
~3 Hari kemudian
Sekarang hari di mana prosesi hajatan dan di rumah Anin ada prosesi hajatan.
Pemasangan tratag dan tarub pun sudah hampir jadi dan dalam pernikahan adat Jawa yang pertama-tama dilakukan adalah memasang dekorasi tenda yang disebut tratag dan hiasan dari janur atau daun kelapa muda yang disebut tarub.
Kedua hiasan ini dipasang pada pintu masuk dan menjadi pertanda bahwa keluarga sedang mengadakan acara hajatan mantu.
Sementara itu, janur kuning melengkung seakan meminta cahaya pada Yang Maha Kuasa, sebagai doa agar dilimpahi berkah dan kemakmuran pada kedua mempelai.
"Allhamdulilah pemasangan tratag dan tarub sudah selesai, maka acara selanjutnya kita lakukan persembahan kembar mayang. " Ucap pembawa acara dan sebelumnya kembar mayang akan di libatkan untuk upacara sub-midodareni sampai ke upacara panggih(akan di jelaskan nanti).
Seperti namanya, kembar mayang adalah sepasang hiasan dekoratif yang dibentuk dari rangkaian akar, batang, daun, bunga, dan buah setinggi setengah sampai satu badan orang dewasa.
Kembar mayang akan dilibatkan dari sub-upacara midodareni sampai upacara panggih. Kembar mayang dipercaya dapat memberikan motivasi dan kebijaksanaan kepada kedua pasangan untuk menjalani lembaran baru rumah tangganya.
"Acara selanjutnya pasang tuwuhan, " ucap pembawa acara
Makna dari pasang tuwuhan adalah harapan terhadap kedua pasangan suami istri agar dikaruniai momongan.
Salah satu bagian penting dalam tuwuhan adalah pohon pisang raja yang buahnya sudah matang.
Selain pisang, ada juga tebu wulung, cengkir gading, daun randu, dan dedaunan lain. Dedaunan sebagai simbol rintangan dalam hidup, yang diharapkan mampu dilewati bersama.
Mereka pun memasang tuwuhan dari satu persatu. Sampai akhirnya selesai.
__ADS_1
"Acara selanjutnya siraman, yang sebelumnya sudah di lakukan dan sekarang untuk membersihkan diri juga. Kemarin sudah siraman dan selanjutnya kita melakukannya siraman kembali. " Karena kemarin sudah di lakukan siraman oleh kedua mempelai.
Anin keluar dari kamarnya dan di tuntun oleh ibunya. Anin pun duduk di kursi yang telah di sediakan. Ada tujuh orang yang melakukan siraman kepada Anin.
Orang pertama yang melakukan siraman kepada Anin adalah ibunya dan selanjutnya oleh pamannya.
Ada tujuh orang karena jumlah ini berdasarkan sebutan tujuh pada bahasa Jawa yaitu “pitu” atau disyaratkan sebagai pitulungan (pertolongan) kepada calon pengantin.
Selanjutnya yang terakhir adalah pakdenya yang melakukan siraman dan akhirnya selesai. Pakdenya dari keluarga laki-laki, sebab dahulu yang melakukan tanggungjawab untuk semuanya pakdenya (Pak. Edi). Karena dahulu pakdenya yang mengurus Anin dan pakdenya belum di karuniai seorang anak. Sebab itulah, pakdenya sayang terhadap Anin.
"Pakde, ngga papa gendong aku. Aku kan malu, kalau pakde ngga kuat gimana? " tanya Anin
"udah pakde masih kuat buat itu semua, stamina pakde masih terjaga. " Jawab Pak Edi.
"Selanjutnya acara dodol dawet, yang akan melayani Bu Siti dan yang memayungi Pak Edi. Apakah tidak apa-apa buat istrinya kang Edi? " tanya pembawa acara
"ya, saya ikhlas karena saya ingin sekali bertanggung jawab atas semua yang di pesankan oleh almarhum kakak ipar saya. " Ucap Bu Wati (istri pak Edi) dengan tersenyum
"ya sudah sekarang para tamu, hadirin yang terhormat boleh membeli dodol dawet asli jualan dari Bu Siti dan Pak Edi. Beliau menggantikan ayahanda Anin yang sudah meninggal. " Dengan begitu dodol dawet jualan Bu Siti dan pak Edi pun laku dan pembeli membayarnya dengan tembikar atau kreweng yang terbuat dari tanah liat.
Ini merupakan contoh bahwa sepasang suami istri harus saling bergotong royong dalam membina rumah tangga.
"Oke, selanjutnya acara potong tumpeng dan silakan untuk bu Siti sama pak Edi memotong tumpengnya! " dengan begitu ada beberapa orang yang membawa tumpeng dan di letakkan di meja.
Pak Edi dan bu Siti memotong puncak tumpeng beserta lauknya.
__ADS_1
"Selanjutnya, dulangan pungkasan dan untuk mempelai wanita silakan keluar! "
Anin keluar dan ibunya mendulang Anin. Anin dan ibunya menangis karena selama ini yang mengurus Anin adalah ibunya dan yang mengingat masa lalu adalah mendulang anaknya sendiri. Ibunya harus melepaskan Anin untuk membangun keluarganya sendiri. Ibunya mencium pucuk kepala Anin dan mencium pipinya Anin. Ibunya makin terisak dan Anin sama dengan ibunya. Baginya seseorang ibu adalah orang yang berjasa dalam kehidupannya.
Selanjutnya Pak Edi yang melakukan dulangan kepada Anin dan pak Edi mencium pucuk kepala Anin dan mengelus kepalanya Anin.
"Oke, sekarang kita akan melakukan tanam rambut dan lepas ayam. Silakan bagi orang tuanya mohon untuk memotong rambut mempelai wanita. Kemudian, di tanam di tanah. Dan lepas ayam akan di lakukan oleh orang tuanya. "
Pak Edi dan bu Siti pun melakukan memotong sedikit rambut Anin dan di letakkan di wadah yang sudah di bawakan.
Pak Edi dan Bu Siti menggali tanah dan meletakkan rambut Anin ke tanah dan menanamnya.
Sekarang sudah di siapkan seekor ayam jantan hitam dan melepaskannya. Sebagai bentuk keikhlasan orang tua melepas anaknya hidup mandiri. Seperti seekor ayam yang bisa mencari makan sendiri.
"Oke, acara sudah selesai dan di lanjutkan upacara midodareni nanti malam. Saya persilakan untuk pak Edi dan Ibu Siti silakan istirahat. Mempelai wanitanya pun di persilakan untuk istirahat."
**Bersambung
Mohon maaf kalau ada yang kurang ataupun bagaimana? karena ini saya searching kagak bertanya kepada siapapun sama satu lagi nanti kagak up ya di lanjut besok karena tadi author ada sedikit masalah tentang bab-bab yang kata-katanya amburadul sama itu apa tulisannya kagak mudeng. Oke, author besok akan kembali lagi sama hari ini ngga up 2 kali karena saya ada sedikit masalah untuk mengerjakan soal dari guru saya. Saya sendiri masih anak SMP, itu semua karena hobi saya untuk menceritakan cerita-cerita dari orang-orang saja, saya menceritakan di sini.
Jangan lupa buat follow instagram author
🌹dindafitriani0911🌹
Terima kasih atas pemasukan teman-teman dan saya akan perbaiki kembali 🙏🙏❤❤**
__ADS_1