
Maaf teman-teman atas ketidaknyamanan karena ngga up 2 hari padahal kemarin udah mau up tetapi ya tugas negara belum selesai ya begitu lah dan semangat buat hari ini aja jadi hari ke berikutnya aku up minimal sehari 2 ya oke💪💪👍👍
********************
Seseorang ada yang menumpahkan supnya dia adalah
anak dari bi Nanik yaitu Salwa
"astaga anak itu memalukan aja hih..... kan aku jadi malu tuh anak kurang ajar sama aja dengan bapaknya huh, " ucap bi Nanik marah-marah dihati dan bi Nanik menghampiri Salwa
"ayo pulang kamu itu memalukan aja! " dengan menarik tangan Salwa ke belakang dan Fahri mengikutinya
"udah ah ma kamu ni apaan sih jangan marah-marah di depan orang lain dong ma kamu tau malu ngga, kasian Salwa ma dia itu masih kecil tau dia tidak tau apa-apa? " ucap Fahri dengan menasehati Nanik tetapi Nanik tidak
"pa dia itu keterlaluan udah numpahin sayur sup kok jadi mama yang di salahin, " ucap Nanik meninggalkan Fahri
Salwa masih menangis karena di marahin sama Nanik
"hiks.... hiks... hiks, srooot... hiks, srooot. " dengan menangis
"ayuk sayang papa gendong, " Fahri merentangkan tangannya ke Salwa dan Salwa pun mengangguk
"pa ma tu napa Malah-malahin awa, " ucap Salwa yang umurnya masih 2 tahun
"ngga papa sayang udah ya jangan nangis! " ucap Fahri dengan mengelap air mata Salwa dengan tisu
"nte pa, "dengan begitu Fahri cuma bisa tersenyum untuk anaknya dan mengajak pulang Salwa
" mbak aku pamit dulu ya, Salwa kayaknya udah ngantuk nih. "ucap Fahri berpamitan dengan Siti
" eh tadi ngga papa kena sayur sop nya gimana ada yang sakit ngga? "tanya Siti dengan khawatir kepada ponakannya
__ADS_1
" ngga kok bude, yaudah mba kalau begitu aku sama Salwa pamit ya mudah-mudahan acaranya langgeng sampe ke pelaminan. "ucap Fahri dan Siti pun mencium pipi tembem Salwa karena anaknya aktif dan suka makan.
" amiinn, da.... muach... "dengan melambaikan tangannya kepada Salwa, Salwa pun kegirangan dan Fahri kembali ke rumah
*****************
Sementara sekarang waktunya menyematkan cincin dan arahan dari orang tua masing-masing seperti menentukan tanggal pernikahan, tempat acara, dan keperluan hajatan. Rifa'i sekarang menyematkan cincin di Anin dan sebaliknya.
"oke gimana mba, mas apa mau tanggal pernikahannya kita tentukan sendiri atau orang tua aja? " tanya pk. Sodikin (adik dari Siti yang menjadi kepala kampung) kepada Siti, Hajar, dan Rahmat
"iya bagaimana dengan keluarga Wijaya Koesoemo, saya sendiri terserah apa yang dilakukan yang menikah. " ucap Siti karena dia tidak mau mengambil keputusan yang tidak adil.
"iya kalau begitu di orang tua aja dan nanti pernikahannya menggunakan adat Jawa aja, " kata Rahmat
"saya terserah yang menikah karena kita bukan yang menuju ke pelaminan, " ucap Siti dengan becanda
"iya, betul tuh pa dengerin. " ucap Hajar
"iya kami setuju, " ucap Rifa'i dan Anin
"oke gitu dari tadi, " ucap Rahmat
Setelah berbincang-bincang akhirnya sekarang waktunya untuk berpamitan dan yang lainnya sudah pulang dari tadi.
"mba kalau begitu kita pamit pulang dulu ya baru besok kita rayain di hotel, " ucap Hajar
"iya kami cuma numpang aja di hotel, " ucap Siti
"ngga kok mba kalian juga udah keluarga kita, " ucap Hajar
"ya udah kami pamit assalamu'alaikum, " dengan menyalimi tangan Anin dan Siti
__ADS_1
"ya udah sayang mama pamit dulu ya, jaga diri kamu baik-baik. " ucap Hajar dengan memeluk Anin
Setelah kepergian keluarga Wijaya Koesoemo dan sekarang Anin dan ibunya bersih bersih karena tadi acara lamarannya di rumah ini.
*********************
Di dalam mobil Hajar tidak bisa diam karena dia marah-marah
"pa papa tu ngapain mentingkan pekerjaan daripada keluarga sendiri sih pa, kita kan malu sama keluarga sana. " ucap Hajar dan Rahmat cuma diam saja didalam mobil sedangkan, Rifa'i di dalam mobil mainan handphone karena dia juga tidak mau kena semprot mamanya
"heh bocah tengik lu juga sama aja kayak bapakmu ya, huh dasar padaan. " dengan begitu sampailah di rumah besar dan mewah.
"aduh ma udah napa, kerjaannya cuma marah-marah aja ngga kesel apa? " ucap Rifa'i langsung masuk begitu aja karena dia ngga mau kena semprot lagi
"hadeh bapak sama anak sama-sama tengiknya, " dengan melangkah ke kamar dan sementara Rahmat ke ruang kerjanya
"gimana ini mama marah sama aku, hadeh? " dengan memikirkan bagaimana cara membujuk Hajar supaya tidak marah-marah
********************
Ada seseorang yang mengetahui tentang lamaran Rifa'i dan Anin
"kamu ngga bisa lari dari saya Anin, " ucap pria misterius dengan duduk di kursi kebesarannya
"kamu cepat bawa dia ke sini, " dengan senyum yang mengerikan
"baik Tuan, " ucap Pengawal tersebut
*Bersambung*
oke lanjut besok apa ngga malem nanti ya, maaf kemaren ngga up ya teman-teman. Silakan bagi yang mau memfollow instagram author namanya
__ADS_1
💐dindafitriani 0911💐 oke di sana ada pembertauan atau yang mau nambah kan ide baru silakan tetapi kalau author chat maka harus di jawab ya dan berkata "saya pembaca dari novel toon" gitu ya tetapi saya seterah teman-teman semua maunya gimana atau gimana