
Mudah-mudahan selalu betah di sini. Maaf author tidak bisa sama yang lainnya karena setiap orang berbeda-beda karyanya.
*Happy Reading*
Rifa'i telah selesai membersihkan lukanya dan sedikit meringis karena akibat di tampar oleh papanya, sedikit lebam dan biru.
" Kenapa aku selalu ingin menyakiti diriku, tetapi aku tidak sanggup melakukannya. " Rifa'i pun berjalan ke arah kamarnya dan menangis dalam diam karena penyakit yang ia derita selama ini yaitu Sindrom hyperthymesia adalah kondisi di mana seseorang memiliki ingatan riwayat hidupnya, atau kejadian yang terjadi di masa lalunya dengan sangat baik.
Karena itulah semua berubah seketika karena kejadian yang membuat masa lalu menjadi teringat kembali.
~Malam Hari~
malam hari pun tiba akhirnya semua berkumpul di meja makan. Anin, Ibunya, Hajar, dan Rahmat berkumpul berempat. Mereka pun makan dan cuma ada suara dentingan sendok dan garpu.
Pada akhirnya makan malam pun selesai, Anin ke kamar dan tidak betah karena lama-lama cuma diam tidak di tanyakan oleh semua orang di situ.
" Oh iya mbak, mbak tadi mau ngomong apa? "
Tanya Hajar dengan mengambil gelas kecil dan ceko berisi teh manis. Hajar membuatkan teh manis untuk Rahmat yang sedang duduk santai di balkon ruang tamu.
__ADS_1
" Ehm, mbak kasih dulu tehnya buat Pak Rahmat dulu. " Hajar pun mengangguk dan membawakan teh kepada Rahmat.
" Ini mas tehnya, aku mau ngobrol sama mbak Siti dulu. Kalau mas mau tidur dulu, ya ngga papa. Aku nyusul nanti, " Rahmat pun mengangguk dan Hajar kembali ke dapur.
" Ehm mbak, enak minum teh sama pisang goreng. Biar lebih gurih sama enak, " Hajar mengambil pisang goreng dan teh. Mereka pun memulai pembicaraan,
" Maaf ya mbak, atas semua kesalahan Anin tadi. Kalau meminta untuk pulang ke rumah dan saya juga ngga tau kalau keputusannya begitu mbak... " Dengan mata berkaca-kaca dan Hajar pun menggengam tangan Siti.
" Udah mbak, ngga papa. Jugaan saya ngga terlalu memikirkan untuk itu mbak. Yang terpenting kita harus menguatkan satu sama lain, mbak. " Hajar rasanya ingin menangis pecah tetapi dia tahan untuk semuanya.
Dia tidak mau suaminya mendengar tangisannya dan bisa-bisa penyakitnya kembali kambuh. Yang terkena imbasnya nanti malah Siti, Pelayan, dan Pengawal yang ada di sini.
" Tapi mbak, saya ngga enak sama mbak dan itupun saya lakukan buat anak saya mbak. " Siti pun menangis dalam diam karena tidak bisa mendidik anaknya dengan perkataan yang menyakitkan tadi.
Anin sekarang di dalam kamar menangis dan terisak.
" Kenapa hidupku sama seperti ibuku, tetapi aku lebih miris daripada ibuku. Yang belum di sentuh sama sekali oleh mas Rifa'i. " Anin semakin terisak karena mengingat sebelum menikah dan lamarannya yang belum lama ini.
" Bagaimana keadaanmu mas, aku selalu bermimpi menjadi istri dari seorang polisi. Yang dahulu aku pernah di tilang oleh seseorang polisi dan aku bermimpi menjadi ibu bhayangkari, tetapi apa semuanya akan berlalu nantinya. Kita belum sidang menikah di kantor secara resmi, mas. Aku selalu menunggu untuk berkenalan luas dengan ibu bhayangkari yang lain. Tetapi Allah tidak mengizinkan maka aku akan mundur untuk menjadi istrimu mas. " Anin berjalan ke kamar mandi dan berwudhu untuk melakukan sholat isya.
__ADS_1
Anin selesai dari wudhu dan mengambil mukena sama sajadah di lemari. Anin mulai sholat dan selepas sholat isya, Anin mengambil Al–Qur'an untuk mengaji.
************
Rifa'i ada di meja makan dan Rifa'i teringat oleh masa lalunya. Rifa'i pun mulai terngiang-ngiang dan mulai jatuh pingsan.
Catatan kotor : Haduh martabak kalau di kocok-kocok malah ke ingat lagi rupanya. Tapi nggak papa ya.... Semangat terus babang Rifa'i.... Jangan pantang menyerah untuk semuanya!!!
*Bersambung*
Cerita selanjutnya di lanjut besok pagi, maaf tadi mau ngetik tapi belum terpikir kesini dan kesana. Akhirnya ini udah selesai, jangan lupa like, komen, dan vote.
Kalau mau follow instagram aku silakan bukan akun private lagi. Silakan nanti kalau mau aku follow balik.
Nama akun :
@dindafitriani0911
Terima kasih atas semua dukungan para teman-teman. Silakan kalau mau mampir ke grup biar rame.
__ADS_1
Catatan :
Aku selalu menunggu, pasti lama menongolnya... Sabar pasti full. Paling ngga otak fresh dulu biar menuju ke novel ini yang dulu alurnya nggak jelas. Tetapi aku nggak mau menyerah begitu saja karena ada selalu menyemangati aku untuk menuju kebahagiaan. Ingat jangan menyerah dan semuanya orang berbeda-beda!!! Akankah menuju kemajuan bukan kemunduran. Begitulah hati author yang sesungguhnya.......