
π·Instagram Author : @dindafitriani0911 π·
π·Jangan lupa untuk Like, Vote, dan Komentar yang Positif π·
#Terimakasih#
π·Happy Reading π·
__ADS_1
Sampailah mereka di mal, Anin berjalan-jalan dengan santai dan Rifa'i ada di rumah makan. Anin memilih-milih barang dan yang dia pilih pun tidak sesuai dengan seleranya. β Aduh kok ya mahal, ya ini. Bisa 10 hari menghabiskan uang ini, buat apa coba beli ini. Tapi aku pengen. β Karena melihat harganya saja, Anin langsung menghemat dan mundur. Anin memilih untuk tidak membelinya.
β Waduh itu apa ya, kok tangga bisa jalan sendiri. Wuih nanti ada demitnya lagi, waduh di bawah banyak makanan. Tapi, melihat itu kok ngeri sendiri. β Anin memilih untuk memutar-mutar di atas daripada di bawah turun dengan eskalator.
β Walah ini harganya juga mahal lagi, wuih mending keluar sajalah. β Anin melangkah keluar dan sampai di pintu, Rifa'i masuk dan Anin terpelonjak kaget. β Kamu kenapa? β Tanya Rifa'i dan melihat Anin yang tidak membawa apa-apa dari dalam mal. β Ehehehe, itu... Ehm... Itu, aku nggak mau beli di sini. Udah kita ke rumah ibu aja yuk, ibu di kasih martabak aja udah seneng kok. β Jawab Anin. β Kamu ini ya, nanti kalau aku di marahin ibumu bisa-bisa aku sama keluargaku malu. Karena nggak menafkahi kamu, terus badan kamu kurus. Terus semuanya makin runyam, udah lah tinggal pilih saja. Kalau masalah uang serahkan semuanya itu sama aku, β Ucap Rifa'i dan Anin menganggap kalau Rifa'i memamerkan harta kekayaannya. β Alah mau pamer aja, bilang bos. Jangan terlalu di paksakan! β Ucap Anin dengan tersenyum mengejek.
Rifa'i terkejut dan membuat hati Rifa'i menaruh curiga. β Ehm, kamu mau apa emang di sini? Di sini cuma ada barang buat dapur sama keperluan rumah tangga. Kalau di lantai bawah, banyak pilihannya. β Ucap Rifa'i dengan melipat dan menempelkan tangannya ke dada. β Hehehe biasa ini kaki kumat kalau mau turun ke bawah, namanya juga orang nggak berani naik eskalator. β Ucap Anin dengan nada lirih, membuat Rifa'i menghela napasnya. β Kamu ini nggak bicara dari tadi, kirain kenapa? Ya udah sini aku pegang tangannya. β Ucap Rifa'i dengan menggandeng tangan Anin dan Anin menolak keras. β Aku nggak mau naik itu, bikin trauma. Katanya nggak boleh injek yang kuning-kuning itu, β Rifa'i membawa Anin dan akhirnya Anin turun ke eskalator. Awalnya ragu-ragu, sampailah di bawah dan Rifa'i menarik tangan Anin. Sebab Anin terlambat sedikit, dia sudah di dorong oleh orang yang ada di belakangnya.
__ADS_1
β Sakit tau, main tarik aja. Emang tambang apa? Main tarik aja, β Ucap Anin dengan mengusap-usap tangannya. β Mbak awas lho nanti ada judul lagu tarik sis semongko.... Hahaha, β Ucap orang yang di belakangnya. Membuat Anin mengoceh-oceh tidak jelas.
β Udah napa? Nggak malu sama yang lain, senyum sini yang... Hahaha, β Ucap Rifa'i sambil memotret Anin dengan cemberut. β Mas yuk! Aku mau ke toilet, ini udah nggak tahan. β Ucap Anin dengan menyeret tangan Rifa'i dan Rifa'i bingung mau gimana lagi?
* Bersambung *
Hahaha mas Rifa'i tarik aja tangan Anin, dengan borgol cinta mas... Hahaha ππππ
__ADS_1