Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Masalah dan Menyatakan Cinta


__ADS_3

Hai ketemu kembali teman-teman walaupun di rumah aja tetap semangat ya teman-teman.


* *


Hajar langsung ke kamarnya karena takut ketahuan sama Bara dan dia masuk ke kamar


"bagaimana sudah dapat ma, minyak pijat nya papa pinggang nya masih sakit ni, " ucap Rahmat


"ehm, itu ehm itu... " mau mengatakan tapi nanti aku kena marah lagi.


"ehm itu apa mana cepat dong, " ucap Rahmat dengan mengeluh karena sakit pinggang nya terlalu sakit


"ehm, ngga ada tapi tadi aku udah bilang sama mang Darso buat belikan minyak pijat di apotek, " ucap Hajar dengan jujur "aduh mati gua, kalau mas Rahmat nanti pasti ada imbalannya... " gumam Hajar


"oh gitu ya, " ucap Rahmat


"untung saja dia ngga marah, aduh aku sampai lupa kalau membangunkan macan yang masih tidur di dalam dirinya nanti bisa gawat..." dengan mengucapkan di dalam hati


Sampai ada yang mengetuk pintu dan Hajar langsung membukanya


"eh mang udah, ada ngga? " tanya Hajar


"ada kok ini Nyonya... " ucap mang Darso langsung pamit ke bawah dan Hajar masuk ke dalam kamarnya


"cepat mana buat di pijatkan, " ucap Hajar dengan nada ketus


"hem, ya udah di belikan... " ucap Rahmat dengan badan tengkurap di ranjang


dengan begitu agak keras dan Rahmat pun menjerit

__ADS_1


"aduh yang, sakit jangan keras-keras dong... " ucap Rahmat dengan nada keras


"aduh mas ini juga ngga keras kok huh... " ucap Hajar sebenarnya dia kesal karena dia lapar sudah jam segini dia belum makan jadi agak di keraskan dan tenaga nya terkuras habis.


"udah ah mas aku lapar nanti kalau mati karena kelaparan gimana? " tanya Hajar dengan nada lemas


"hem, iya udah pinggang aku juga udah mendingan kok... " ucap Rahmat sambil mengecup bibir Hajar dengan lama dan pada akhirnya Hajar dengan begitu cepat dia tempelkan bantal di wajah Rahmat


"tu makan, udah ah aku lapar... " ucap Hajar meninggalkan Rahmat di kamar dan Rahmat dia berdiri


"aduh kok malah tambah sakit ya, yang ini gimana ngga bisa jalan ni lho..... " ucap Rahmat dengan keras


#/#/#/#/#/#/#/*/*/*


Sementara Anin pulang dari kampus dan menunggu Rina


"yuk, oh iya mana helm nya?” tanya Anin


β€œoh iya lupa gua di dalam jok kali ya, coba gua lihat dulu... " ucap Rina dengan begitu Rina membuka jok nya ternyata kosong


β€œaduh nin ketinggalan lagi... gimana? "dengan cengengesan


β€œhem aku ngga mau lho kena denda nanti, tapi ya udah lah nanti kalau ada polisi aku kabur aja, kamu turunkan aku ke gang mana gitu ya... " ucap Anin dengan mendaratkan bokongnya ke motor Rina


"iya, hem nin gimana jika kita sama-sama makan di cafe gitu, kita ajak Sinta terus sama Siska, mau ngga ya mereka? " dengan mengendarai motor


"hem palingan mereka sibuk lah rin dengan pekerjaan mereka masing-masing jugaan gua sibuk mengurus lamaran aku, " dengan cepat Anin membungkam mulutnya


"eh nin tadi apa lamaran lu mau lamaran sama siapa hayu calonnya siapa neng, " sambil tersenyum

__ADS_1


"hem kepo ya lu rin ehm gimana ya kasih tau ngga ya oke nanti juga kalian gua undang kok di pernikahan aku, tapi kalau buat lamaran sih ngga dan rin lu jangan kasih tau mereka ya kalau aku mau lamaran! " perintah Anin, Sedangkan di depan mereka tidak tau jika ada polisi di depan


"stop mbak! " perintah polisi tersebut


"hadeuh nin kumaha ieu aya pulisi nu razia urang, " dengan logat bahasa Sunda karena Rina keluarganya semua orang Sunda


"eh aku ngga reti lho artinya, kamu ini jangan sok-sok an pakai bahasa Sunda aku juga ngga reti kamu juga agak ngga reti kan.... " dengan nada kesal karena Rina menggunakan logat bahasa Sunda


"eh itu ada polisi yang merazia kita... kumaha kasep pisan deui artinya gimana ganteng banget lagi, " dengan begitu polisi tadi mengenal Anin


"aduh neng kenapa nggak bawa helm sih, " dengan mencoel dagu Anin


"hih Kamu ini jangan kurang ajar ya sama saya! " dengan begitu kesal Anin pergi begitu saja dan Rifa'i mengikutinya.


"eh tunggu nin gua mau ngomong sama kamu kita pergi ya! " ajak Rifa'i dan Anin menurut dia segera naik ke mobil Rifa'i


"eh kita mau kemana sih, "


"ehm, tutup mata kamu dulu baru kita jalan ya... " dengan begitu akhirnya mereka sampai di taman yang sangat cantik dan indah


"buka mata kamu... " dengan begitu Anin membuka matanya dan di depan mata sudah ada Rifa'i yang memegang bunga untuknya


"maukah kamu menjadi istriku, pendamping hidupku sampai ajal menjemput kita, maukah kamu menjadi pendamping kemanapun aku Abdi negara untuk negara tercinta ini, susah maupun senang kita hadapi, jika aku berjuang untuk negara ini kamu jangan terlalu bersedih karena aku mengabdi negara ini sesuai kenyataan hati ini, dan maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak ku... " ucap Rifa'i dengan menyatakan cinta nya sambil membuka kotak cincin isinya cincin mewah dengan bernama A&R untuk Anin sedangkan untuk Rifa'i bernama R&A


"ehm gimana ya, "


*Bersambung*


oke jangan lupa like, komen, dan vote ngga maksa kok author nya... Author sayang kalian semua 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2