
oke balik lagi ya teman-teman, terimakasih udah ngikutin jejak novel ini ya.... author udah selesai urusan nya jadi kembali lagi ke sini oke👌👌👌
*****************
Rifa'i sekarang memikirkan indahnya hari ini karena dia melamar wanita yang ia cintai untuk selamanya sampai akhir menjemput ajal mereka, dan Rifa'i ganti baju dengan baju warna biru dan celana pendek warna hitam.
"huh akhirnya tadi selesai juga oh iya besok kan acara perayaannya di hotel jadi bagaimana kalau besok menggunakan baju ini apa yang ini ya tapi ini terlalu kesannya kemeja kerja tapi aneh ah masa pakai ini mau tarok mana mukaku ini, bisa-bisa ancur popularitas ku. " Rifa'i membereskan bajunya ke dalam lemari lagi karena dia ngantuk sampai sudah jam 1 pagi
"ngantuk amat ya, " dengan menyibakan selimutnya dan menutup kembali selimutnya untuk menutupi tubuhnya
*****************
Sementara Hajar bingung karena dia tidak mau tau menanggung malu
"eh ngapain aku malu la wong yang malu kan wayae mas Rahmat kok dadi aku. " Hajar mengambil air minum yang ada di kamar ini karena kamar ini di lengkapi seperti rumah
"hm kenapa ya kok ngga masuk ke kamar-kamar emang ada apa sih kerjaannya cuma ngurusin perusahaan aja sekali-kali kek ngurusin keluarga, " dengan melangkah ke ranjang dan mengambil handphone yang ada di nakas
"hm aku ngga pernah media sosialan ya jarang-jarang mau kek ginian tapi enak kayaknya sih main media sosial, " membuka instagram dan mencari nama suaminya
"hm siapa ya namanya tapi aku tu kok katrok banget sih nama instagram mas Rahmat aja ngga tau, hadeh udah di fasilitasin mewah tapi engga pernah namanya buka sosial media. " dengan begitu Hajar ketemu instagram suaminya
__ADS_1
"ini dia, eh tapi kok akunnya privat ya, pasti ada apa-apa nya ini tapi pengikutnya banyak juga ya sama yang di ikuti aja juga banyak, huh dasar peselingkuh awas aja ya nanti aku pokoknya harus buka instagram nya kalau ngga bener-bener tak maki-maki nanti. " Hajar sembari memegang handphonenya dan mengambil camilan yang ada di rak TV
"hm jadi begini ya, oke lah nanti jugaan dia masuk kalau nggak masuk awas aja. " Hajar sambil menghidupkan TV dan meletakkan handphonenya di nakas
"kenapa ini TV kok aneh ya ngga bisa di hidupin? hadeh ternyata salah mencet tombol. "
Sementara Rahmat masih memikirkan bagaimana cara masuk kamar karena dia telah melihat CCTV di kamar nya ternyata Hajar belum tidur
"hm masuk aja ah jugaan kamar siapa emang dia berhak gitu, " Rahmat sambil menutup pintu ruang kerjanya
"eh jangan deh ke dapur aja ah bikin kopi enak, tapi nanti kalau ketauan Hajar bisa-bisa aku di ajak perang lagi sama dia sama mulutnya yang ganas tu suka main nyosor aja. " tetapi Rahmat tetap minum kopi sampai bertanya dengan Pengawal di sana
"rus kopi kemana kok ngga ada di sini? " tanya Rahmat kepada Ruslan yang berjaga karena setiap malam pasti gantian yang jaga, yang berjaga malam siangnya istirahat sedangkan yang berjaga siang malamnya istirahat.
"hah gimana ini aku? " Rahmat dengan pasrah begitu saja pasti dia memang tak semangat jika tidak ada Hajar ataupun kopi karena mereka adalah penenang dari segalanya buat Rahmat
"kalau begitu saya pamit dulu ya Tuan buat ke belakang, " dengan begitu Rahmat tidak menjawab karena dari tadi menggelosor di lantai
Rahmat pergi ke luar karena dia tidak betah di rumah akhirnya dia menuju ke hotel bersama Bara karena pikirannya cuma ke situ saja untuk menangkan dirinya
"Bara kamu ikut saya ke hotel ya, " dengan begitu Bara langsung membukakan pintu mobil untuk Rahmat
__ADS_1
Bara mengemudikan mobilnya dan Rahmat duduk di belakang. Sampai akhirnya di sebuah hotel bintang lima
"selamat malam Tuan ada yang bisa kami bantu Tuan, jika ada yang di perlukan kami bantu? " tanya resepsionis yang di depan
"ada saya minta siapkan kamar untuk Tuan saya, " jawab Bara dengan singkat
"baik Tuan, " resepsionis itu menelpon anggotanya untuk mempersiapkan kamar karena hotel tersebut milik Rahmat yang dahulu di rintis sejak lulus SMA tanpa bantuan orang tuanya
Akhirnya Rahmat sampai di kamar yang mewah dan fantastik
"Bara kamu siapkan minuman wine karena saya mau minum. " dengan santai membuang sepatu yang tadi ia melepasnya
"tapi Tuan nanti Nyonya bisa marah Tuan kalau tau Tuan begini, " karena sejak menikah karena kejadian yang benar-benar Hajar ingin meninggalkan Rahmat karena minuman wine tersebut, Rahmat melupakan minuman wine.
"kamu mau ngelawan saya, saya tidak mau tau sekarang cepet atau ngga kamu mau saya habisin sekarang sekitar 1 detik tidak berangkat maka nyawa kamu akan hilang, " Bara langsung meninggalkan kamar tersebut dan Rahmat sekarang benar-benar tidak ada tujuan karena dia frustasi.
Sampai akhirnya datanglah Bara dengan membawa segelas wine dan 1 botol wine.
"bagus kalau begitu kamu bisa ambil cek ini, kamu boleh keluar sekarang! " perintah Rahmat dengan menyerahkan cek dan Bara tidak ingin meninggalkan Rahmat, dia sekarang keluar kamar tetapi dia menunggu di luar
"hah akhirnya minum ini juga, " dengan senang hati pada akhirnya Rahmat meneguknya sampai 1 gelas dan melanjutkannya dengan sampai 1 botol.
__ADS_1
*Bersambung*
Mana jempol kalian buat like, komen, dan vote. Oh ya kembali nanti malam lagi ya. Terima kasih atas semua dukungannya ya oke sesuai janji aku nanti malam kalau ngga ada halangan di kehidupan nyata author maka author akan double up nya ya teman-teman