
Rifa'i pun tergeletak dan pengawal pun melihat menolongnya. Pengawal pun membawa Rifa'i ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Sampai di rumah sakit akhirnya Rifa'i di tangani oleh suster dan dokter. Pak Rudy pun menghubungi Rahmat
*************
Rahmat masih menunggu Hajar yang sedang berbicara kepada Siti dari tadi dan sudah terasa kantuk menyerangnya. Rahmat berjalan ke dapur, tetapi ada suara telpon dari kantung celananya dan Rahmat pun mengangkatnya.
“ Hallo, ada apa Rudy? ” Tanya Rahmat sambil duduk di sofa kembali,
“ Iya, Tuan. Saya mengabarkan kalau Tuan Muda ada di rumah sakit, Tuan. ” Jawab Rudy di seberang telepon,
“ Jangan buat cerita aneh, Rudy! ” Marah Rahmat karena dia masih menyimpan jangan pernah berbohong sekalipun dengan satu syarat kecuali main-main.
“ Benar itu Tuan, kalau tidak percaya. Silakan cek keberadaan saya. Saya juga tidak berani untuk mengatakan berbohong, Tuan. ” Rudy juga kesal karena selama ini dia di percaya untuk menjadi pengawal setia kemanapun Rifa'i pergi mulai sekarang.
“ Iya saya ke sana sekarang. Jangan beritahu Nyonya dulu, kalau kamu ingin mati duluan! Karena saya bisa menjadi orang seperti dahulu. Ingat itu, saya nggak pernah main-main dengan ucapan saya. " Rahmat pun mengambil jaket di kamarnya dan topi untuk menjaga biar aman. Bisa nanti di tanyakan mau kemana? Dan kemana?
************
“ Oh iya mbak, kalau begitu kita ke kamar aja. Udah ngantuk ini, ” Hajar pun berjalan ke kamarnya dan membuka kamarnya. Sontak saja membuat Rahmat terkejut seketika.
__ADS_1
“ Aaaa, astaghfirullahalazim. ” Dengan begitu Hajar pun memukul pundak Rahmat dan Rahmat meringis kesakitan.
“ Hehehe, mas Rahmat kirain siapa? ” Hajar pun ke kamar mandi dan menghindari bila marah nanti bisa-bisa beberapa ronde nantinya.
***********
Anin ada perasaan yang mengganjal daritadi dan dia keluar dari kamar. Anin mendengar pembicaraan Mang Darso dengan Mang Jalal
“ Kasihan ya Nona muda. Tuan muda sekarang ada di rumah sakit dan keadaannya semakin memburuk. ” Anin pun mendengar dengan jelas dan Anin mendekati Mang Darso dengan Mang Jalal.
“ Mang tadi kenapa ya? Aku denger pak Rifa'i di rumah sakit, emang sakit apa ya? ” Mang Darso pun terkejut karena Anin mendengar pembicaraan mereka.
“ Ehm, em itu non. Em, gimana ini lal? ” Mang Jalal pun mengangguk dan artinya setuju untuk memberitahu kalau Rifa'i di rumah sakit.
Anin POV
Aku selesai mengaji dan aku menaruh
Al - Qur'an di meja. Selanjutnya aku melepas mukena
“ Kenapa perasaanku daritadi tidak enak ya, aku mau ambil minum dulu biar seger nantinya. ” Aku pun membuka pintu kamar dan menutupnya kembali. Aku turun dari tangga dan menuju dapur. Aku mendengar ada suara Mang Darso dan Mang Jalal di dapur. Aku pun menghampirinya, tetapi aku mendengar ada yang sakit dan aku bertanya kepada Mang Darso.
__ADS_1
Dan begitu aku mendengar kabar yang tidak menggembirakan buatku. Aku pun menyuruh Mang Darso untuk ke rumah sakit.
“ Mang aku mau lihat keadaan mas Rifa'i bagaimana? Aku tidak mau dia sakit, Mang. ” Aku pun terisak dan sangat jelas kalau mataku seperti mata panda.
*Bersambung*
Maap temen-temen udahan ya dulu, besok tak lanjut lagi. Maap tadi acara ulang tahun tapi ya begitulah. Jangan lupa like, komen, dan vote temen-temen nggak maksa. Aduh itu Anin salah ketik gimana ini? Mumet author, pusing sekali ini. Udahan dulu ah... Author butuh ke refresing dulu ke tempat tidur ah.
Catatan:
Weuh author potong kue dulu yak 🥮🥮 Tapi cuma halu doang Thor, sambil ngehalu tapi ya nggak papa lah jugaan penting panjang umur dan sehat selalu untuk up setiap hari... Wkwk ckck,
Hahaha author Halu dulu yak biar tambah semangat..... Salam Author 😘😘😘
Allhamdulilah mudah-mudahan ke depannya semakin membaik... Sayang kepada keluarga... Karena keluarga adalah benda yang tak ternilai harganya. Dari Hati ke hati....
Instagram Author:
__ADS_1
@dindafitriani0911