Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Salah Paham


__ADS_3

~Beberapa hari kemudian


Rifa'i sudah pulang dan Anin mengantarkan Rifa'i pulang ke rumah.


Rifa'i duduk di kursi roda karena masih keadaannya belum benar-benar pulih. Anin mendorong kursi rodanya dan sambil berbincang-bincang.


"Neng emang neng ngga ke kampus gitu kan kasihan itunya beasiswanya kalau di cabut neng. Itu semua hasil jerih payah neng kok neng ngga terusin bagaimana nanti? " dengan duduk di kursi taman.


"Alah pak itu, saya emang udah di cabut beasiswa saya karena ada masalah beberapa hari lalu. Saya udah ikhlas kok pak, " sebenarnya Anin masih ingin sekali kuliah melanjutkan studinya ke Universitas Negeri Jakarta tersebut tetapi apa dayanya Anin telah di keluarkan oleh pihak kampus dan di cabut beasiswanya oleh pihak kampus karena kejadian cuma kesalahan paham saja.


*Flashback Off*


*Anin berjalan ke kampus dan ada seseorang yang membawa Anin ke ruang ospek dan


Danu Candradimuka adalah ketua ospek di kampus dan orang yang terkenal di seluruh pojok kampus. Anak dari pengusaha terkenal di Indonesia ini namanya Abraham Candradimuka dan Cintya Ayu Candradimuka sama-sama orang tuanya memiliki usaha yang begitu lebih.


"Ada apa kak kok bawa saya ke ruang ospek? " tanya Anin


"nin kamu jelaskan ini maksudnya apa? hah... " Dengan menunjukkan kertas dan poster


"apaan ini kak, aku ngga pernah ya namanya membuat poster buat ngejelek-jelekin kakak di seluruh kampus ini jugaan saya ngga berani buat ngejelek-jelekin kakak... " Dengan keras dan menunduk karena dia tidak pernah namanya menjelekkan harga diri orang lain.


"Nin ini beneran kamu kan, orang jelas-jelas ini poster kamu di bawahnya aja ada tulisan yang mencetak poster ini.... " Dengan menunjukkan posternya


Ada temannya di sana yang telah mendapatkan informasi dari pihak kampus untuk ke ruangan rektor.


"Gawat bro, rektor pagil lho buat ke ruangannya sekarang dan Anin lho juga di suruh ke ruangannya juga. " Sontak saja Danu menggebrak meja dengan keras dan Anin terkejut.


Anin dan Danu menuju ke ruangan rektor sekarang dan di sana ada perkumpulan dosen.


"Selamat pagi pak? " salam Danu dan Anin

__ADS_1


"pagi, silakan duduk. " Jawab rektor universitas Negeri Jakarta bernama Ardi Fathir Nanthani


"Iya Pak, " jawab Anin dan Danu


Mereka sekarang diambang persetujuan dari pihak kampus dan sekarang Anin lah yang mendapatkan beberapa pertanyaan dari para dosen.


"Oke, saya sudah putuskan bahwa Anin akan di keluarkan dan beasiswa akan di cabut. " Ucap Ardi dengan jelas dan Anin terkejut.


"Pak saya ngga pernah namanya buat poster seperti itu pak. " Bela Anin karena dia tidak terima oleh keputusan pihak kampus.


"Silakan anda keluar mbak, " usir pelan Ardi


Anin keluar dan melihat seniornya mengumpul.


Dan mengolok-olok Anin dan Anin curiga ini pasti perbuatan seniornya karena sedari tadi Anin lihat seniornya itu tertawa di dalam hati.


Namanya Siska pacar dari Danu. Tetapi Danu tidak menanggapinya. Karena hari yang lalu Anin di kantin tidak sengaja ke tabrak oleh Danu. Danu pun menolongnya.


Teman-teman Anin pun sudah terhasut oleh poster tersebut tetapi teman yang setia pada Anin menyemangatinya.


"Nin udah semangat ya, buat itunya. Jangan pantang menyerah semua itu mimpimu! " pesan Rina, Siska, dan Sinta.


"Ya, " jawab lemah Anin


Anin keluar dari kelasnya tetapi seakan tidak rela teman friend yang sudah menjadi teman sekitar 2 tahunan ini.


"Semangat nin, jangan pantang menyerah buat itu semua! " teriak mereka semua*.


*Flashback On*


Anin dan Rifa'i sekarang sudah sampai di rumah Rifa'i. Rifa'i pun sekarang benar-benar lega sudah karena di rumah sakit benar-benar buat suntuk saja.

__ADS_1


"Ini Non aden udah saya buatkan makanan dan minuman, " ucap pelayan


"terimakasih ya bi, " dengan begitu pelayan pun tersenyum mengangguk dan meninggalkan pasangan tersebut.


"Neng pernikahan kita tinggal satu bulan lagi lho, ngga ke rasa udahan. " Dengan mengambil cemilan dan memakannya.


"Ya pak, " Jawab Anin


"ngga sabar pengen punya anak selusin neng biar rame rumah. Tetapi ngga ah nanti cinta neng ke abang bisa luntur buat abang karena setiap hari ngurusin anak-anak. " Dengan begitu Anin pun mencubit lengan Rifa'i


"Siapa juga yang mau buat anak selusin pak. Emang kagak kasihan apa sama istrinya. Huh dasar para lelaki tidak berguna sama sekali..... " Dumel Anin dengan keras dan Rifa'i pun terpingkal-pingkal.


"Ya... Ya, kasihan juga istriku nanti. " Mereka berdua akhirnya romantisan bersama sampai pelayan dan pengawal pun kagum dengan pasangan tersebut.


*Bersambung*


Cuma beberapa part lagi jenjang nikahnya dan nanti akan tuntas masalah orang tua Rifa'i. Apakah kembali atau tidak. Ketemu kembali nanti. Duh, banyak kata nanti bisa-bisa tangannya copot buat up!! makanya harus bayar dengan jempol yaitu like, komen, dan vote.


***Terima kasih atas semua dukungan para teman-teman yang sudah setia dengan novel ini!!! Sampai ketemu kembali nanti atau besok pagi ya kira-kira karena panjang banget kata-kata nya. Huh kudu ekstra ini kekuatannya.


Q: "Biar ekstra makan yang banyak Thor, biar nggak sakit."


A: "Ya nanti gemuk, di rumah aja tiap hari gemuk kalau makan terus. "


Q:" Ya biar semangat Thor 💪💪💪"


A: " Author belum promosi nanti kalau udah promosi, jangan lupa kasih like, komen, dan vote. Yang baru-baru nih pembacanya.


Sama satu lagi nanti kalau udah vote karya novel ini aku bakalan follow kalian dan baca semua karya kalian. Jangan lupa follow balik ya!!‼


Duh duh author jangan gitu ya....

__ADS_1


Q: "Astagfirullah author bikin gedek emang, agak gesrek pikirannya***. “


__ADS_2