Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Terkejut karena membatalkan lamaran di hotel


__ADS_3

di baca kelanjutannya!


Hajar pun ikut Rifa'i turun dan melihat kedatangan Anin, Hajar langsung berhambur ke pelukan Anin


"tante kenapa? " tanya Anin dengan penasaran karena dari raut wajah Hajar sedang orang yang ketakutan


"ayuk nin tan, duduk dulu. " dengan mempersilakan duduk di sofa


"emang tante kenapa, kok kayak gini? " tanya lagi dan Rifa'i pun menghela napasnya


"hah ceritanya panjang nin, pokoknya intinya mama mau liat-liat handphonenya papa ya jadi begitulah. " Jawab Rifa'i


"tapi kok tante dari wajah-wajahnya aja kayak orang ketakutan. " pelayan memberikan minuman dan makanan


"nak udah biar ibu temenin tante Hajar buat istirahat kamu ngomong aja sama Rifa'i, " dengan begitu Siti membantu Hajar untuk ke kamarnya naik lift dan di temani oleh bi Lina


"ini gimana saya aja takut mau naik lift, tapi saya naik tangga aja daripada kejepit nanti bisa-bisa buat masalah. " bi Lina pun membawanya masuk ke dalam lift


Sementara Anin dan Rifa'i mereka sama-sama perasaannya canggung sekarang tetapi Anin tidak bisa menjelaskannya


"oh iya kedatangan kamu ke sini mau apa? " Rifa'i meminum minuman yang di sediakan oleh pelayan tadi


"hm itu pak, ehm itu saya, hm. "

__ADS_1


"apaan si kok itu-itu yang jelas, biar saya juga jelas. " karena dari tadi Anin belum menjelaskannya


"itu kedatangan saya, maaf banget kalau saya salah tapi saya harus menjelaskannya. Begini pak saya kemari sama ibu saya ingin sekali membatalkan lamaran di hotel pak.


" apa? "dengan begitu Rifa'i menggebrak meja


" brak" Anin pun tersontak kaget karena melihat kemarahan Rifa'i


"mohon maaf sekali lagi pak, "


"emang alasan kamu buat membatalkan lamaran di hotel kenapa? " dengan nada dingin dan Anin pun tidak enak hati


"ni orang napa kok setiap kali ketemu ngga beres sama sekali hadeh bisa kacau ini lamarannya, " batin Anin


"oh begitu ya, saya pun seterah kamu, ah saya ngga mau ambil pusing jugaan karena hari ini benar-benar melelahkan bagi saya. " sambil makan cemilan


"ya pak, emang bapak ngga papa nanti bagaimana itunya pak? "


"saya yang akan mengurusnya biar nanti semuanya cepat kelar, " jawabnya dengan santai padahal di hatinya sangatlah sedih bagaikan di sambar petir di siang bolong


"bener pak, ya udah saya ke atas dulu ya pak. " dengan menaiki tangga


"hah gimana ini, oke fixs kalau begitu. " sambil memanggil

__ADS_1


"Bara, " panggil Rifa'i


"iya Tuan muda ada yang bisa saya bantu, " jawab Bara


"tolong kamu batalkan acara lamaran di hotel nanti! " perintah Rifa'i dengan cepat Bara pun mengerjakannya tanpa berpikir apapun tetapi Bara juga berpikir kenapa acaranya di batalkan begitu yang ada di benak otak Bara


"hm gimana ini aku mau jelasin gimana sama papa dan mama, sedangkan mama lagi kepikiran tentang tadi lagi. " pikir Rifa'i sambil muter-muter mencari jawaban


"hah aku harus jelasin yang sedetail-detailnya tetapi kalau papa nanti marah sama aku gimana, hah apa boleh buat harus di jelaskan pokoknya. " ucapnya sambil mondok mandir kayak gosokan.


Sementara Anin mau masuk ke dalam nanti di tanyain sama tante Hajar bagaimana dan bagaimana sama saja dengan Rifa'i yang begitu banyak pikiran


"hm, masuk ngga, masuk ngga. " dengan muter-muter dan pada akhirnya masuk ke kamar Hajar dan Rahmat


"assalamu'alaikum tante, " dengan menyalimi Hajar


"waalaikumsalam, oh iya sayang tadi bicarain apa sama Rifa'i? " tanya Hajar


**Bersambung


Bagaimana ceritanya sambung besok lagi ya author capek ngetik novel ini butuh jam ya..... oke, pokoknya author harus semangat walaupun di rumah aja... Jangan lupa 3M ya teman-teman patuhi protokol kesehatan pemerintah ya teman-teman 😘😘😘


Terima kasih

__ADS_1


Salam untuk Teman-teman Oke**


__ADS_2