
maaf ya author cuma curhat aja ke kalian kalau mau kasih saran di kolom komentar ya cerita ini bagus ngga sih.... kalau kalian mau cerita ini bagus boleh kasih saran di kolom komentar ya nanti semuanya akan terungkap ya biasa author sukanya mengungkap kejadian-kejadian yang bikin deg-deg ser hehehe 😂😂😅😅🤣🤣 author cuma curhat teman-teman jangan di bawa emosi ya.... huhuhu 😄😄😄
*****************
Rahmat masih marah kepada Hajar karena Hajar masih menyentuh semua yang di larang oleh dirinya
"akhhhh... " dengan mengacak-acak rambutnya
"kenapa bayang-bayang dulu masih ingat aja sih.... " dengan begitu Rahmat menggebrak meja yang di sana
'brakk'
*************
Anin melihat perempuan tersebut kayak pernah ketemu kayak ngga
"maaf mbak aku ngga sengaja.... " ucap Anin dengan meminta maaf
"kamu ini taruh mana mata kamu, taruh di kaki ha...." ucap perempuan tersebut Nita
"hm ya taruh di mata lah jugaan kaki juga punya mata kaki mbak ini ada aja aneh deh... " Ucap Anin di dalam hati
"maaf, sekali lagi minta maaf ya Mbak... " dengan begitu Nita meninggalkan Anin di sana
"huh kesel aku, mbak tadi kayak pernah ketemu tapi di mana ya?.. Ah udah ah nanti malah kepikiran bisa stres.... Mending ke sana saja... Kasihan teman-teman ku pada nungguin." ucap Anin mengayunkan kakinya ke tempat duduk nya
"kamu lama amat sih nin.... " ucap Rina
"ya gitu lah banyak urusan... " dengan begitu Anin memakan makanan yang dia pesan tadi
"hm gimana tugasnya? " tanya Siska
"ya kalau gitu kita kerjakan di rumahnya siapa?kemarin kan udah di rumahnya Anin, sekarang di rumahnya siapa? " ucap Rina
__ADS_1
"hm kalau gitu di rumah Siska aja kan di sana kayak nya enak.... " ucap Sinta
"hm bener gimana sis... " ucap Anin
"hm oke ngga papa tapi aku tu kostan bukan rumah kayak kalian... " ucap Siska dengan sedih merasa kehilangan semuanya
"lya, kok lu di kostan sih bukannya lu anaknya orang kaya sih... " ucap Sinta karena Sinta setiap hari mengantarkan Siska di depan rumah mewah
"hm iya bukannya lu anaknya orang kaya
sih... "ucap Rina menimpali perkataan Sinta
" hm gini aku sebenarnya sih orang tua gua dulu kaya, tapi semuanya hancur karena papah sama mamah udah meninggal. Semua kejadian itu papah sama mamah itu dalam penyelidikan polisi dan ada seseorang yang membunuh orang tua aku.Tetapi semuanya di tutup oleh kakek sama nenek ku dan kakek sama nenek ku di Amerika sana, itu aku ngga pernah di jenguk sama ngga pernah di transfer uang. Semuanya beda sama kalian... "ucap Siska dengan tatapan air mata begitu lolos dari matanya
" Astaga sis kok kamu gitu sih sabar ya... " ucap Sinta sambil mengelus punggung Siska dengan menangis
"sis kok kakek kamu dan nenek kamu kejam banget. Pasti ada teka-teki di balik pembunuhan orang tua kamu... " timpal Rina
"kok kamu tuduh gitu sih rin. Kita harus menguatkan Siska buat kuliah sama makannya gimana dia.... " elak Anin
"ha kok bisa... Pantes aja kamu agak ngga asing dengan restoran ini... " ucap Sinta
"eh tapi bener lho kata Rina tadi ada teka-teki dibalik pembunuhan orang tua kamu lho sis. Emang lho kok nurut gitu aja sih sama kakek dan nenek kamu... Nenek dan kakek kamu itu keluarga dari siapa sih papah apa mama kamu sih? " tanya Sinta dengan mengintrogasi Siska
"satu-satu dong pertanyaannya sin kasian Siska nya... " ucap Anin
"hm ya aku posisi ngga tau sin. Jadi, nenek sama kakek aku menutup kasus penyelidikan di polisi dan itu keluarga dari mama aku... Nenek sama kakek dari papah ku sih di Australia. Sebenarnya mereka ikut sama adik dari papahku Om Tristan sih. Mereka setiap bulan kalau ada waktu ke sini sih... " jelas Siska
"hm kayaknya ini ada pengaruh sama perusahaan papah mu dan bisnis papah mu sih sis... " ucap Rina
"iya kayaknya... " ucap Sinta
"tapi aku ngga mau memperpanjang masalah sih, aku jugaan tiap saat pasti di transfer uang sama nenek dan kakek aku sih dari papahku. Mereka bilang kalau nanti udah punya waktu aku akan di ajak ke Australia ... " jelas Siska dengan panjang kali lebar sedangkan Anin dari tadi cuma bengong aja
__ADS_1
"heh nin lu napa... kok dari tadi bengong aja.... " ucap Rina dengan membuyarkan lamunan Anin
*****************
Sementara Hajar dari tadi keluar masuk ke kamar sampai jam 12 malam Rahmat belum pulang juga dan pada akhirnya Hajar ke dapur untuk mengambil minum tetapi lampu dapur masih hidup
"eh Nyonya belum tidur... " Ucap mang Darso
"hm... Mamang kok juga belum tidur... " Ucap Hajar dengan mengambil gelas
"itu Nyonya mamang lagi marahan sama bi isah... " Ucap mang Darso
"lha emang napa Mang? " tanya Hajar
"ya gitu lah namanya jugaan urusan itu Nyonya... " Hajar pun mengerti apa yang di maksud mang Darso
"lha Tuan emang kemana Nyonya? " tanya mang Darso
"hm... " dengan begitu ada suara klakson mobil dari gerbang dan mang Darso akhirnya pamit ke kamar
"aduh gimana ini... " dengan begitu Hajar bingung akhirnya dia membuat makanan karena emang sebenarnya laper tapi mau ngga mau membuat makanan buat menutupi perbuatannya tadi yang belum tidur.
Sedangkan Rahmat masuk dan melihat dapur ada orang
"hm kenapa kamu belum tidur... " ucap Rahmat dengan dingin dan Rahmat pun meninggalkan Hajar di dapur
***Bersambung*
oke mana jempol kalian buat like, komen, dan vote... oke curhatan author tadi di jawab ya nanti author Jawab juga tetapi kalau sarannya baik...
Maaf ya kata-kata author membuat kalian sakit hati 😵🤕😢 author bikin kesel ya memangnya agak orang nya sedikit keras ya... maaf ya 🙏🙏🙏
author orang nya bikin kesel emang ya huhuhu 🥴🥴 maaf ya author emang suka curhat sama orang gimana-gimana gitu ya...
__ADS_1
Terima kasih udah like, komen, dan baca
Salam hangat dari author 🥰😘😘**