Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Membongkar


__ADS_3

Rifa'i akhirnya buka suara dan dia mau gimana lagi, dia mau menjelaskan tetapi takut mamanya menangis histeris dan semuanya akan kacau.


"hm itu ma aku ngga ngobrolin apa-apa kok, " jawab Rifa'i sebenarnya dia ingin menjelaskan tetapi dengan keadaan mamanya.


"beneran ngga papa? " karena Hajar masih tetap tidak percaya karena hadapan mata anaknya ke arah lain.


"Y𝘢, 𝘔𝘶𝘥𝘢𝘩-𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘬 𝘙𝘪𝘧𝘢'𝘪 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘤𝘢𝘶 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪. " batin Siti karena dia takut keluarga Rifa'i tidak terima.


"Oh iya mama udah baikkan kok, mbak kalau mau makan silakan mbak, saya jugaan tadi mau buat kue malah jadi tadi papanya Rifa'i mau berangkat. " jelas Hajar


"iya mbak makasih lho tetapi saya mau pulang dulu ya mbak, " pamit Siti


"ha kok pulang lha emang kenapa? " tanya Hajar dengan penuh selidik biasanya Siti dan Anin kalau di sini pasti lama


"ehm, gini mbak saya mau ke pasar beli belanjaan sayuran gitu mbak. "


"ya kalau begitu ketemu nanti malam ya mbak. " dengan berpelukan


"assalamu'alaikum mbak, "


"waalaikumsalam titip salam buat Anin ya, mbak. " Siti kemudian membuka pintu kamar dan menutupnya kembali sesampainya


"aku naik lift apa tangga ya, tapi aku takut. " dan lift terbuka ada sosok Anin


"nin, nin. " panggil Siti


...----------------...


Anin POV


aku bingung mau kemana karena di bawah cuma ada Pengawal sama pelayan yang sibuk dengan pekerjaannya dan aku memutuskan untuk ke kamar tante Hajar tetapi aku mengurungkan niatku untuk ke sana karena aku di panggil oleh bi Lina


"Non Anin saya mau bicara sama non Anin di taman belakang yuk! " ajak bi Lina


"eh emang ada apa sih bi, kok kayak penting banget obrolannya, " dengan mengintil bi Lina kayak "𝙚𝙠𝙤𝙧 𝙖𝙟𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙖𝙧𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙙𝙖𝙣, hehehehe

__ADS_1


" ehm itu non saya itu kepo banget tentang aden Rifa'i kenapa tadi ya non? "tanya bi Lina


aku harus menjawab apa


" 𝙞𝙣𝙞 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪, 𝙝𝙖𝙙𝙚𝙝." batin Anin


sampailah di taman belakang dan aku pun takjub pemandangannya sungguh memuaskan


"ini taman bi, kok banyak banget dan cantik banget bi. " Anin pun duduk di kursi taman


"ehm iya Non, oh iya yang tadi belum di lanjut Non. "


𝙞𝙝 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙞 𝙗𝙞𝙗𝙞 𝙠𝙚𝙥𝙤 𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙗𝙞𝙧 𝙨𝙞𝙝. Aku ngedumel ngga jelas di dalam hati


"ya, tadi ngga papa kok bi. " jawabku padahal di dalam hati sungguh tidak benar


"yang benar, " sungguh pelayan ini membuatku pusing dari tadi hadeh benar-benar deh. Bi Lina ini merupakan kepala pelayan di sini karena itu bi Lina cuma mengatur apa yang di kerjakan pelayan yang bekerja di sini. Rumahnya terlalu besar sampai 3 lantai, hadeh pantes aja.


"Iya bi saya ngga bohong kok, kalau begitu saya mau ke kamar tante Hajar dulu ya bi. " pamit ku karena aku ngga betah dengan kepala pelayan tesebut.


"𝘼𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙉𝙤𝙣 𝘼𝙣𝙞𝙣 𝙮𝙖, " batin bi Lina dengan memakan cemilan


"hadeh bisa kaku ni mulut kalau deket-deket sama bi Lina, " ucapku dengan menekan tombol lift dan aku masuk ke dalam lift


Sesampainya aku pun di panggil oleh


"eh kayak suaranya ibu ya, kali. " aku menengok ke arah belakang dan benar saja


"iya bu, gimana mau pulang sekarang? " tanyaku


"iya nak ibu ngga betah di sini orangnya agak sedikit aneh pokoknya. " hadeh ibu ini bisa aja emang aku juga mau pulang.


"iya bu, ehm aku mau pamit dulu sama tante Hajar bu. " tanganku di tarik oleh ibu dan aku pun di depan lift


"udah ibu pamitin kok, oh iya naik lift nin ibu ngga bisa kayak ginian. "

__ADS_1


"𝙝𝙖𝙙𝙚𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙟𝙖 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙡𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙎𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, " ucapku di dalam hati


"iya bu, " sesampainya di bawah


"mari Nyonya dan Nona saya antar! " ucap Bara


"ngga usah saya bisa pulang sendiri, " jawab ibu


"𝙝𝙢, 𝙞𝙗𝙪 𝙞𝙣𝙞 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙜𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜 𝙚𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗 𝙖𝙟𝙖. " nyerocos di dalam hati


"oh gitu ya bu, " akhirnya selamat dari manusia paling dingin kagak ada ekspresi senyumnya gitu


...****************...


Author POV


Malam hari pun tiba, suasana sangat panas karena ada di meja makan


"mana ya papa ini kok ngga pulang udah tau anaknya mau ke hotel, ngerayain lamaran malah gitu deh jadinya. "dumel Hajar


Sampai ada suara klakson mobil dan terbuka lebar pintu di depan. Ada seseorang Rahmat yang sedang berjalan dengan tatapan yang begitu mengerikan.


" Pa udah pulang kemana aja? " tanya Hajar


"𝙝𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙥𝙖 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙣𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝-𝙬𝙖𝙟𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙟𝙖 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙜𝙞𝙩𝙪, " batin Rifa'i dengan mencaruk nasi dan tangan tidak bisa berhenti


"ni tangan napa kok gugup amat, " pikiran Rifa'i pun melayang ke mana-mana


"ehm, ngga papa kok. " sebenarnya dia tau apa masalah yang Rifa'i katakan tadi siang dan dia yang akan menjelaskannya ke Hajar nanti


Semuanya pun makan dan cuma ada suara dentingan garpu dan sendok


*Bersambung*


maaf ya teman-teman aku kemaren ngga up ya beginilah di keadaan dunia nyata. Oke aku nanti cuma 1kali up aja ya karena author kalau malam pasti cepat lelah, oke maklumin ya teman-teman. Jangan lupa 3M ya teman-teman ikuti protokol kesehatan pemerintah ya teman-teman 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2