taman belakang Tuan... " dengan begitu Rahmat langsung menghampiri Hajar


"astaga itu Hajar apa bukan sih kok gitu ya... " ucap Rahmat

__ADS_1


*Bersambung*


oke nanti aku lanjut lagi ya aku akan double hari ini gantinya kemaren hehehe jangan lupa mana jempol kalian buat like, komen, dan vote ya.... 😘😘😘


__ADS_2