Menuju Jalan Pernikahan

Menuju Jalan Pernikahan
Malam Pertama yang tertunda


__ADS_3

Anin masuk ke kamar dan Anin terkejut karena ada Rifa'i di dalam kamar. Rifa'i pun sama terkejutnya.


"Ehm, pasti orang tua kita yang menyuruh di sini. " Ucap sinis Rifa'i


"Iya, aku nggak nyangka bisa nikah sama kamu. Huh, aku capek banget. Apalagi besok mau resepsi. " Anin duduk di kursi dan Rifa'i di ranjang.


"Aku mau mandi dulu, tadi udah ganti bajunya. Jadi, aku pengen mandi. "Ucap Anin dan Rifa'i pun melepas sepatunya.


"Aku dulu, kamu nanti. Aku juga capek ini, " dengan begitu Anin langsung masuk ke kamar mandi dan di cegah oleh Rifa'i.


"Aku dulu, kamu nanti. " Anin pun menjerit-jerit biar kedengeran dari luar, tetapi di sangka kamar tersebut kedap suara.


"Kamu mau pake toa, mau pake suara cempreng kamu. Percuma orang di luar bakal ngga dengar. " Anin pun kesal karena Rifa'i yang masuk dahulu dan Anin duduk kembali.


"Kok, sekarang berbeda sekali ya sikapnya. Oh jangan-jangan cuma akal bulusnya saja di luar, tetapi di dalam begitu. Oh-oh, " dengan menggeleng-gelengkan kepala dan Anin pun melihat ada balkon di kamar.


"Ternyata ini kamar juga luas ya. Beda sama rumahku paling ngga satu kamar ini buat satu rumah bisa. " Dengan memandang luar dari balkon kamar.


*******


Rifa'i di kamar mandi ingin sekali rasanya keluar dan Rifa'i membuka handle pintu.

__ADS_1


"Ternyata dia di sana, aku mau pindah kamar saja daripada sama orang yang menjijikkan seperti itu. " Rifa'i berjalan dengan pelan-pelan dan menarik handle pintu kamar. Rifa'i menutupnya kembali.


Rifa'i berjalan ke arah resepsionis di hotel dan menanyakan kamar untuknya.


"Mbak, apa ada kamar yang kosong? " tanya Rifa'i dengan pelan dan resepsionis pun heran karena Rifa'i masih pengantin baru. kenapa mau ke kamar lain? yang ada di benak mereka.


"Ada pak. Emang bapak mau di mana? " tanya resepsionis


"Saya mau jauh dari ruangan orang tua saya. " Jawab Rifa'i dengan pelan


"Oh kalau itu ada kamarnya kecil pak. Buat satu orang cukup saja, tetapi kalau buat bapak apakah betah nanti? " Resepsionis pun heran dan kalau nanti bisa-bisa bosnya marah besar. bosnya adalah satu-satunya orang yang mengurus hotel yang telah di rilis oleh Rahmat.


"Emang saya maunya besar dan kalau kecil ngga papalah. Ya mana? Cepetan saya ngga mau menunggu lama. " Resepsionis pun menghantarkan Rifa'i ke kamar hotel.


Anin masih menunggu Rifa'i dan sambil duduk di balkon menatap kamar mandi.


"Astagfirullahalazim, ini mana capek, ah aku ke kamar mandi saja. Apa ini aku di kerjain ya? " Anin berjalan ke arah kamar mandi dan ternyata kosong


"Aduh, kok tadi aku ngga izin dulu. Nanti kalau ada pak Rifa'i bisa kena marah lagi. " Anin pun takjub dengan kamar mandinya.


"Ini kamar mandi apa-apa ini? Kok besar sekali, aduh jiwa misqueen ku hilang. " Anin mandi.

__ADS_1


Selesai mandi, Anin ke lemari untuk mengambil bajunya. Sekarang dia pakai kimono. Tadi sempat tidak bisa memakai kimono, tetapi dia akal jadi bisa sekarang.


"Hem, ini ajalah daripada itu. " Anin memilih baju gamis berwarna hijau dan memilih kerudung segi empat berwarna biru.


"Kok aku laper ya, ehm ke bawah ajalah daripada nanti malem ngga bisa tidur. " Anin berjalan ke bawah dan dia bingung


"Mbak, kemana ya dapurnya? " Tanya Anin kepada pegawai hotel


"Oh mbak, mau makan ya. Apa mbak mau saya siapkan dahulu? Biar mbak ke kamar aja, " Anin menggeleng


"Oh, ya sudah. Kalau begitu saya antarkan, " pegawai hotel pun menghantarkan Anin ke dapur dan di sana sudah di siapkan berbagai makanan.


~malam hari~


Anin masuk ke kamar, setelah sholat di masjid yang di dekat hotel.


"Kok daritadi aku ngga melihat pak Rifa'i ya, alah palingan juga urusan penting. "


Anin menunggu Rifa'i sampai jam sebelas malam pun Rifa'i tidak menampakkan wajahnya sama sekali.


Anin tertidur lelap karena biasanya jam sembilan malam sudah tidur.

__ADS_1


*Bersambung *


Maaf author kemarin ngga jadi up 3 kali karena author punya kepentingan waktu di dunia nyata. Jangan lupa like, komen, dan vote. Author tidak bisa memenuhi apa yang author katakan, mohon maaf sekali 🙏🙏🙏


__ADS_2