Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Indahnya Syafaatku


__ADS_3

Rifa'i POV


Aku melihat bayangan yang selalu terukir di hatimu, walaupun hati merupakan organ tubuh. Hati merupakan jalannya pemikiran dan perkataan, tetapi kadang kalanya perkataan membuat hati menjadi sulit untuk di buka. Aku bukan sosok jati laki-laki yang sempurna, kesempurnaan seperti laki-laki menjadi harapan untuk kaum perempuan.


Hari ini dimana aku menjadi sosok pendamping untuk mendampingimu sampai kapan nanti kita di pisahkan oleh maut. “ Mas ini gimana? Ini baju buat ke kantor ya, ” Ucap dia yang memilih baju untuk ke kantor, sebenarnya aku sudah tidak pusing-pusing untuk memikirkan itu. “ Iya, udah lah itu juga nanti di ituin sama mbaknya nanti. ” ucapku dan aku melihat ada deringan handphone di saku celanaku. Ternyata papah, aku pun mengangkat tombol berwarna hijau.


“ Assalamu'alaikum pah, ” ucapku dahulu dan papahku menjawab. “ Waalaikumsalam, ” Jawab papahku. “ Oh iya papah mau apa? ” Tanyaku, “Eh anak tengik lu nanti upacara di kantor kan, semuanya udah lu urus? ” Ucap papahku yang sedang marah. “ Udah pah, santai aja nanti papah tinggal berangkat ke kantor aja. Jangan lupa bawa gigi palsunya! Nanti runyam masalahnya kalau dagingnya nyangkut di gusi, ” Ucapku dengan ketawa karena papahku ada salah satu giginya yang pernah di copot karena kejadian menimpanya ketika berenang. “ Emang ya lu pada ngetawain orang yang nggak punya gigi, iya nanti papah bawa. Nanti papah ke sana, papah mau makan dulu. Kalau begitu papah tutup, assalamu'alaikum. ” Ucap papahku.


“ Waalaikumsalam, hahaha emang ya orang tua kalau udah masalah gigi aja makin runyam pada. Nanti juga gitu, semakin tua ya semuanya nggak berguna. Tetap olahraga biar tambah semangat untuk menjalani hidup, ”


“ Mas kamu nggak boleh gitu, itu juga orang tua kamu. Nanti juga mengalami seperti itu, sampai kakek dan nenek nantinya. ” Ucap dia sambil di polesin bedak bersama mbak, “ Iya, oh iya mbak nanti istriku di pakein hijab ya biar nggak ngapa-ngapa di jalan. ” Ucapku karena aku tidak suka dengan perkataan tidak memakai hijab.

__ADS_1


“ Iya pak, ” Ucap mbak. Aku duduk di kursi sambil di pijat-pijat oleh Pak Sukirman, tukang pijat di mansion ini. Sebenarnya beliau adalah pengawal di sini, tetapi beliau juga ahlinya memijat.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya semuanya sudah selesai dan aku sudah gagah dengan penampilan ku sekarang karena memakai baju seragamku kembali, di saat acara penting aku memakai pakaian dinas untuk upacara atau PDU (Pakaian Dinas Upacara). Anin sangat cantik memakai gaun putih panjang dan memakai hijab.


“ Kalau begitu sudah waktunya untuk berangkat komandan, ” Ucap Polisi yang menjadi bawahan dari Rifa'i. “ Yuk kalau begitu kita berangkat! ” Akhirnya aku dan istriku berangkat dengan pakaian yang begitu memaknai untukku.


Sampailah di kantor dan aku di sambut dengan penghormatan. Sampailah aku mengagumi dengan upacara ini untukku.


Beberapa jam kemudian, akhirnya upacara yang selalu kuhadirkan untuk mencapai cita-cita ku menjadi seorang Abdi negara, akhirnya selesai. Aku menggandeng tangan bidadari yang memuja dan memujiku setiap hari. Dialah istriku, Anin Fitri Ani.


Author POV

__ADS_1


Rifa'i menjadikan jalan untuk terindah baginya karena ke depannya sudah tiada lagi untuk mengulangi jalan ceritanya.


Rifa'i dan teman-temannya saling becanda karena sudah lama memendam rasa kangen di dalam dirinya. Anin bergabung dengan ibu-ibu bhayangkari, Anin merasakan bagaimana indahnya syafaat di dalam dirinya karena bermanfaat untuk ke depannya.


* *Bersambung


Jangan lupa mampir ke instagram biar dapet informasi untuk kepentingan novel ini, jugaan di jamin di follback...


@dindafitriani0911


Pengumuman Penting :

__ADS_1


Ini author mau tamatkan ini novel karena author mau ke depannya novel ini menjadi lebih di tingkatkan lagi.... Karena banyak komentar di awal itu, author mau perbaiki lagi udah keburu males.... Ini mau ke bagian duanya, nanti author nggak pisah-pisahkan kembali, emang author dulu belum tau itu-itulah karena author ini juga belum kepikiran untuk searching, padahal itu penting juga. Author minta maaf kepada kalian kalau ketikan ataupun bahasa, alur, semuanya itu salah mohon di maafkeun. Masa itu adalah masa author masih memulai novel ini. Jugaan author pusing, mau lanjut tapi itu di bagian awalnya kurang itu... Mau di perbaiki keburu nanti upnya kurang jugaan.... Author meminta maaf sebanyak-banyaknya buat kalian semua yang tidak nyaman dengan novel ini.... Besok author tambah dua lagi dan akan di tetapkan jatuh novel barunya pertengahan bulan Desember... Maka dari itu sebelumnya author harus menghadapi ulangan akhir semester (UAS), jadi harus sabar untuk menunggu kisah selanjutnya.... Wokeh 👌👌👌


Besok doble up ya, itunya author tambah jadi dua.... Jadinya jumlah episode 80. Oke**,


__ADS_2