Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Teka-Teki(Psikopat)


__ADS_3

_______________________________


Rahmat sekarang masih ada di ruang rahasia untuk mengurus anggota Mafianya yang menghianatinya. Sebelumnya anggotanya sudah di tangkap oleh orang suruhannya dan sekarang di tali di tiang dan di ikat di lehernya tali tersebut. Orang suruhannya tersebut melewati jalan rahasia di bawah untuk menuju ke mansion ini sampai sekitar 4 Km dari jalan keluarnya.


"Paman apa kabar? semuanya telah berlalu Paman, sekarang waktunya Paman di sini untuk membalaskan semuanya. " Dengan senyum yang mengerikan.


"Tolong lepaskan saya, saya ngga bersalah. Semua itu hanya rekayasa Tuan. " Dengan meronta-ronta untuk di lepaskan tetapi pengawal tersebut malah mengencangkan talinya.


"Hm, rekayasa apa ulangi lagi. Apa Paman tidak malu bilang rekayasa semua? Ha, " dengan mengambil pisau kecil dan mengasah pisau tersebut.


_____________________________


Hajar pun ke kamar dan bingung mau apa. Hajar langsung ke ranjang dan membawa buku yang akan dia baca.


"Gimana ya, kok perasaanku ngga enak dari tadi? " dengan bolak-balik


"Hm, aku ke ruang kerjanya mas Rahmat paling juga mengurus client aja. Tapi aku ke ruang kerjanya nanti aku dimarahin sama mas Rahmat. Alah bodo amat lah masa iya. " Dengan membuka pintu kamar dan berjalan ke arah ruang kerja. Hajar pun mengintip biar ngga ketauan pengawal. Sampai benar-benar di depan pintu dan membukanya.

__ADS_1


"Astaga semua serba hitam lagi, aduh. " Dengan berjalan ke arah lemari dan mengambil buku tentang bisnis dan ternyata lemari tersebut terbuka.


"Ini ruangan apa ya gelap banget lagi, ah ambil senter aja ya. " Dengan mengambil senter untuk memberi penerangan dan berjalan sampai menemukan lift


"hah ini lift bukannya naik malah turun sih aneh juga ya. " Dengan memencet tombol lantai ke 2 padahal itu ruang untuk membunuh dan penyiksaan.


"Aku pakai tangga aja, ya nanti kalau aku ketauan bisa-bisa jadi gitulah. " Dengan menuruni tangga sampai tidak ada petunjuk tetapi di dinding ada tulisan 1 dan 2. Sampai ke bawah ada sebuah penerangan. Hajar pun bersembunyi di balik dinding dan melihat ada Rahmat dan orang yang tidak ia kenal karena semuanya serba hitam.


___________________________


Rifa'i bangun jam 3 pagi dan mengambil minum di dapur melewati kamar Hajar dan Rahmat. Ternyata terbuka lebar dan Rifa'i pun masuk


"Hm, kenapa jadi laper lagi. Ini apa kok masih ada nasi goreng dan lauknya lagi. Ah, tinggal manasin aja ah. Laper juga, " dengan mengambil wajan dan memanasi nasi goreng sama lauknya.


"Akhirnya selesai juga, " dan Rifa'i melihat jam sekitar jam 03.30 pagi.


"Makan, laper jugaan. " Sampai handphone Rifa'i berdering

__ADS_1


"siapa lagi pagi-pagi udah nelpon? " dengan mengambil handphone dan mengangkatnya


"Selamat pagi komandan, maaf saya telpon pagi-pagi? "


"ya, ada apa? ehm, apa ada masalah tentang penangkapan? " tanya Rifa'i.


"Komandan, saya informasikan kalau ada pembunuhan berantai. Komandan, kami tidak mendapatkan informasi lebih lanjutnya, komandan. " Jelas polisi tersebut.


"Ya, kalian semua harus mencari informasinya lebih lanjut ya! " perintah Rifa'i


"baik komandan, saya akan tindak lanjuti. " Jawab polisi seberang.


"Ya, saya tutup dulu. Jika, ada masalah hubungi saya. " Ucap Rifa'i


"Baik. Komandan, " jawab polisi tersebut.


Pesan: Jika kalian tidak mau kekerasan di dalam novel ini di skip aja. Author mencampur aduk ini novel karena satu-satu masalah akan selesai.

__ADS_1


*Bersambung*


Oke, kalau nanti aku up lagi ya. Jika ada halangan ya mohon maaf sekali karena di dunia nyata banyak kesibukannya masing-masing. Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Terima kasih atas dukungan para teman-teman.


__ADS_2