
Anin berjalan-jalan sekitar sana dan Salwa pun bahagia sekali. Anin menggandeng Salwa sama beli makanan.
"Bu, mau beli jajan. Buat Salwa. Yuk, dek di pilih saja biar mbak yang bayarin. " Dengan begitu Salwa memilih jajannya dan Anin yang mengambilnya.
"Udah dek, nanti kalau banyak-banyak dimarahin sama mama lho. " Salwa pun mengangguk
"a ak, " ucap Salwa yang masih bingung untuk mengucapkan apa yang di bicarakan Anin.
"Bu, ini berapa semuanya? " tanya Anin dengan meletakkan jajan-jajan itu ke pemilik toko.
Pemilik toko pun menghitungnya
"semuanya jadi, 5 ribu mbak. " Anin mengeluarkan uang di dalam sakunya dan membayarnya.
"Oh iya mbak. Hati-hati lho kalau mau jalan apa gimana? " Ucap pemilik toko
"iya bu, " Anin menggendong Salwa dan berjalan ke rumahnya.
"Dedek kamu mau kemana? sini biar mbak temenin. "Anin mengeluarkan mainan dari tas yang di bawa Salwa setiap hari.
Anin bermain dengan Salwa
" Hei, Salwa kamu kemana aja tiap saat ketemu sombong amat. " Dengan begitu Salwa terkikik sampai keras tertawanya.
"Eh, dek. Jangan keras-keras lho nanti keselek gimana? " Salwa menangis dan meminta mainannya untuk di mainkan lagi. Anin pun memainkannya lagi dan Salwa senang.
"Nin, itu di luar ada orang suruhan calon suami kamu. Katanya mau cari Orang tua yang bisa buat kembar mayang. Ya udah biar pakde aja yang buatkan, semuanya pakde bisa. " Mbude langsung main ke kamar saja tidak pakai salam atau ketok pintu. Eh malah nongol tanpa salam.
"Emang pakde bisa mbude? tapi aku pernah liat janur yang mau di buat mainan sama pakde. Jadinya, bagus banget. "
"Jangan di ragukan lagi, pakdemu semuanya bisa. "
"Ya udah mbude. Nanti aku omongkan sama Pak Rifa'i. "
__ADS_1
"Ya, kalau begitu Salwa bude ambil ya. "Bude langsung keluar dan Anin mengambil handphonenya untuk menghubungi Rifa'i.
*******
Rifa'i sekarang di rumah. Rifa'i di dapur untuk membuat makanan.
" Huh, semuanya pada sibuk. Yang nikah siapa? kok yang sibuk mereka ya. "Rifa'i cuma geleng-geleng kepala karena usia orang tuanya sudah tua tetapi sudah tua masih aja kelakuannya sama.
" Buat kopi ajalah. "Dengan mengambil panci di lemari dan mengisinya dengan air. Panci yang sudah ada airnya tadi di letakkan di kompor dan Rifa'i menghidupkan kompornya.
Rifa'i mengambil gelas tetapi handphonenya berbunyi di atas meja makan.
" Eh, neng. Udah kangen aja, "Rifa'i mengangkatnya
" assalamu'alaikum pak, saya mau ngabarin kalau orang yang buat kembar mayang udah ketemu. Pakdeku," ucap Anin
" waalaikumsalam. oh iya, iya udah. ngga papa, syukurlah. Kamu lagi ngapain neng? "tanya Rifa'i
"Kan ngga boleh ngapa ngapain neng. Abang bingung mau ngapain? "
Rifa'i mengambil kopi dengan banyak sekali dan bukan gula yang di ambil tetapi garam halus yang di ambil. Rifa'i mematikan kompornya dan menyeduh kopi tersebut.
"Ya pak. Bapak lagi ngapain? " tanya Anin
"ini lagi buat kopi. Kamu ke sinilah temenin aku buat ngopi, " Rifa'i tertawa sendiri dan menyeruput kopinya yang masih panas, asin, dan pahit.
"Pak emang ya. Udah begitu itu semua kewajiban istri dan kalau udah sah." Ucap Anin
"Pyuaah, " lepah Rifa'i karena rasa kopinya tidak bikin orang selera buat minumnya.
"Astaga aden, kok mamang kena semprot lagi. Aduh den den emang, nasib kagak menentu."
Curhat mang Darso
__ADS_1
" Iya mang, maaf. Cobain deh kopinya uenak... Ennaknya.... Poool, "dengan mengasihi ke mang Darso.
Rifa'i kabur begitu saja dan mengobrol sama Anin di taman belakang.
" Eh tadi kopinya kenapa pak? kok kayaknya itu aneh pasti rasanya. "
"Iya, rasanya enak banget sampai aku kasih ke mang Darso karena tadi pakai sendok dulu buat mencicipi kopinya. " Dia pasti kalau udah dia minum pasti akan di buang kopinya.
"Astagfirullahalazim, aden ini kopi rasanya aneh banget. " Teriak mang Darso ke Rifa'i
"Oh iya neng itu udah di panggil aja sama mang Darso. Abang tutup dulu telponnya, Assalamu'alaikum. Muach.... Muach"
"Waalaikumsalam, pak." Jawab Anin
Anin pun mematikan panggilannya kepada Rifa'i.
**Bersambung
Jangan lupa like, komen, dan vote. Sama dua lagi penting bagi teman-teman.
Jangan lupa follow IG author, nama akunnya
🌹dindafitriani0911🌹
di sana ada cuplikan-cuplikan yang akan kita ketahui. Apa nggak nanti aku akan kasih visualnya deh kalau udah temu di google.
Sama satu lagi
Silakan bagi yang mau masuk grup yang masih di buka dan tidak melakukan persetujuan. Di sana ada kesempatan untuk teman-teman mau mengobrol sama author akan author jawab.. Tetapi insyaallah. Mudah-mudahan dari novel ini, author akan tetap bersyukur untuk keadaan apapun. Ammiin 🤲🤲🤲
Terima kasih atas semua dukungan para teman-teman yang udah mampir di novel ini
🙏❤**
__ADS_1