Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Gagal!!


__ADS_3

balik lagi nih!!


* Happy Reading *


Anin masuk ke kamar mandi dan Anin takjub dengan kamar mandinya. “ Eh kenapa ini ya mewah semua lagi? Haduh gimana ini kamu sih nin kenapa dulu nggak lanjut kuliah aja pasti bisa membanggakan hati ibu lah?” Ucap Anin dengan mengucurkan krannya dan Anin tidak tau caranya untuk mengucurkan krannya,


“ Ini gimana aduh? Aku nggak bisa lagi, kalau nanti rusak gimana? ” Anin memikirkan caranya agar bisa mengucurkan krannya di kamar mandi. “ Nggak tau lah, ini juga apa namanya? Kok ya aku pekok sekali ya, ” Dengan mengolok-olok dirinya sendiri, pada akhirnya nyemprotlah krannya. “ Huh dasar, orang nggak punya akhlak. ”


Rifa'i menunggu di balkon sambil melihat tenggelamnya matahari di temani oleh teh hangat dan cemilannya. “ Kenapa aku selalu memikirkan yang nggak-nggak ya, udah lah besok mau fitting baju buat upacara di kantor jugaan. ” Rifa'i menyeruput tehnya dan ada suara telepon yang berbunyi. Ternyata papanya yang menelepon dan Rifa'i mengangkatnya,


“ Halo pa, ada apa? ” Tanya Rifa'i


“ Heh anak bangek nggak pulang, mama mencari kamu itu. Dari tadi bingung tanya ke papa, ya papa jawab nanti bakalan pulang. Tapi dari siang papa tunggu kamu nggak pulang-pulang, ” Ucap Rahmat di seberang telepon


“ Ya aku lupa mau kabarkan papa, maaf aku ada di mansion kok pa. Jugaan ini mau kabarkan papa kalau aku di mansion, ” Rifa'i melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan


“ Ya udah nanti papa mau ke sana sama mama kamu, ” Dengan cepat Rifa'i menjawab

__ADS_1


“ Jangan pa! Papa ini nggak tau aja kalau mau gitu-gituan pa, ” Rifa'i merasa ada yang janggal dengan teleponnya dan ternyata Rahmat sudah memutuskan antara satu pihak.


“ Kan papa ini ya, udahlah. ” Rifa'i mendekati Anin yang mengacak-acak kopernya dan semuanya bajunya sama saja tidak ada yang menutupi auratnya.


Rifa'i pun sama ada yang bergerak-gerak di bawah dan hasratnya tidak bisa di kendalikan lagi olehnya. “ Neng mau cari apa? Hm, ” Tanya basa-basi padahal hasratnya sudah tak terbendung lagi. “ Ehm, nggak papa. Aku mau ke kamar mandi dulu ya. ” Anin masuk ke kamar mandi lagi karena malu. “ Kan malu kan, ini gimana lagi. Kalau aku nggak bisa kendalikan kecuali aku berendam. Aduh kamar mandi aja tempat pelarian lagi, ” Desah Rifa'i dan mau nggak mau dia memakai kamar mandi yang ada di samping kamar ini.


Anin POV


Selepas mandi aku mengambil handuk dan aku lupa membawa baju ganti. “ Aduh gimana ini? Masa iya aku ndekep di kamar mandi aja. ” Anin mau nggak mau harus keluar dan Anin mengintip Rifa'i yang asyik teleponan... Entah siapa? Pikir Anin. Anin mendekati koper yang masih ada di samping ranjang dan Anin mengangkat kopernya ke ranjang. “ Uh berat juga ini koper, tapi tadi siapa yang bawa ke sini. Waduh aku kok jadi begini, barang pribadi itu tidak boleh di sentuh sama sekali kecuali pemiliknya sendiri. ” Gumam Anin, Anin mengacak-acak koper tersebut dan hasilnya tetap sama. Yang ada malah baju tidur dan itupun pendek, “ Ini kenapa lagi? Hah kan malu, tapi nggak papa namanya udah istri. Jadi, harus menerima apa adanya. Harus memenuhi batin suami kata Pak ustadz, ”


Author POV


Malam hari, jam 19.00 WIB


Anin di dalam kamar dari tadi dan tidak mau lepas dari ranjang. Menyelimuti badannya yang memakai baju tidur pendek. “ Neng kamu nggak makan, apa mas mau ambilkan makanan buat kamu?” Tanya Rifa'i dengan senyum smirk karena matanya mulai nakal lagi. “ Nggak aku udah kenyang, ” Jawab Anin, “ Ya udah mas mau ke bawah dulu ya, ” Dengan membuka handle pintu dan berjalan ke lantai bawah menggunakan tangga.


“ Aku harus memenuhi batinnya. Kalau tidak aku bisa kena cap durhaka nanti sama suami, ”

__ADS_1


Anin pun menyibakkan selimutnya dan ke kamar mandi untuk menggosok gigi karena sudah jam 21.30 WIB sebab itu dia menggosok gigi sebelum tidur. “ Kenapa ya setiap kali grogi pasti jalannya keluar dari pandangannya? ” Anin menggosokkan giginya dengan pasta gigi dan menyikatnya.


Anin keluar dari kamar mandi dan Rifa'i ada di sofa yang memegang handphonenya. “ Astagfirullahalazim ya Allah gimana ini? ” Dengan cepat Anin memblusukkan badannya dengan selimut dan Rifa'i heran dengan Anin. “ Oh iya besok kita fitting baju buat upacara di kantor ya. ” Ucap Rifa'i dengan mematikan handphonenya dan meletakkan di nakas. Rifa'i melepas jam tangannya dan meletakkan di kotak jam tangannya. “ Huh akhirnya dia nggak dekat sama aku. Kalau nggak bisa-bisa aku copot jabatannya nanti, ” Anin mulai dag-dig-dug dan Rifa'i berganti bajunya di ruang ganti. Mengganti bajunya dengan kaos pendek berwarna putih dan celana piyama yang panjang.


Rifa'i mulai mendekati Anin dan Anin mengintip, ' Harus siap ' Pikirannya saat ini. Rifa'i naik ke ranjang, “ Oh iya neng, bolehkah aku memenuhi ituku sekarang? ” Izin Rifa'i dan Anin mulai panik seperti orang ketakutan, tetapi mau nggak mau harus itu. Anin pun mengiyakan dan Rifa'i mulai memenuhi hasratnya sekarang juga, terjadi malam yang panjang.


* *Bersambung


Maaf aku nggak bisa menceritakan itu-itunya ya, karena aku belum cukup umur untuk begituan ya... Wokeh, 😘😘😘 Ini juga udah bonus buat kalian ya.... Jangan lupa untuk Like, Komen, Dan Vote!!!


Silakan mau mampir ke grup!! Sama jangan lupa buat follow instagram author ya,


@dindafitriani0911


DIJAMIN DI FOLLBACK KEMBALI!!!


SALAM HALU.... Lope-lope 😘😘😍😍😍🥰🥰**

__ADS_1


__ADS_2