
Lanjut
Happy Reading untuk pembaca setia novel ini
_______________________
Rifa'i menunggu dan Anin berjalan menuju mobil Rifa'i. Rifa'i membukakan pintu mobil untuk anin.
"Makasih, " dengan begitu Rifa'i pun mengangguk dan memutar jalannya menuju tempat untuk mengemudi
Dengan memasang sabuk pengaman dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
"Oh iya, emang mau kemana? eh, maksudku restoran mana? " tanya Anin dengan gugup
"ehm, ya nanti liat aja! " jawab singkat Rifa'i
"ini orang ngapa ya? setiap kali di tanya yang penting ngga di jawab tetapi, yang ngga penting di jawab. Hadeh bisa stress aku kalau jadi istrinya tiap hari kek gitu mulu. " batin Anin dengan tersenyum membayangkan bagaimana rumah tangganya bisa-bisa hancur karena terbawa kayak begini? pikirannya cuma ke situ saja.
Anin dan Rifa'i sama-sama diam dan tidak berbicara sama sekali. Maka dari itu perjalanan lama jika, keadaan seperti ini. Anin akhirnya buka suara duluan
"Oh iya, pak saya mau tanya bukannya bapak dinas sekarang? apa bapak kalau ngga dinas bisa di pecat dari jabatan bapak yang masih tinggi lho pak? bapak kan jadi kepala Kapolres jadi, harus mencotohkan bagaimana caranya yang baik dan jahat sama-sama di bedakan gitu lho pak? " tanya Anin panjang kali lebar karena itu Rifa'i bingung mau jawab yang mana.
__ADS_1
"Udah tanyanya? kamu itu mau tanya? apa kepo? dan itu semua pribadi saya, mau apa kek sama itu kek dari pada begitu kamu mending contohkan kepada MABA mahasiswa baru yang ada di Universitas Negeri Jakarta. Jangan sampai Mahasiswa Baru bisa pusing karena kebanyakan bertanya tentang itu, ini! " jawab Rifa'i dengan panjang
"lha bapak kan juga harus mencontohkan bagaimana caranya? jadi, itu semua dan ini semua! " elak Anin dengan menyomot makanan yang ada di mobil Rifa'i.
"Oh begitu, udah. Saya sudah mengerti tapi itu semua bagi saya tetap saya perhatikan! " dengan formalnya.
Dengan begitu sampailah di restoran dan Anin takjub dengan restorannya, ada taman, ada ayunan di taman, dan ada pohon rindang nya.
"ini restoran apa-apa ini? " batin Anin dengan mengikuti langkah Rifa'i yang panjang.
Rifa'i dan Anin sekarang di tempat duduk yang di sediakan restoran dan Anin ingin sekali rasanya berteriak karena di suguhkan pemandangan yang sungguh luar biasa di dalamnya. Ada semua ini restoran temanya hijau-hijau semua pokoknya rindang sama kayak pohon. kursi, meja, lantai aja terbuat dari batang kayu dindingnya pun sama. Berarti antara kayu dengan pepohonan. Temanya.
"Saya samakan aja sama bapak. " Sahut Anin duluan
"Ehm, saya ngga suka terlalu makan berat-berat. Jadi, menu makanan di sini yang enak ya. " Jawab Rifa'i
___________________________
Hajar pun sampai di Belanda, negara yang dahulu dia kecil dan remaja disini. Sebelumnya lahir dan dewasa di Indonesia. Semua itu telah berlalu dan dia ingin sekali rasanya melihat sebuah arti ketenangan di dalam dirinya.
Sampailah di depan dan Hajar menunggu sopir ayahnya.
__ADS_1
"Welkom in nederland. " Ucap Sopir ayahnya (Selamat datang di Belanda )
"Ja. Ben jij papa's chauffeur?" Tanya Hajar
(Ya. Apakah anda sopir dari ayah?)
"Ja. Ik mezelf. Omdat Mr Big en Mrs Big u niet kunnen ophalen. " Ucap sopir ayahnya tersebut dengan ramah (Ya. Saya sendiri. Karena tuan besar dan Nyonya besar tidak bisa menjemput Nyonya.)
" Oke, kom alstublieft binnen mevrouw! " Ucap sopir ayahnya ( oke, silakan masuk Nyonya!) dengan membukakan pintu mobil dan ternyata ada seorang sopir di dalamnya dan ada satu mobil lagi yang mengawalnya. (Maaf, dah itu ngga bisa bahasa Belanda jadi, ya translate tapi kayaknya banyak yang salah)
***Bersambung*
Maaf teman-teman yang aku sayangi kemaren ngga bisa up karena di dunia nyata ada yang paling penting ya. Jangan lupa like, komen, dan vote. Terima kasih atas semua itu.
Salam Author**
Ttd
____________
Dinda Fitriani
__ADS_1