Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Bonus Ekstra Part 2 (Mal)


__ADS_3

🌷Instagram Author : @dindafitriani0911 🌷


🌷Jangan lupa untuk Like, Vote, dan Komentar yang Positif 🌷


#Terimakasih#


🌷Happy Reading 🌷

__ADS_1


Sampailah mereka di mal, Anin berjalan-jalan dengan santai dan Rifa'i ada di rumah makan. Anin memilih-milih barang dan yang dia pilih pun tidak sesuai dengan seleranya. β€œ Aduh kok ya mahal, ya ini. Bisa 10 hari menghabiskan uang ini, buat apa coba beli ini. Tapi aku pengen. ” Karena melihat harganya saja, Anin langsung menghemat dan mundur. Anin memilih untuk tidak membelinya.


β€œ Waduh itu apa ya, kok tangga bisa jalan sendiri. Wuih nanti ada demitnya lagi, waduh di bawah banyak makanan. Tapi, melihat itu kok ngeri sendiri. ” Anin memilih untuk memutar-mutar di atas daripada di bawah turun dengan eskalator.


β€œ Walah ini harganya juga mahal lagi, wuih mending keluar sajalah. ” Anin melangkah keluar dan sampai di pintu, Rifa'i masuk dan Anin terpelonjak kaget. β€œ Kamu kenapa? ” Tanya Rifa'i dan melihat Anin yang tidak membawa apa-apa dari dalam mal. β€œ Ehehehe, itu... Ehm... Itu, aku nggak mau beli di sini. Udah kita ke rumah ibu aja yuk, ibu di kasih martabak aja udah seneng kok. ” Jawab Anin. β€œ Kamu ini ya, nanti kalau aku di marahin ibumu bisa-bisa aku sama keluargaku malu. Karena nggak menafkahi kamu, terus badan kamu kurus. Terus semuanya makin runyam, udah lah tinggal pilih saja. Kalau masalah uang serahkan semuanya itu sama aku, ” Ucap Rifa'i dan Anin menganggap kalau Rifa'i memamerkan harta kekayaannya. β€œ Alah mau pamer aja, bilang bos. Jangan terlalu di paksakan! ” Ucap Anin dengan tersenyum mengejek.


Rifa'i terkejut dan membuat hati Rifa'i menaruh curiga. β€œ Ehm, kamu mau apa emang di sini? Di sini cuma ada barang buat dapur sama keperluan rumah tangga. Kalau di lantai bawah, banyak pilihannya. ” Ucap Rifa'i dengan melipat dan menempelkan tangannya ke dada. β€œ Hehehe biasa ini kaki kumat kalau mau turun ke bawah, namanya juga orang nggak berani naik eskalator. ” Ucap Anin dengan nada lirih, membuat Rifa'i menghela napasnya. β€œ Kamu ini nggak bicara dari tadi, kirain kenapa? Ya udah sini aku pegang tangannya. ” Ucap Rifa'i dengan menggandeng tangan Anin dan Anin menolak keras. β€œ Aku nggak mau naik itu, bikin trauma. Katanya nggak boleh injek yang kuning-kuning itu, ” Rifa'i membawa Anin dan akhirnya Anin turun ke eskalator. Awalnya ragu-ragu, sampailah di bawah dan Rifa'i menarik tangan Anin. Sebab Anin terlambat sedikit, dia sudah di dorong oleh orang yang ada di belakangnya.

__ADS_1


β€œ Sakit tau, main tarik aja. Emang tambang apa? Main tarik aja, ” Ucap Anin dengan mengusap-usap tangannya. β€œ Mbak awas lho nanti ada judul lagu tarik sis semongko.... Hahaha, ” Ucap orang yang di belakangnya. Membuat Anin mengoceh-oceh tidak jelas.


β€œ Udah napa? Nggak malu sama yang lain, senyum sini yang... Hahaha, ” Ucap Rifa'i sambil memotret Anin dengan cemberut. β€œ Mas yuk! Aku mau ke toilet, ini udah nggak tahan. ” Ucap Anin dengan menyeret tangan Rifa'i dan Rifa'i bingung mau gimana lagi?


* Bersambung *


Hahaha mas Rifa'i tarik aja tangan Anin, dengan borgol cinta mas... Hahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2