
Assalamu'alaikum balik lagi!!!
π·Jangan lupa Like, Komen Positif, dan Voteπ·
π·Jangan lupa buat mampir ke instagram author, dijamin di follback!!! π·
@dindafitriani0911
#Terima kasih
π·Happy Reading π·
Anin dan Rifa'i sudah selesai belanja, mereka belanja begitu banyak sampai harus menyewa satpam untuk membawakan belanjaan mereka. Mereka beristirahat di rumah makan yang ada di seberang jalan. Sebenarnya, Rifa'i suka dengan masakannya dan bersih. Terciptalah Rifa'i setiap saat pasti mampir ke rumah makan ini. β Assalamu'alaikum mang. β Sapa Rifa'i dengan Pak Darmo, pemilik serta penjual makanan yang ada di rumah makan ini.
β Waalaikumsalam, eh Pak. Silakan duduk! Mau beli apa Pak? β Tanya Pak Darmo. β Apa kabar Pak? Jarang ke sini, β imbuhnya. β Oh iya maaf mang, lupa mau ngundang mang ke pernikahan saya. Hehehe masalahnya nggak terlalu mengundang banyak orang soalnya, yang penting kumpulkan keluarganya aja. β Ucap Rifa'i dan Pak Darmo duduk bersama Rifa'i dengan Anin.
β Ya Allah kamu ini udah nikah ya, oalah ini istri bapak. Hahaha cantik banget lagi, β puji Pak Darmo. β Hehehe nggak papa, jugaan jangan terlalu memikirkan buat mengundang mamang! Mamang juga kemarin-kemarin nggak jualan karena anak perempuan mamang nikah juga. β Lanjutnya. β Iya mang, β Jawab Rifa'i. β Oh iya mbak, namanya siapa? β Tanya Pak Darmo.
β Nama saya Anin Pak, β Dengan begitu Pak Darmo mengangguk dan mengalihkan pembicaraan. β Ya udah ini mau pesan apa? β Tanya Pak Darmo, β Iya Pak kami pesan pecel lele 2 porsi sama air putih aja. β Jawab Rifa'i,
__ADS_1
β Pak-pak itu ada air putih, ngapain pesen jugaan. Tinggal nuangkan saja, minum. Udah selesai, β Ucap Pak Darmo dengan menggeleng-gelengkan kepala dan pergi ke dapur untuk membuat pesanannya.
β Mau ini yang? β Tanya Rifa'i dengan membuyarkan lamunan Anin. Anin sedari tadi, dia melongo tidak percaya karena sosok Rifa'i bisa makan di rumah makan seberang jalan.
β Yang, β sekali lagi Rifa'i memanggil Anin, Anin pun menjawabnya. β Eh, ada apa mas? β Dengan begitu, Anin mengubah posisi duduknya. β Kamu mikirin apa kok melamun terus? β Rifa'i mengelus tangan Anin dan Anin tersenyum.
β Nggak papa kok, β Jawab Anin dan akhirnya makanan datang, mereka bersama makan.
Setelah beberapa menit, akhirnya Anin dan Rifa'i sudah selesai makannya. Anin mencuci tangannya dan Rifa'i membayar semua makanan. Rifa'i membungkuskan makanan untuk mertuanya, Rifa'i dan Anin melangkah ke parkiran mobilnya berada. Rifa'i menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. β Oh iya yang kamu mau beli apa lagi? β Tanya Rifa'i sambil fokus terhadap jalanan yang di rintiki hujan. β Udah lah, di luar juga hujan. Ini juga udah malem, enaknya tidur juga. β Anin menggosok-gosokkan tangannya karena hawa dingin AC di mobil. β Iya udah kalau begitu, β Rifa'i memandang Anin dari spion yang bergantung di dalam mobil. β Ehm, kamu kedinginan ya yang? β Tanya Rifa'i. β Ya Allah udah tau dingin, ngapain nanya. β Rifa'i mengecilkan suhu ACnya. β Yang itu di belakang ada jaket kayaknya. Coba kamu cek dulu, β Anin mengecek di kursi belakang. Ternyata ada jaket, Anin memakainya dan Rifa'i tersenyum. β Yang kamu kenapa? Kok pucet, β Rifa'i panik setengah mati. Akhirnya Rifa'i menepikan mobilnya dan melihat keadaan Anin yang pucat pasi.
β Aku cari teh hangat dulu ya, biar nambah hangat nanti badanmu. β Rifa'i mengecek suhu tubuh Anin yang begitu dingin. β Nggak usah lah mas, jugaan udah dekat rumah ibu. Nanti pas sampai di rumah aja, lanjut aja mas. β Rifa'i mau nggak mau, akhirnya melajukan mobilnya dan akhirnya sampai di depan rumah ibunya Anin. Rifa'i membuka pintu mobil dan melangkah ke kursi penumpang. Rifa'i akhirnya menggendong Anin yang sudah menggigil. β Yang kamu ketok dulu ya, β Anin pun mengetok pintu.
β waalaikumsalam, Ya Allah nak. Nak kamu bawa Anin ke kamar aja! β Ibunya Anin panik dan membuatkan teh hangat sama kompres air hangat. Rifa'i menurunkan tubuh Anin ke ranjang dan menyelimuti dengan selimut.
β Ini nak kamu bantu minum tehnya! Biar dinginnya hilang. Sama kamu kompres ya, ibu mau buatkan bubur buat Anin. β Dengan menyerahkan nampan. β Nggak usah bu, Anin udah makan tadi. Ibu kalau mau makan, itu ada makanan di dalam mobil. Maaf sekali bu, tadi mau bawa ke sini udah panik. Jadi, merepotkan ibu. β Ucap Rifa'i, β Nggak papa nak, ehm mobilnya udah di kunci apa belum? β Tanya Ibu mertuanya. β Belum bu, nggak papa tinggal buka aja. β Akhirnya ibu mertuanya mengambil makanan di mobil. Rifa'i membantu Anin duduk dan membantu untuk meminumkan tehnya. Anin menyeruputnya dan mulai terasa hangat akhirnya. Rifa'i membuka tutup minyak kayu putih dan mengoleskan ke leher Anin. β Gimana udah hangat apa belum? βTanya Rifa'i.
β Allhamdulilah udah hangat kok, β Ucap Anin dengan lemas.
β Kalau begitu besok ke rumah sakit aja ya, kayaknya kamu punya penyakit ya. Jugaan kalau kena cuaca dingin, kamu pasti nggak kuat. β Ucap Rifa'i, Rifa'i menaruhkan kompres di meja dan membantu Anin untuk tidur. β Ya udah kamu tidur ya, aku mau beres-beres dulu. β
__ADS_1
Anin mengangguk lemah dan Rifa'i melangkah keluar dari kamar. β Gimana nak? Udah agak mendingan kan, β Tanya mertuanya. β Udah kok bu, aku mau keluar dulu. Mau ambil barang-barang di dalam mobil. β Ucap Rifa'i, Ibunya mengangguk dengan melanjutkan makannya.
Akhirnya semuanya sudah beres, Rifa'i duduk di ranjang. Rifa'i mendekati Anin, mengelus-elus kepala Anin. Dengan mata sayup-sayup, Anin membuka matanya dan Rifa'i tersenyum kepada Anin. β Kenapa yang? β Tanya Rifa'i, β Kamu nggak tidur mas, ini udah malem jugaan. Besok juga mau kerja, β Dengan tubuh lemas. Anin mengangkat tubuhnya untuk duduk dan Rifa'i membantu Anin. β Udah yang kamu tidur aja, iya aku tidur ini jugaan. β Akhirnya Anin tersenyum dan menelusuri mimpinya kembali, sebenarnya Rifa'i belum juga tidur. Memikirkan nasib ke depannya. β Ya Allah aku minta ridho kepadamu, bagaimana nasib pernikahan ku depannya? Aku di perintahkan untuk mengabdi untuk negara, di tugaskan kemanapun harus mau. β Ucap Rifa'i.
Salam hormatku yang engkau kenal...
Setiap semuanya berlalu, Aku bukan yang engkau kenal begitu saja. Aku menjadikan untuk setia menemani Abdi negara dan hormatku untuk Negara. Sampailah saat kau menjadikanku suamimu untukmu. Aku juga akan menghormatimu sebagai seorang istri dan seorang ibu untuk anak-anak ku nantinya. Setia bersama cinta untuk Negara dan Istri.
- Rifa'i -
Catatan : Ini bab terakhir ya gess!! Selamat tinggal untuk pembaca yang ada di novel ini...
* Bersambung *
Semangat terus babang Rifa'i kedepannya... Hadapi semua rintangan,
Hahaha kata-kata sulit pasti susah di rangkai, begitulah author tidak bisa merangkai kata-kata.
Nanti ada pengumuman baru tentang novel selanjutnya!!!! Terima kasih ππ
__ADS_1
Lop-lop