Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Jomvlo


__ADS_3

~ Sore hari ~


Anin berjalan-jalan sekitar taman dan Anin melihat kalau pelayan sama pengawal begitu disiplin untuk waktu. Anin mau tidak mau harus menghargai apa arti pentingnya waktu di hari-hari berikutnya.


“ Kenapa ya aku kok sepi banget rasanya, ini juga nggak ada rasanya. Mau keluar tapi kemana? Nggak boleh kemana-mana lagi, ” Anin duduk di kursi taman dan menikmati bagaimana melihat matahari terbenam? Sungguh memukau baginya,


“ Aku jadi kangen sama ibu gih, gimana ya kabar ibu? ” Ternyata di gerbang Rifa'i baru sampai dan mobil di lajukan sampai di teras rumah.


Anin masih menikmati pemandangan taman, sampai tidak tau kalau Rifa'i pulang.


“ Kenapa aku pengen banget kuliah lagi, gara-gara kejadian itu aku di keluarkan dari kampus. ” Anin ingin sekali untuk ke kampus lagi dan itu semua pasti butuh waktu lama karena Anin sudah terkenal di kampus mengolok-olok temannya padahal itu semua hanyalah tuduhan.


***********


Rifa'i membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke rumah. Rifa'i membuka pintu dan berjalan ke dapur,


“ Ehm Pak Fauzi kemana istri saya ya? ” Tanya Rifa'i sambil berhenti


“ Ada di taman tuan, tadi saya lihat nona lagi duduk santai. ” Jawab Fauzi dengan menunduk

__ADS_1


“ Ya kalau begitu saya ke sana, kamu lanjutkan aja pekerjaan kamu. ” Rifa'i pergi ke taman,


“ Bener juga kata pak Fauzi kalau neng Anin di sini, ” gumam Rifa'i dan munculah sebuah ide untuk mengerjai Anin.


Rifa'i perlahan-lahan berjalan dan sampailah untuk mengagetkan Anin


“ Hayo neng, ” Sontak saja membuat Anin terkejut dan hampir terjungkal kebelakang. Dengan sigap Rifa'i menangkapnya,


Rifa'i hampir lupa dan gairahnya keluar dari tubuhnya, soalnya Anin menindihi tubuh Rifa'i.


“ Ehem, ” Suara dari Pak Roni


“ Di lanjut malam nanti tuan, di kamar biar nggak ada yang liat. ” Ucap Pak Roni dengan berteriak sambil mencuci mobilnya Rifa'i.


“ Udah kamu cuci mobil, emang nggak malu apa? Jomvloku mereonta-ronta nih di dalam hati. ” Ucap Teddy dengan nada bercanda dan Rifa'i terdiam sejenak.


“ Iya kalau kalian mau puterin ini rumah ya sampe 5 kali aja ya, daripada ngerecokin majikannya sendiri. Pak Roni juga udah punya istri juga anak di jaga baik-baik ya pak, ” Rifa'i langsung pergi masuk ke rumah bersama Anin.


Rifa'i berjalan ke kamar duluan dan Anin ke dapur untuk membuatkan teh.

__ADS_1


“ Ini juga ya rumah besarnya begini, mau di apain jugaan? ” Anin mengambil teh dan gula. Di seduhnya teh tersebut dan Anin mengaduk gulanya.


“ Hahaha ingat kejadian tadi bikin aku jadi, was-was aja. ” Anin tersenyum dan mengambil nampan. Gelas di taruh di nampan dan Anin mengambil makanan untuk cemilan.


Anin berjalan ke kamar dan sebelum itu Anin memencet bel untuk masuk ke kamarnya Rifa'i.


' Ting-tung. ' Bunyi bel dan Rifa'i membuka pintunya.


“ Iya masuk aja, kamar ini juga punyamu sekarang. ” Dengan begitu Anin terkejut karena kamarnya lebih mewah dari kamar utama.


Di sana sudah ada make-up di meja rias dan sudah di lengkapi kamar mandi. Anin masuk ke kamar dan mengelus-elus kasurnya,


“ Oh iya neng kamu mandi dulu ya, udah mas siapkan bajunya dari rumah sakit tadi. ”


* *Bersambung


Ayukk jangan lupa untuk like, vote, dan komen. Jangan lupa juga untuk mampir ke gc ya....


Salam halu untuk pembaca readersku**....

__ADS_1


Lope-lope 😘😘😘


__ADS_2