
~Setengah Bulan kemudian~
Rifa'i sekarang di rumah dan orang tua Rifa'i pun pulang. Dengan membagi harta warisan semuanya sudah hampir sempurna. Rifa'i sekarang ada di ruang TV dan sekarang pengawal sudah di kurangi oleh Rahmat. Rifa'i sekarang siap-siap untuk mencari mas kawin untuk menikah dan semua keperluan hajatan di serahkan oleh asistennya Bara.
"Pa ma aku berangkat dahulu ya, assalamu'alaikum. " Izin Rifa'i dengan menyalimi mama dan papanya.
"Iya nak hati-hati, " pesan Hajar
Rifa'i berjalan ke garasi dan membuka pintu mobil. Rifa'i menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Anin. Rifa'i telah tiba di rumah Anin.
******
Anin sekarang lagi berdandan dan mau mencari mas kawin. Anin sudah mencari pemikiran untuk mas kawin buat menikah.
Anin membuka pintu kamar dan ternyata Rifa'i sudah ada di ruang tamu.
"Eh pak, udah ke sini? " dengan duduk dan menanyakan Rifa'i.
"Lha neng, emang abang ngga boleh gitu ke sini? " tanya Rifa'i
"ya ngga boleh lah, coba tadi manggilnya apa ulangi... Abang.... Ih belum nikah ya pak kita tu, bapak maunya enakan panggil gituan, " kesal Anin
"ya udah abang mau jalan-jalan aja daripada mau ketemu kamu tapi aku ngga di anggap ya udah.... "Canda Rifa'i dengan mengacak-acak rambut Anin.
" Ya ngga, kita jadi ngga cari maharnya? "karena dia tidak mau lama-lama.
" Ya yuk, "ajak Rifa'i
" oh iya ibu mana ya tadi? "tanya Anin
" ibu kamu di belakang katanya tadi, "dengan begitu mereka di belakang dan ternyata ada perkumpulan ibu-ibu.
" Eh, ini calon menantumu ti weleh ganteng banget kayak bukan orang sini.... "Puji Ibu Neneng
" Iya lah, la wong itunya lho bukan orang sini sampean ki kepiye ... Jenenge wae uwong kuto mosok Iyo di padakke karo wong kene, "dengan logat bahasa Jawa karena di daerah sini kebanyakan orang Jawa (kamu ini bagaimana... namanya juga orang kota masak iya di samain sama orang sini, ).
" Oh iya lupa namanya juga begitu ya, "ucap Ibu Neneng.
__ADS_1
" Tapi kalah lho sama suami kita ya ngga? " ucap Ibu Nanik.
"Weh cakepan poll... " Ucap mereka bertiga.
"Ini gimana? jadi, ngga buat cari mas kawin? " bisik Anin
"ya jadilah kamu aja yang ngomong, " bisik Rifa'i
"bu aku mau pergi dulu ya, assalamu'alaikum. " Anin dan Rifa'i menyalimi 5 ibu-ibu yang lagi ngumpul.
"Ya bu saya permisi, assalamu'alaikum... " Dengan begitu Rifa'i menyusul Anin di depan.
"Wa'alaikumsalam, " jawab mereka berenam
Anin dan Rifa'i sudah di mobil. Rifa'i menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
"Oh iya kita mau cari di mana dulu? " tanya Rifa'i
"hm, pak kita ke toko perlengkapan jenazah aja ya. " Jawab Anin dengan santai
"ha mau ngapain di sana? " karena mau cari mas kawin apa kain kafan kok tiba-tiba Anin mau ke toko perlengkapan jenazah.
" Ya... Bagus juga dapat dari mana? " tanya Rifa'i
"ya begitulah, namanya juga selalu ingat kematian pak... " Jawab Anin. Sontak saja Rifa'i mau mencium Anin dan Anin langsung menjauh.
"Eh pak mau ngapain coba.... Kita belum sah ya, awas aja." Dengan mendelik tajam ke arah Rifa'i
"Iya lupa maklumlah, " dengan cekikikan
"huh apa jadinya nanti kalau aku udah menjadi istrinya coba... " Dengan membayangkan di dalam hati.
Tibalah di toko perlengkapan jenazah dan Anin sama Rifa'i keluar dari mobil. Rifa'i membukakan pintu mobil untuk Anin dan Anin turun dari mobil.
"Terima kasih pak, "
"ya buat kamu ngga papa... " Dengan begitu mereka di lihatin oleh orang yang ada di toko.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke toko.
"Assalamu'alaikum pak, " sapa Rifa'i dengan pak
Slamet namanya yang mempunyai toko.
"Waalaikumsalam, eh ada nak Rifa'i mau cari apa nak? " tanya pak Slamet.
Rifa'i menjabat tangan pak Slamet dan Anin pun sama.
"Ini siapa nak? cantik banget, " tanya pak Slamet
"oh kenalin pak ini calon istri saya pak, " jawab Rifa'i
"oalah, ya allah kamu udah jadi, calon istrinya aja. Padahal nak Rifa'i aja anti perempuan lho kalau ngga sama temannya atau gimana, "
"oh iya Pak Slamet ini adalah bekas asisten pribadinya kakek dulu. Jadi, ya udah tua. Aku juga dulu di urusin sama pak Slamet. " Jelas Rifa'i.
"Iya nak, oh iya ke sini mau cari apa? " tanya pak Slamet
"hm, kita mau cari kain kafan dua pasang buat mas kawin pak." Jawab Rifa'i
"hah MasyaAllah cari mas kawin aja kain kafan, wuih calon istrimu emang mikirnya kematian ya... "
"Ya pak, " jawab Anin
"Sebentar di cariin dulu ya, "
"ini udah, semuanya gratis buat nak Rifa'i aja. Selamat ya nanti buat menempuh jalan baru. " Ucap pak Slamet
"terimakasih ya pak, ini ikhlas pak? "
"iya, nanti kalau ngga ikhlas kalian nanti di tanyakan oleh malaikat malah saya sendiri yang kena.. " Canda Pak Slamet
"Hadeh bisa aja, terimakasih ya pak. " Ucap Rifa'i dan Anin dengan tersenyum karena melihat pak Slamet yang sudah di makan usia dan kulitnya sudah mulai keriput semua tetapi senyuman sama candaannya masih sama.
*Bersambung*
__ADS_1
Bonus buat kalian nanti aku akan up kembali tetapi kagak sebanyak ini. Deh bayar pakai like, komen, dan vote ya. Kagak maksa deh karena ini novel jugaan kagak laku mau di apain tetapi aku akan giat buat upnya biar yang semuanya dapat... Barakallahu ya robbal alamiin 🤲🤲
Bagi yang mau masuk ke grup silakan. Saya tidak akan melakukan persetujuan selama 3 hari dan kalau ngga ada orang yang mau masuk ya ngga papa. Kesempatan di sana buat mendapatkan poin dan poin tersebut harus di sumbangkan ke novel aku ya.