Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Mahar menikah


__ADS_3

Happy Reading


*****


Rifa'i dan Anin sekarang di perjalanan menuju toko perhiasan. Rifa'i dan Anin sudah tiba di toko perhiasannya.


"Pak ini bagaimana kok kayaknya mahal banget ini, ngga mau ah ke sini takut nanti mahal ngga bisa bayar. "Dengan begitu Rifa'i mencegahnya.


" Udah nggak usah takut nanti juga ngga seberapa? "ucap santai Rifa'i dengan begitu


" mau mencari apa pak bu? " tanya pramuniaga yang menjaga toko


" saya mau mencari cincin nikah mba... "Jawab Rifa'i


" baik Pak silakan di sana cincinnya pak,"


pramuniaga menunjuk ke arah tempat untuk menaruh cincin.


Anin dan Rifa'i berjalan ke sana. Anin canggung karena pilihannya sungguh benar-benar mahal pikir Anin.


"Neng mau pilih yang mana? " tanya Rifa'i


"ini pak pilihan yang lagi trending pak, " pramuniaga menunjukkan cincin yang berkelas mewah tersebut.


"Saya seterah calon istri saya, saja karena yang makai juga kita berdua. " Rifa'i melihat Anin karena penglihatan Rifa'i sungguh tajam dan benar saja.

__ADS_1


"Neng mau yang itu, " tunjuk Rifa'i dan dugaan Anin benar


"ngga kok pak, saya ngga mau mahal-mahal yang penting cinta dan ketulusan hati untuk semuanya. " Pramuniaga dan pemilik toko kagum dengan calon istri dari polisi tersebut.


"Mbak, saya aja juga pernah di tolong dengan pak Rifa'i. Orangnya baik dan anti perempuan mbak. Jangankan saya mbak! saya aja teman sekelas aja sombongnya minta ampun kalau sama perempuan. Mbak hebat bisa taklukkan hati seorang polisi yang benar-benar anti perempuan ini mbak. " Ucap pemilik toko dengan jujur.


"Emang bener ya bu, berarti hebat mbak. "


"Iya, la saya sendiri aja kalau mau contek pekerjaannya aja ngga boleh dari SMA kita sahabat tapi saya juga ngga suka dengan pria yang dekat-dekat sama saya. Tapi, jugaan saya udah punya suami di rumah. " Pemilik toko pun kagum dengan Anin yang sederhana tetapi cantik.


"Alah kamu juga dulu kayak gitu, jangankan pria yang centil sama kamu. La perempuan yang ngga kamu suka aja kamu jauhi. " Ucap Rifa'i


"hehehe, maaf Rif kamu nih jangan mengingat dulu-dulu ya malu lah. " Pemilik toko namanya Safira Putri. Safira merupakan seorang pemilik toko perhiasan terkenal.


"Ya, emang sih pertamanya agak sedikit nyebelin. " Sahut Anin


" Iya mbak, selamat buat menjalankan hidup baru nanti ya mbak sama Rif. Jangan lupa ngundang aku biar nanti aku kenalin suamiku yang super duper jugaan sama seperti Rifa'i anti perempuan juga. Semuanya aja yah kalau pembantuku di rumah mau itu mau ini harus jaga jarak sama dia dan kecuali aku yang mau menyentuhnya. "


"Haduh mbak, kok cerita rumah tangga di bawa-bawa sampai ke sini mbak-mbak. Ada-ada saja mbak ini, " Anin pun tau sekarang Rifa'i semuanya udah di beberkan cerita masa lalunya.


"Udah mau beli mas kawin ini malah cerita aja. Pegel nih kaki, " ucap Rifa'i karena tidak betah untuk berdiri yang kakinya panjang.


"Iya, mau pesan gimana dan gimana? " Ucap Safira


"hm, mau pesan mahar bingkai uang di dalemnya ada al-qur'annya pokoknya danuang pokoknya recehan aja yang koin aja senilai 50 ribu sampai kamu tumpuk-tumpuk gitu ya. Jadi, ada dua bingkai sama satu lagi itu yang di dalam bingkai yang berisi al-Qur'an itu kamu kasih cincin ya yang ngga mahal lah di kasih nama pokoknya. Satu lagi yang tadi aku tunjukin itu buat mahar aslinya. " Ucap Rifa'i

__ADS_1


"Iya bos, udah semuanya jumlahnya 50 juta dan harus bayar kas sekarang ataupun kartu ATM boleh. " Dengan begitu Anin terkejut karena harganya sungguh mahal sekali.


"Hm, aku kasih waktu sampai aku ngundang kamu ke acara aku. " Ucap Rifa'i


"Ayuk neng, udah semua. Kita tinggal peralatan alat sholat dan peralatan kamu. " Ajak Rifa'i ke toko perlengkapan sholat yang dekat sama toko perhiasan.


"Astaga itu orang main pergi aja, "


"ini bu bapak itu udah transfer uangnya, "


"ehm, " jawab Safira dengan singkat


Anin dan Rifa'i sekarang memilih-milih perlengkapan sholat. Semuanya sudah selesai dan sekarang waktunya makan siang.


"Neng capek ya, yaudah kita ke restoran aja. " Ucap Rifa'i dengan merasa kasihan kepada Anin.


"Jangan aku mau makan bakso aja di depan. Daripada di restoran ngabisin duit banyak mendingan beli bakso yang enak dan bersiih pokoknya. " Ucap Anin dan Rifa'i pun mengangguk setuju. Mereka berjalan ke depan ternyata ada tukang bakso yang ramainya muter-muter.


"Mang beli baksonya dua ya, di makan di sini. " Pesan Rifa'i dan Anin sudah mendapatkan bangkunya. Mereka duduk sambil menunggu antrian bakso tetapi Rifa'i tidak mengeluh sama sekali karena dulu pas menjadi taruna dia belajar untuk semuanya dan selesai kuliah dulu.


**Bersambung


Tong-tong mau lewat, author belum punya sambal buat kuah baksonya biar enak pedas sama huh panas. Author butuh like, komen, dan vote ya kalau mau bakso tinggal makan tu di penjual tukang bakso apalagi wuih sambalnya cablak enaknya minta ampun deh.


Jangan lupa buat follow instagram author ya kagak maksa deh pokoknya, yang punya akun siapa masak iya author mau datengin satu-satu rumahnya.

__ADS_1


🌹dindafitriani0911🌹**


__ADS_2