
~Siang Hari~
Gerimis sudah terlewat dan Rifa'i duduk santai di TV. Anin ada di dapur sedang membuat minuman dan makanan. Setelah selesai Anin, berjalan ke ruang TV. “ Ini mas udah aku buatkan, ” Anin meletakkan minuman dan makanannya di meja.
Rifa'i terfokuskan dengan berita yang di TV dan Anin jenuh karena dia tidak suka dengan berita. “ Huh aku begini di diamkan, kok begini amat ya. Nasibku yang kurang beruntung kali ya, ” Anin beranjak dari sofa dan menuju ke dapur membuat makanan untuk makan siang. “ Eh bu udah pulang, gimana tadi di pasarnya? ” Tanya Anin dan bi Ijah duduk di kursi untuk menghilangkan rasa capeknya. “ Ya nona tadi muter-muter pasar sampai ke mall juga. Haduh kita capek ya, Pak. ” Bi Ijah minum air putih untuk menghilangkan dahaganya. “ Allhamdulilah, udah nggak capek lagi. ” bi Ijah meletakkan gelas tersebut di bak untuk mencuci piring dan bi Ijah mencucinya.
__ADS_1
Anin melanjutkan pekerjaannya dan beberapa menit kemudian, akhirnya masakan Anin selesai. Anin menatanya di meja dan Anin mencuci tangannya. “ Bi bibi ini masakannya di makan sama pelayan dan pengawal ya bi, kasihan mereka belum makan. ” Ucap Anin. “ Tapi Non ini jugaan dikit non, kita nanti masak bareng-bareng di dapur sana non. Sudah di siapkan oleh tuan, ” Anin manggut-manggut dan menghampiri Rifa'i yang sedang asyik nonton TV tentang drama thailand. “ Hehehe itu kenapa ya, kok nonton orang thailand. Hahaha aku aja pernah tapi nggak sampe ke situnya. ” Anin melangkah ke sofa, “ Ehm mas ayuk makan, tadi makanannya udah siap. ” Rifa'i pun tersadar dan Anin terkejut karena Rifa'i menyumpalkan makanan. “ Hehehe maaf ya terkejut aku. ” Rifa'i berdiri dan meninggalkan Anin yang mengunyah makanan. “ Hah awas aja ya kamu mas, ” Rifa'i terkekeh dan Anin melangkah ke meja makan. Anin cemberut karena ulah suaminya sendiri, “ Hehehe udah lah neng jangan cemberut! Muka jadi jelek tu lho, ” Anin tersenyum dan mengambilkan nasi yang begitu banyak untuk Rifa'i. Rifa'i makin terkekeh karena ulah Anin yang membuatnya gemas. “ Udah, ” ucap dingin Rifa'i dan membuat Anin terkaget karena Rifa'i memasang wajah yang begitu marah.
“ Hahaha kamu ini ya yang emang bikin gemes tau nggak, ya udah yuk makan ini perut benteng udah krutuk-krutuk. ” Rifa'i membuka mulutnya untuk di suapi makanan sama Anin. Anin mengambil sendok dan menyumpalkan ke mulut Rifa'i. “ Hahaha emang kamu ini bikin kesel aja mas, udah makan sendiri napa. Emang seperti anak kecil aja, ” Anin memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan Rifa'i memasukkan makanan juga, mau tidak mau dia makan sendiri. “ Oh iya mas, nanti jadi fitting baju nggak? ” Tanya Anin, “ Udah di urus besok tinggal kita terima jadi aja. ” Jawab singkat Rifa'i.
“ Ehm ya udah, ” Mereka pun diam. Sampai selesai makan, Anin membereskan piring dan gelasnya. Rifa'i membantu Anin cuci piring, “ Mas kamu ini apa-apaan ini ha, ” Anin di tempeli busa dan dapur pun basah karena dua sejoli yang bermain busa. “ Bi ini tolong bersihkan ya bi, biar nggak kepleset nanti. ” Ucap Rifa'i kepada bi Ijah dan bi Ijah memerintahkan pelayan. Rifa'i menggendong Anin ke kamar dan menuju ke kamar mandi. Sampailah mereka siang bolong terjadi di kamar mandi (🔞🔞)
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, dan vote. Terimakasih untuk pembaca setia novel ini, author akan selalu hadir kembali nanti!!
Kalau mau mampir silakan follback instagram author**!!
Di jamin Di FOLLBACK!!!
__ADS_1
@dindafitriani0911