
" Saya terima nikahnya Anin Fitri Ani dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. "Ucap Rifa'i dengan satu tarikan
" Bagaimana para saksi sahhh.... " Ucap penghulu dan para saksi pun menjawab
"Sahhhhh.... "
"Alhamdulillah, Baarakallaahu Laka Wa Baaraka Alaika Wa Jama’a Bainakuma Fii Khoir
الْحَمْدُ لِلّه رَبّ الْعلمِيْن وَلصَّلاَةُ وَالسّلاَم عَلى اَشْرَفِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْن وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اَمّا بَعْد
” Do'a dari penguhulu dan sekarang waktunya sudah bahagia untuk kedua pasangan
" Selamat, Mudah-mudahan kalian menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah. Ammiin ya robal alamiin. Silakan untuk mempelai pria menyematkan cincin dan menyalimi tangan mempelai wanita! Dan untuk mempelai wanita pun menyematkan cincin. " Ucap penghulu
Rifa'i pun menyematkan cincin dan menyalimi tangan Anin. Dengan membacakan surat-surat yang sudah dia hafalkan sebelumnya dan Anin pun menyematkan cincin ke tangan Rifa'i.
__ADS_1
"Ya, baiklah acara ijab kabul sudah terlaksana dengan baik dan kayaknya ini pengantinnya ngga punya omong sama sekali. Lucu banget ya, cuma senyum saja yang di keluarkan. " Ucap pembawa acara
"Oke, sekarang akan istirahat dahulu dan nanti akan di laksanakan upacara panggih. " Ucap pembawa acara.
Setelah beberapa menit kemudian
Sekarang tibalah waktunya untuk upacara panggih dan acara pertama yaitu upacara penyerahan sanggan.
Anin sudah duduk di kursi pengantin berhias indah dimuka petanen atau disebut krobongan. Kemudian Rifa'i tiba, diapit oleh sesepuh pria dan di lakukan upacara penyerahan sanggan.
Sanggan diberikan pihak mempelai pria kepada kedua orangtua mempelai wanita sebagai bentuk tebusan putri mereka. Sanggan terdiri dari satu tangkep atau dua sisir pisang raja matang di pohon, sirih ayu, kembang telon yang berisi buna mawar, melati dan kenanga, serta benang lawe.
Balangan artinya melempar, sedangkan gantal artinya daun sirih yang diisi dengan bunga pinang, kapur sirih, gambir, dan tembakau yang diikat dengan menggunakan benang lawe.
Upacara ini dilakukan dari arah berlawanan, berjarak sekitar dua meter. Mempelai pria melemparkan gantal ke dahi, dada dan lutut mempelai wanita. Lalu dibalas oleh mempelai wanita yang melempar gantal ke dada dan lutut mempelai pria. Ritual ini bertujuan untuk saling melempar kasih sayang.
__ADS_1
"Selanjutnya acara Upacara menginjak telur, wiji dadi, wijikan atau Ranupada. " Ucap pembawa acara
Upacara ranupada menjadi tahapan selanjutnya dalam prosesi panggih di pernikahan adat Jawa. Ranupada berasal dari dua kata yaitu ranu yang berarti air dan pada artinya kaki.
Perlengkapan yang dipakai untuk ranupada terdiri dari gayung, bokor, baki, bunga sritaman dan telur. Pemaes mengambil telur ayam yang kemudian disentuhkan di dahi pengantin pria terlebih dahulu. Kemudian telur ayam juga disentuhkan di dahin pengantin wanita tiga kali.
Setelahnya telur ayam dipecahkan di kaki pengantin pria dan pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria dengan air bersih. Pembasuhan ini mencerminkan wujud bakti istri kepada suami agar rumah tangga bahagia dan harmonis.
"Upacara Bergandungan tangan Kanten Asto (Kanthen Asta), selanjutnya. "
Pada prosesi ini kedua pengantin berdiri berdampingan dan bergandengan tangan sambil mengaitkan jari kelingking, wanita di sebelah kiri dan pria di sebelah kanan. Kedua mempelai kemudian berjalan bersama ke pelaminan.
" Selanjutnya upacara selimut sindur. "
Pada tahapan ini ibu dari pengantin wanita menyelimuti kedua lengan pengantinndengan kain sindur. Setelah itu kedua pengantin berjalan pelan-pelan menuju tempat duduk pengantin, diikuti oleh kedua orangtua.
__ADS_1
*Bersambung*
Maaf teman-teman kemarin tidak up sama sekali, jadi nanti aku akan up 2 kali lagi ya. Terima kasih udah nunggu kisah selanjutnya. salam sayang author 😘😘😘