Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Belum di maafkan


__ADS_3

lanjut lagi....


Hajar kesal karena diabaikan oleh Rahmat


"huh dasar emang aku aneh apa itu-ini lah ngga boleh apa-apa ngga boleh... hikss .... hiks, " dengan begitu Hajar menangis


"hm Nyonya kenapa kok nangis... " ucap Bara yang baru saja masuk


"ngga papa hm itu kamu mau makan, makan aja nih... kalau mau... " dengan menyodorkan makanan yang di masaknya


"iya Nyonya emang Nyonya ada masalah ya sama Tuan..? '' tanya Bara dengan memakan makanan yang di buat Hajar


" engga kok ngga ada apa-apa... " jawab Hajar tetapi Bara tau bagaimana perasaan Hajar sekarang


"hm yaudah kalau begitu saya mau ke kamar ya Bara.." izin Hajar


"iya Nyonya... " ucap Bara


"hm kamu semakin menjauhi Rahmat aku semakin semangat buat dekat sama aku.... " gumam Bara dengan mengunyah makanan


Sementara Hajar sekarang dia bingung mau ke kamar mana akhirnya dia memutuskan untuk ke kamar Rifa'i

__ADS_1


"tapi gimana nanti kalau Rifa'i tanya... " dengan begitu Hajar ke kamar tamu karena ada kamar untuk di sediakan buat mamanya atau mama mertuanya begitu


"hm gimana ya akhh udah ah aku malah nanti bisa-bisa stres mikirkan itu... " dengan begitu Hajar langsung naik ke ranjang dan menutup matanya tapi tidak bisa sebab ya biasalah namanya juga suami istri sudah sah dan pada akhirnya Hajar mengambil air wudhu buat sholat tahajjud


"hm udah lama aku ngga sholat tahajjud... hah, " dan dia mengambil sajadah dan mukena


Sampai jam 2 pagi Hajar masih belum tidur sama halnya dengan Rahmat dengan begitu mereka akhirnya tidur juga sampai jam 4 pagi dengan begitu lelah.


Sewaktu pagi hari ini yang gerimis hujan rintik-rintik dan hari ini kamis jadi kegiatan dinas Rifa'i libur karena dia ingin di rumah untuk mempersiapkan lamarannya di malam minggu nanti


"bi mama belum keluar ya bi... " sambil menarik kursi untuk dia duduk


"belum aden... jugaan tadi Tuan udah berangkat pagi-pagi.. " ucap bi isah


"hm buatin aja teh sama pisang goreng aja bi... " jawab Rifa'i dengan mengambil cemilan di meja makan


"gimana ya bi kayaknya papa sama mama masih ada masalah ya bi..." ucap Rifa'i dengan bertanya kepada bi isah yang sedang mengaduk adonan terigu tersebut


"ya aden kayaknya sih papa sama mama aden masih ada masalah yang belum di selesaikan... " ucap bi isah dengan menghidupkan kompor


"hm biarlah mereka yang selesaikan bi kalau aku ikut urusan mereka tambah runyam nanti masalahnya... " ucap Rifa'i

__ADS_1


"iya aden... bibi juga gitu kok.... " ucap bi isah


****************


Sementara Hajar sudah bangun dari tadi karena dia ngga banyak tidur tadi


"mending mandi aja lah daripada ngga mandi... tapi aku mau mengambil baju aku di kamar gimana ya... " ucap Hajar dengan memikirkan gimana caranya masuk ke kamar mereka


"hah biarlah aku hadapi nanti kalau ngga ya udah tamatlah riwayatmu Hajar... " gumam Hajar dengan memutar kunci pintu kamar


Sesampainya di depan kamar yang dia tempati dan Rahmat


Hajar langsung jantung nya mau copot dan membuka kamar


"untung aja ngga ada orang nya yaudah ah mas aku izin ke kamar dulu ya... " ucap Hajar dengan meminta izin


Sementara Rifa'i yang di bawah menikmati pemandangan yang begitu indah dan masalahnya sekarang gimana lamarannya nanti


Hajar dengan begitu membuka lemari dan ternyata di depan pintu sudah ada yang menunggu


*Bersambung*

__ADS_1


hehehe author emang up cuma Dikit dan gantung lagi ceritanya lanjut besok ya teman teman mana jempol kalian buat like, komen, dan vote ngga maksa... hehehe 😂😂😅😅🤣🤣 orang aneh ya authornya


__ADS_2